waktu memang bagai magnet dalam kehidupan
dia menempel begitu erat dan ketat di jiwa tiap manusia
ada yang merasa merugi
banyak pula yang bilang sangat berarti
namun, satu yang pasti
waktu tak dapat kembali
sepintas,
tak banyak kata yang mampu kuucap
tak banyak perbuatan pula yang dapat terlihat
hanya berMunajat padaNya lamat-lamat,
aku berdo'a dan berharap
kita kembali dengan ma'rifat
[nuph's-21052013]
perbaiki diri, lakukan semaksimal mungkin
jangan pernah memutus sesuatu yang sudah kita tetapkan sebagai tujuan akhir
berjalanlah, kalau perlu berlarilah
saat goncangan kecil maupun besar dasar
ingatlah,
tujuan akhirmu masih menunggumu untuk DISELESAIKAN
#nuph'squote
[very late posting] Kelas inspirasi kelompok 23-Indonesia Mengajar
Posted by
Novita Rosyida Hilmi's
at
4:30 AM
|
Labels:
EduKaSii,
Fashion en Passion,
Me,
mOtivasi,
My sToRy
Kelas inspirasi kelompok 23
Di sd rawasari 07 pagi-jakarta
Pagi itu, aku sudah bersiap dengan baju kerja (yang baru aja dikasih ama perusahaan, pas banget yaa) untuk menyambut adek-adek di tiap kelas dari SD Rawasari 07 Pagi. Ini persiapan yang diadakan secara dadakan, mungkin hanya sekitar 11 hari, dari tanggal 9 februari 2013 kita para relawan yang terpilih, di brifieng dari tim kelas inspirasi-indonesia mengajar. Dan disinilah akhirnya aku berhasil ketemu dengan pak anies baswedan, subhanalloh. All praises to You , Alloh. You have Your Scenario to me, at it was so good. Disini, aku masuk ke kelompok 23 dimana isinya ada aku, mba elok (kerja sebagai chartering di PT Samudera Indonesia), mba riri (ahli bmkg), resyka (apoteker yang sekarang jadi editor di penrbitan buku kedokteran), mas bian dwijo (pemilik sekolah desain grafis), mba sari musdar (penulis dan HRD), pak kemal (vice president bank mandiri), pak evisena (produser film lascar pelangi dan perahu kertas, dll), pak andi iskandar), Pak Dian Kelana (potografer, penulis, dll), Mutia Zahrotul (freelancer untuk acara2 besar juga). Disini, kelompokku fasilitatornya mba anita, mantan pengajar muda. Hoo, I wanna like her. Hmmm, orang hebat-hebat yaa yang ada di kelompokku, Alhamdulillah. Mau gak bersyukur gimana lagi aku? .
~pak anies memberi pengarahan tentang kelas inspirasi~
Sampai di SD (tetep nyasar juga walau sudah 3 kali ini kesana berarti, hahahha, tapi gak parah, setidaknya jam 6.10 udah sampai sekolah, terlambat 10 menit, maaf yaa kawan2). Yang datang sudah ada mba elok, mba riri dan mba resyka. Kita berbincang-bincang sebentar, menyusun dan membagikan jadwal yang gak bisa aku donlot, . Menyusul setelah itu yang datang Pak dian, mas bian trus pak kemal (akhirnya ketemu langsung sama beliau (soalnya pas briefing beliau tak bisa datang, :D). amasih ada mba sari dan mutia yang belum datang. Disini, mutia sudah confirm kalau telat datang, karena telat bangun juga, hahahha. Sabar mut, untung masih bisa tetep dating, daripada kabur. Akhirnya sebelum kelas mulai, kita melingkar dan berdo’a bersama, semoga acara dan agenda yang sudah kita susun jauh-jauh hari bisa berjalan sesuai dengan rencana dan sukses. Amien.
Oke, jam 07.05 sudah masuk, tandanya aku harus sudah masuk ke kelas 4. Kelas yang katanya paling bandel. Hmmm, mau tahu bagaimana detak jantungku saat itu? gak usah diitung deh, udah pasti kenceng banget saking groginya, nervous tak terukur. Padahal yang diahapadi anak sd, kecil mah? Eitsss.. tunggu dulu, justru itu tantangannya. Anak SD yang kelihatannya imut-imut dan menggemaskan itu ternyata gak selamanya benar, mereka tergolong “ndableg”. Tapi, itulah tadi yang aku bilang. Tantangan. Yaps, mari selesaikan tantangan itu, :D.
Dan akhirnya dengan segenap tenaga dan kekuatan yang sudah terkumpul, aku masuk kelas, sambil senyum tentunya tak lupa. Member salam kepada mereka dan guru wali kelas 4. Aku langsung memulai presentasi (tanpa lcd proyektor, tak apalah), dan dengan bahan slide di leptop yang sudah aku persiapakan semaleman (system SKS banget). Aku harus memutar otak untuk menerangkan bahasa IT kepada mereka. Aku mulai menerangkan sesuai dengan alur briefing yang diarahakan oleh para mentor saat di gedung indosat. Setelah semua nya faham, lantas kuberikan kuis untuk mengasah kemampuan analogi mereka. Aku membagikan kertas origami kepada tiap baris bangku, dengan system “spiderman whuss” dan “drum roll” akhirnya kertas bisa dibawa oleh perwakilannya dan dibagikan. Disini mereka aku suruh untuk menggambar peta dari rumah ke sekolah atau sebaliknya. Memang awalnya bingung (sungguh, melihat mimic mereka yang bingung bikin aku gemas, hehehe) setelah aku kasih contoh, akhirnya mereka faham dan mulai menggambar. Lalu, aku mebagikan permen susu satu persatu untuk mereka. Alhamdulillah, 35 menit ini hanya berlalu serasa 10 menit, . Dan, aku meruntuhkan kelas yang katanya paling bandel, mereka aman-aman saja ternyata. Sippp, lanjot.
08.15-08.45
Lanjut yah, dijam ini, aku kebagian ngajar kelas satu. Sebelumnya aku sudah melihat dari jendela luar saat pak kemal menerangkan profesinya kepada mereka (karena antara rentang jam dari kelas 4 tadi aku rehat, gak ada ngisi kelas). Dan, kelas 1 jauh lebih rame daripada kelas 4. Bismillah, kuatkan dan lancarkan hamba.
Aku masuk, dan sambutannya mereka langsung membaca nama dan profesi yang ada di name tag ku. Disini kondisi masih aman, dan aku masih bisa bercengkerama dengan mereka. Saat leptop keluar dari tas, langsung mereka menyerbu meja. Alamak, aku mau neranginnya gimana. Lantas aku berpikiran untuk menyontek cara pak kemal (maaf yaa pak, untuk hal baik gpp kan pak nyontek, *piss). Aku giirng mereka ke tengah, sambil duduk di papan yang disediakan untuk menulis adek-adek. Yang aku harapkan tidak sesuai rencana, mereka malah saling dorong dan akhinrya pada jatuh terjerembab di depanku. Setelah itu ada lagi anaka yang tidak mau maju, ada lagi yang bertengkar. Ohh, I must solving this. Saat itu mutia tengah melakukan tugasnya dikelasku, dia bantu untuk menenangkan, setelah agak tenangan, kita langsung mulai lagi dan mutia pergi ke kelas lain. Dan ternyata masih ramai juga. Okee, aku gak goleh rusak mood nya, sangat berbahaya. Lalu, ahaaa.. aku masih ada beberapa permen di tas. Langsung kugiring anak-anak untuk kembali ke mejanya masing-masing. Disini, mereka awalnya masih berontak, tapi kemudian akhirnya agak tenangan. Okee, Alhamdulillah. Setelah selesai mebagi permen, aku memulai lagi. Masih saja, saat tengah-tengah ada yang rebut, dan memakan permennya, semuanya pada berontak ingin keluar kelas. Aku melirik jam, tyt 08.45. pantas saja anak-anak ini sudah tidak nyaman dikelas, yang dipikirannya sudah pasti istirahat dan jajan. Akhirnya aku tetap mengomando mereka untuk tetap mengikuti kelas. Alhamdulillah, mereka menurut dan beberepa anak memang excited. Gud job *muji diri sendiri, hehehe*. Saat keluar, ternyata ada tim dari panitia kelas inspirasinya, bertiga. Mereka menenyakan tenatng program2 kita dan bagaimana lkelancaran acara tadi. Sippp juga kata mereka.
09.00-09.35
Menuju kelas 3, ternyata bandel2 juga yah, tapi mending, karena sudah kelas 3 jadi mereka sedikit memahami tentang dunia IT dan tentunya tahu penempatan diri, meski kadang tetep saja ada yang bandel, tapi keseluruhan kelas ini bagus lah. Disini, aku juga menyuruh mereka menggambar peta dan menuliskan cita-cita mereka. Semoga terkabul semua yaa dek, chaiyyoooo.. (7 claps, superman whuss dll).
09.35-10.10
Menuju kelas 5. Di kelas ini anaknya ternyata juga bandel (kok semuanya bandel?), dalam artian memang mereka bandel tapi banyak nanya, itu yang nambah semnagat, ayoo tumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi, tapi bukan sekedar “kepo” yaa. Keponya buat yang baik-baik aja yaa dek. Sip. Rame dan antusias, dengan tugas yang masih sama, aku menyuruh mereka membuat peta dan menulis cita-cita. Aada sebagian yang teratrik juga menjadi IT. Semangat dek, pasti iso. Yesss.
10.10 – 10.45
Menuju kelas 2, muridnya sedikit, tapi ramenya ngalahin kelas lain (tetep kelas 1 yang paling rame ding, ralat). Mereka antusias untuk mengikuti kelas, karena memang sebagian dari mereka sudah faham IT (elus dada, :*), meski fahamnya ngetik dan nge game. But, it was amazed. Mereka pada suka nulis, yeay. Semoga tulisan mereka dimuat dimana-mana (semuanya yang baca aminkan do’a saya yaa). Karena masih eklas 2, kertas origami saya pasrahkan kepada mereka mau dibuat apa.
So funny right?
Dan ini karena kelas trerakhir, saya ajak foto-foto memakai leptop. *ancur dikit tak apalah yaa, hahahaha.
~ini dia siswa kelas 4~
~mba elok memulai kegiatannya~
~pak kemal dan siswa2 kelas 1~
11.00-12.00
Semua anak berkumpul di halaman depan SD. Mereka berbaris dan berbanjar untuk mebentuk satu keastuan (apasih…??). lalu kita dan mereka, dipimpin mba sari, menyanyikan sambil berjoget untuk lagu “lascar pelangi” (ahhh, andai pak avisena datang, betapa serunya ini, :D). kita berdenadang dan menyanyi bersama, para guru pun ikut memeriahkan acara. Yeay, acara penutupan pertama sukses.
Lanjut untuk acara penutupan kedua, kita ada semacam “bukti nyata akan mimpi”. Kita membeli kain spanduk sepanjang 30 meter dan kita pasang di dinding pagar sekolah saat istiraht, setelah itu urut dari kelas 1 mulai menuliskan anama dan cita-cita mereka. So awesome. Mereka semua menulis dan menggambar sesuai dengan apa yang merka cita-cita (sekali lagi saya mohon do’anya abgi yang memabca ini, sip). Sesi kedua ini ditutup dengan foto bersama dulu.
~the smile of your face dek, :)~
Next, acara penutupan lagi. Pembagian balon, disini mereka kita bagikan balon satu persatu dan mereka harus meniup sendiri. Tapi dasarnya anak-anak, manjanya keluar, ada aja yang gak bisa niup dan nail, akhirnya kita dimintai tolong. Melihat wajah melasnya mereka tentu kita gak tega untuk gak niupin. Dan waljhasil, dehidrasi lah kita-kita. Hahahaha. Setelah tiup-tiupan abalone selsesai, kita menerbangkan balon-balon tersebut ke udara dengan tangan mereka masing-masing tentunya, sambil di aba-aba untuk difoto bareng-bareng. Seruu? Jelas. Wajah ereka unyu-unyu banget.
Okee, belum berakhir disini, kita malah jadi berasa artis. Kenapa bisa begitu? Karena setiap balon yang mereka pegang, mereka minta ttd dan akhir-akhir malah ada yang minta no telepon juga. Okee, kita jadi artis sehari kawan-kawan. Ternyata capek juga ya meladeni penandatanganan ini (ngartis dulu, :D). sampai kita mau foto bareng guru-gurunya belum sempet2 dek dek. Sabar yaa, abis foto boleh kok minta ttd lagi.
Dan amazingnya, ada yang lari ke kelas, mengambil buku pelajaran mereka untuk kita ttd in. subhanalloh. Tambah gemes dan sayang sama mereka nih, :*.
~mutee : antara bingung dan.... :P ~
Setelah acara penutupan selesai, kita semua berkumpul di kelas 3, tidak hanya untuk melepas lelah, tapi juga untuk berbagi pengalaman juga. Dan kepseknya masuk, bapak suyono. Beliau sangat welcome dengan kehadiran kita, terimakasih banyak Pak, atas waktu dan kesediannya. Beliau memberikancerita dan wejangan. Dan meberikan terimakasihnya kepada kita yang sudah meluangkan waktu untuk berabgi pengalaman kepada anak didiknya semua. Dari kami, mba elok mewakili dan memberikan rasa terimakasihnya juga dari kami karena telah dijamu dengan sangat ramah. Fyi yaa, kita dimasakin special bok, opor, mie goring dan sambel terasi yang maknyus rasanya. Langsung deh ludes semua.
Disini, saya belajar banyak hal, bagaimana cara menghadapi anak-anak, cara memberikan pengarahan, cara menyampaian informasi yang tepat dan sesuai denga mereka, cara memperlakukan anak yang sedang bertengkar, cara membuat mereka tidak mengantuk saat dikelas, cara mereka bisa antusia dan yang pasti saya memahami bahwa merekapun mempunyai mimpi. Yang suatu saat akan terwujud, amien.
Disini pula, bayangan SD semasa aku kecil dulu terlintas dan disini pula aku begitu tahu makna “guru, pahlawan tanpa tanda jasa”. Mereka berkorban jiwa araga dan tenaga untuk mendidik anak-anak dengan berbagai karakter dan semuany harus diseimbngkan. Betapa, mereka sangat sabar. Saya belajar kesabaran yang luar biasa disini.
Dan disini pula, saya belajar tentang hidup, hidup yang selalu terus berputar, awal dari sebuah mimpi dirajut dan dijahit seterusnya, agar tetap memancar dan kokoh pertahannaya. Dan disini pula sya belajar dan menyadari, bahwa menajdi guru (terutama guru SD< SMP atau SMA saya kurang tahu juga sih) adalah sebuah profesi yang sangat menyenangkan, penuh tantangan dan penuh kesabaran dan tentunya penuh keihlasan.
Alloh, dan nikmat manalagi yang tidak harus aku syukuri? Engkau begitu indah dan begitu indah dalam melukis kehiduapnku. Terimakasih atas kesempatan yang sangat langka dan sangat menginspirasi ini.
Hidup guru Indonesia, hidup anak-anak Indonesia, masa depan saya dan bangsa dan agama.
Kelas inspirasi, 20 februari 2013
not allowed to copy paste all photos and content witout permission
Being single traveler on Makassar, why not? (Part 1)
Sabtu, 20 April 2013
Pagi itu selepas menjelang Subuh, aku sudah siap dengan sebuah tas ransel di punggung dan satu tas selempang kecil. Kukeluarkan motor dan berangkat menuju stasiun gambir dengan diantar oleh teman satu kost, Nurul. Sesampai di gambir, kita bertanya dan mencari letak keberadaan pangkalan bus damri yang akan mengantarkanku di bandara. Mendekati tempat pangkalan, suara adzan subuh berkumandang. Langsung menuju musholla untuk melakukan ibadah solat subuh terlebih dahulu. Selepas solat, aku langsung menuju pangkalan damri. Nurul kembali pulang, karena dia juga ada acara ke nikahan rekan kerja yang ada di Bandung.
Baru sebentar setelah aku naik, bus damrinya pun berangkat. Menjelajahi jalanan Jakarta di pagi hari yang masih tenang dan sejuk tentunya. Dengan ongkos sebesar Rp. 25.000,- aku bisa sampai di bandara dengan selamat, dan sayangnya aku hampir tidak boleh melakukan check in, mengingat CItilink melakukan penutupan check in 30 menit sebelum keberangkatan. Akan tetapi, melihat gelagatku yang mupeng banget ingin pergi kali yah, mbak2 nya tetap membolehkan aku check in, dan kertas yang aku print itu tidak begitu jelas kode bookingnya, tapi untungnya tetap bisa. Dan lebih senangnya, aku dapat tempat duduk disebalah jendela, 24F, yeay, me likey.
Liburan ke Makassar ini memang dulu belum terpikirakan akan tetap aku jalani, mengingat di Makassar tidak ada teman dekat atau bahkan saudara, tapi pas ada promo citilink ke semua rute, yang aku beli pada Februari lalu, aku langsung memilih Makassar. Bayangan Makassar seperti apa juga belum tahu, apalagi memikirkan akan berangkat kesana, sendiri. Aku berhasil mendapatkan tiket dari sebuah birojasa travel sebesar Rp. 460.000,- PP. lumayan murah kan? Hehehe.
Kenapa aku sempat berpikiran untuk tidak jadi berangkat ke Makassar? Awalnya, aku mempunyai kenalan, tepatnya temennya temenku si Umzy yaitu mba Ratri atau yang biasa dipanggil Mbak Binbon, yang tiba-tiba hadir di kepalaku setelah lebih dari seminggu tiket ke Makassar ada di tangan. Entah kenapa tetiba terfikir dan teringat kalau mba binbon kerja di Makassar. Aku langsung kontak umzy untuk meminta kontak mba binbon. Dan hasilnya oke, beliaunya bisa. Tapi, 3 hari sebelum keberangkatan beliau membritahu akalu ada acara gathering dikantornya dari tanggal 19-21 April 2013. Wah, padahal rencananya disana dari tanggal 20-22 April. Sempet akan mengurungkan niat untuk tidak berangkat, tapi setelah ditimbang-timbang, akhirnya aku tetap berangkat. Bismillah.
Jam 06.40, semua penumpang beranjak maju menuju pesawat, dan ini kali pertama aku menaiki Citilink, :P. pemandangan pagi yang begitu cerah langsung membuatku untuk tak bisa membiarkan kamera diam begitu saja, hehe. I love the sky, I love the beautiful scene of that. And here, some pictures that I took on the airplane, sebelum, sesaat dan setelah bangun dari tidur, :P.
~matahari menyapa dengan terang kan?~
~samudera di atas awan (kayak di 5cm aja)
-I don’t know what the island is?~
~the topography of Makassar city (actually, city near Sultan Hassanuddin Int. Airport) see on my airplane~
Tepat pukul 10.05 WITA, pesawat mendarat dengan lancer dan halus di Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Oiya, saat di pesawat, kursi seberang dari tempat dudukku (kebeutlan, di dertan kursiku, cuman aku aja penumpangnya), ada keluarga kecil gitu, mereka mempunyai baby, dan babynya itu nangis 30 menit sebelum pesawat berhasil landing. Hemm, cup cup dek, kamu hampir sampai kok. Disini ada pelajaran yang bisa diambil. Apa? Kesabaran seorang ibu dalam menghadapi anaknya yang menangis meraung-raung tak terkendali. Dengan penuh cinta si Ibu tetap berusaha menenagkan anaknya, mungkin di satu sisi dia merasa tidak enak dengan penumpang-penumpang lain yang harus “terganggu” dengan tangisan anaknya, tapi disisi lain, dia hanyalah seorang ibu yang harus tetap menjaga anaknya.
Memasuki bangunan Bandara Sultan Hasanuddin, sangat luas, lapang dan rapi. Teratur dan banyak pemandangan yang “waw” ditambah adanya iringan music dari group music asli Makassar mungkin yaa, aku hanya memfoto sekilas:
Lanjut perjalanan, si perut sudah bernyanyi-nyanyi meminta hak nya untuk diisi sesegera mungkin. Bingung mau makan apa, padahal banyak pilihan. Dan yang beruntung aku pilih adalah.. tarraaaa…. CFC, -__-“
Setelah puas terisi, aku lantas keluar bandara untuk menuju destinasi utamaku di Makassar, apalagi kalau bukan Taman Nasional Bantimurung. Fyi, bandara ini, jalan masuknya sangat jauh, sehingga apabila dari bandara ingin keluar juga jauh, tapi jangan khawatir, kalau ingin cepat bisa naik taksi, ojeg atau ada alternative murah berupa ngkutan damri gratis hingga ke depan bandara, akan tetapi untuk angkutan gratis tergolong lama, karena harus menunggu sampai penuh baru berangkat. So, mau pilih apa? Terserah anda.
Oke, back to how to go to Bantimurung. Sebelum ke Makassar, sehari seblum aku sudah searching dan membaca-baca blog-blog yang menceritakan tentang caranya pergi ke Bantimurung. Karena aku ingin berhemat dan teantunya liburan ala backpack, aku memilih sara gtransportasi yang murah saja, yaitu pete –pete (angkot). Sebelum naik angkot harus keluar dari bandara dulu, aku memilih naik ojek, dengan ongkos Rp. 20.000,-. Selain dengan pete-pete, bisa dengan mobil sewaan atau taksi ya, terserah ingin kesananya bagaimana.
Dari ojeg, saya diantar ke jalan Poros. Disini saya naik pete-pete yang tujuannya ke pasar sentral Maros. Sesampainya di pasar sentral, saya turun dan mencari lagi angkot yang jurusan ke Bantimurung. Alhamdulillah langsung dapet juga dan langsung berangkat juga. Jangan sungkan untuk bertanya, angkot jurusan dimana, karena ngkotnya tidak ada tulisan jurusan kemana, sehingga daripada nyasar, alangkah baiknya nanya-nanya dulu ya. Di angkot yang kedua, saya mengobrol edngan penduduk Bantimurung. Mereka kaget tahu saya datang sendiri, dan akan ke Bantimurung pula.
“adek masih sekolah, ditugaskan kah disini? Jauh kali e sampe Bantimurung”
Hahaha, I love that logat, and i miss them, all people on pete-pete . Disangkanya aku masih sekolah, makasih loh buk, hehehe.
Mendekati TN, sudah ada plang pintu masuk bergambar kupu-kupu yang guuuueeeede dan ada patung, entah monyet atau apa yaa itu, tak kalah guueeeedenya. Angkot masuk sampai mendekati para penjual souvenir. Aku turun. Amazing, dengan Rp 30.000,- aku sudah sampai di Bantimurung. Lantas beli tiket masuk sebesar Rp 15.000,-. Sebelumnya di angkot sempat dikasih cerita, kalau Bantimurung sebenarnya tidak boleh diknujungi karena ada korban jiwa akibat dipatok ular. Hmmm, hampir aku balik, tapi sudah nanggung nyampai sini, lanjut dah, mari buktikan dan cari keterangan disana. :D.
(lagi-lagi) ditanya “sendirian mbak?” kali ini oleh penjaga pintu gerbang masuk. Dan memang, rata-rata yang datang kesana, minimal membawa pasangan mereka, paling banyak meang rombongan keluarga atau komunitas gitu. Hemmm, pada heran kali yaa ada bocah nyasar sendirian di Bantimurung. Never mind, gak usah dipeduliin, yang penting jalang-jalang (kalau kata orang sini).
Memasuki Bantimurung, suara meriah dan khas hutan mulai terdengar, yang paling gedhe adalah suara air terjun yang ternyata airnya sedang deras sekali arusnya, walhasil aku tidak bisa bermain-main disana, oke rencana buat mandi di bawah air terjun gagal, tapi tidak apa-apa, setidaknya aku bisa melanjutkan perjalan lagi.
Menaiki tangga, ada penunjuk arah menuju danau.. dan goa Batu. Di pinggiran danau itu, apabila sedang musim kemarau, kupu-kupunya banyak, sayangnya aku kesini bukan saat kemarau, jadi hanya ada satu dua kupu-kupu yang terbang.
Subhanalloh, melihat pemandangan yang masih asri dan segar seperti ini, membuatku betah berlama-berlama untuk mengabadikan gambar dan melanjutkan perjalanan.
Setelah meleawati danau, melewati tanjakan dan turunan, ada tanjakan lagi, dan ternyata untuk masuk ke Goa. Ada mas-mas yang mengikutiku dan pasangan di depanku, tapi pasangan didepanku tidak ingin melanjutkan masuk goa. dan mungkin memang seperti ini yah kalau kesini? :P
Aku tentu saja mau, meski awalnya sempat takut jika harus sendirian, tapi dipikir-pikir rugi sekali sudah sampai disni tidak dil;anjut dengan caving sekalian. Okeh, saya tidak punya sandal gunung, dan dipinjami oleh masnya akhirnya. Oke, untuk caving ini, cukup menyewa senter sebesar Rp 10.000,- dan ongkos sukarela untuk guide nya, baik banget yak, jadi terharu aku.
Dia dengan senang hati menerangkan detail dan sejarah dari goa ini, jadi goa ini merupakan beberapa bagian dari tempat bertapa raja, persembunyian, ada tempat solat dan wudhu nya raja juga. Subhanalloh. pengen tahu? masuk saja dan nikmati sendiri yah pemandangan di dalemnya, biar seru, kalau aku share semua fotonya nanti enggak jadi kejutan dong, :).
~ Go ahaed to finished my 1st caving, ~
Setalah puas berjalan-jalan melihat goa dan puas mengobrol dengan masnya tentang Bantimurung dan isu yang sempat menerpa, yang ternyata memang hanya sebuah isu, mas nya pamitan hanya bisa mengantar sampai di dekat danau. Dan aku kembali sendiri menikmati Bantimurung.
Aku melanjutkan untuk memasuki museum dan penangkaran kupu-kupu. Disini, ada sebuah keluarga yang menyewa satu guide, insting backpack bekerja, mari ikutan nimbrung, biar irit ongkos guide yang menerangkan, hehehe. Dan ini foto yang ada di museum dan penangkaran kupu-kupu.
Then, the journey on Bantimurung had been done. Apa yang aku baca dari sebuah buku di perpustakaan sewaktu di SD itu, dan kini aku berhasil menginjakkan kaki disini. Di tempat surganya kupu-kupu (The Kingdon of Butterflies, julukan para Belanda), meski tidak bisa melihat secara lagsung kupu-kupu beterbangan secara bebas dan banyak disini. Memang benar, bila sedang musim kemarau, air terjun dan sumber-sumber air lain yang lain yang ada disini akan berwarna biru muda, dan apabila hujan turun, akan membentuk seperti salju yang turun. Dan apabila musim setelah hujan (sebelum kemarau) biasanya airnya berwarna hijau. Subhanalloh, dan nikmatNya manakah yang akan kau ingkari? Terimakasih buku di SD ku yang sudah member gambaran, jauh sebelum akhirnya aku bisa kesini. Kenangan masa lalu itu hadir kembali di edaran kepala, .
Setelah puas dengan TN Bantimurung, aku langsung berjalan ke depan, ke tempat angkot yang akan membawaku ke kota Makassar, yaa aku meilih berjalan, ingin lebih meniikmati perjalanan disini. Sebenarnya, selain TN Bantimurung, ada objek wisata lain, yaitu Leang-Leang, katanya semacam gunung kapur gitu, tapi aku tidak mampir. Mungkin ada dari teman-teman yang ingin kesana? Share cerita yaa.
Masih dengan pete-pete, aku duduk di depan, dan ternyata pete-pete nya menuju arah Dayak. Sebenernya untuk ke kota Makassar bisa dengan pete-pete yang arah Dayak ini, nanti turun di perbatasan, lanjut dengan pete-pete lainnya. Karena macet, sebelum perbatasan aku meminta turun kepada abang pete-pete yang baik hati, aku melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taksi. hahaha.
Daerah yang aku tuju yaitu kost mba binbon di pettarani. Dan ternyata, taksi disini naiknya kenceng bok, ngebut banget, -__-“. Alhamdulillah sampai dikost dengan selamat. Tapi ternyata, teman mba binbon, yaitu mba nonot yang dititipin kunci sedang nonton di MP (Mall Panakkukang). Akhirnya aku nyusul kesana dengan menggunakan bentor. Yaa, mari mencicipi mall yang ada di Makassar, hehehe.
Akhirnya ketemu dengan mba nonot dan mas gun suaminya. Diajakin makan dulu di mie titi. Mie khas Makassar loh, yang mie nya kering dan disiram dengan kuah kental dengan berbagai macam isi, ada sayuran, daing ayam, baso dan udang. Nice, I’m full.
Lantas, lanjut ke kost, istirahat.
Alhamdulillah, jam 11 malem, mba ratri pulang, gatehringnya dipercepat. Sehingga hari kedua di Makassar, aku ada temannya maen. Yeay.
Oke, untuk hari ini aku cukupkan dulu ya. Hari keduanya, next post.
Happy travelling all.
FYI, not allowed to copy the content of this blog and photos without permittion. Thx.
Jakarta, 22 April 2013. 19.00 -20.15 PM
Seminar Pranikah “Suci Cinta, Raih bahagia”
Assalamualaikum wr wb,
Hello everybody, hello
Sunday. Mau sharing nih tentang hari mingguannya aku (sok artis
banget, hehehe). Di hari minggu ini, aku dan teman-teman menghadiri
sebuah seminar yang mungkin sangat sensitive bagi wanita seusia aku
(uhuk) dan memang sudah masa-masanya pengen kali yah, :P. yak, aku
sama teman-teman kantor, mengikuti sebuah seminar pra nikah yang
diadakan oleh APWA (arRahman Pre Wedding Academy), sebuah lembaga non
formal yang memberikan semacam les-les untuk menuju rumah tangga dan
mengurusi rumah tangga yang Islami. Siapa yang mau join? Seminar ini
dilaksanakan di Smesco UKM.
Academy ini digagas
oleh seorang Ustadz yang sangat familiar, yaitu Ustadz Bactiar
Natsir. Dan akademi digelar selama 3 bulan, setiap weekend, bagi yang
berminat bisa langsung ke AQL (Arrohman Qur’an Learning centre, for
more information).
Sekarang aku ingin
membahas saja yah tentang apa yang aku dapat di seminar tadi,semoga
bermanfaat dan syukur-syukur kalau ada yang menerapkan, .
Di seminar ini terdapat 4 pembicara, mari kita bahas satu-satu:
- Shofwan Al Banna
Jujur saja, sebenarnya
untuk 2 pembicara di awal (ustadz Al banna dan Bachtiar) aku tidak
begitu menyimak karena aku setengah sadar, alias ngantuk berat coy,
tetiba tertidur, hohoho, maaf yaa guys, jadi gak bisa share semuanya.
Tapi aku nangkep intinya sih.
Jadi, untuk Ustadz Al
Banna, penekanan lebih pada makna cinta yang hakiki, dan bagaimana
cinta itu, serta nantinya cinta itu bermuara dimana agar tidak salah
kaprah penggunaannya. #ihir,aku masih inget
Jadi, kenapa sekarang
marak kasus remaja-remaja yang galau karena setelah patah hati atau
gimana, itu karena mereka salah atau belum faham dimana harus
menempatkan cinta itu.
Solusi yang ditawarkan
untuk orang yang sedang dilanda cinta memang menikah, tapi tidak juga
dengan hanya sekedar jatuh cinta kita lantas menikah, karena
pernikahan menyangkut berbagai aspek yang sangat penting, untuk
tercapainya keluarga yang samara (sakinah, mawaddah, warrohmah). Dan
pemaknaan cinta yang hakiki ditujukan untuk Alloh.
Beliau juga menyebutkan
bahwa, pernikahan itu sebagai proyek peradaban. Artinya? Yang
penasaran boleh comment, atau diterka-terka dulu saja untuk diskusi
yah.
Okee, ada penutup yang
sangat bagus nih dari slide yang diberikan oleh beliau:
“tak
terlalu tinggi cita-citaku. Impianku kita punya rumah di atas gunung.
Rumah yang sederhana seperti pondok. Hawanya bersih, sejuk dan
pemandangannya indah. Kau tanam bunga-bunga dan aku menanam sayur
sendiri. Aku kumpulkan muda mudi kudidik mereka menjadi patriot
sejati”
(Surat
Cinta Bung Tomo kepada Lies, istrinya).
- Bachtiar Natsir
Ustadz yang menggagas
adanya APWA ini, sudah bisakah ditebak apa yang diampaikan oleh
beliau? Hehe, ayo guys, apa? Nyerah? Okee deh, aku jabarin yaa,
karena memang juga sembari ngantuk-ngantuk (efek belom sarapan juga
kali yah, :P)
Si Ustadz menjelaskan
tentang tahapan yang dilalui dalam pernikahan, apa saja?
Aku
dulu pernah janji akan membahas yaa, tapi maaf guys belum sempat
semuanya, jadi ini juga ak pending ya neranginnya, kalian
mencari-cari saja dulu infonya dari yang lain. Okeee??? Biar lengkap
saja nanti pembahasannya. Wait yaa ladies-ladies and guys-guys.
- Salim A Fillah
Ustadz Salim A fillah
mengisi setelah makan siang, dank arena waktu siang yang lumayan lama
(plus solat, dan aku sedang tidak solat), maka waktu setelah makan
aku gunakan untuk tidur di kursi, 15 menit yang berkualitas, dan
Alhamdulillah saat sesi setelah makan siang ini, aku gak ngantuk, :D,
banyak menyimak dan semoga bermanfaat yaaa pastinya.
Okee, kalau aku
melihat, memakan dan kemudia mencerna dari seorang Ustadz Salim A
Fillah, beliau sangat-sangat puitis dan maybe romantic. Dan hari ini,
saya melihat beliau secara langsung, biasanya hanya mengikuti
kuliahnya di twitter (you can follow his @salimafillah).
Okee, back to topic,
menurutku, apa yang beliau terangin lebih ke psikologis dalam
menghadapi perbedaan antara suami dan istri saat nanti berumah tanga.
Karena memang suami dan istri kan berbeda yaa, pria dan wanita gitu
loh, dan pasti wataknya pun berbeda, perlakuan kepada
masing-masingnya juga berbeda, dan mereka mempunyai cara yang
berbeda-beda untuk mengungkapkan amarah, uneg-uneg, kesenangan,
keromantisan dalam hubungannya dengan pasangannya. Bukan begitu?
Karena memang struktur
otak pria dan wanita yang berbeda, jadi terdapat perbedaan dalam
menyampaiakan, sperti yang aku apparin di atas. Contohnya nih, wanita
itu jika ada masalah, memang sudah menjdai wataknya, dia membutuhkan
tempat untuk mencurahkan persoalannya, baik itu nantinya ada solusi
atau tidak, akan tetapi wanita jika ada amsalah pasti akan lega jika
sudah membicarakannya. Berbeda dengan pria, terkadang jika ada
masalah mereka cenderung diam, kenapa? Karena memang mereka tidak
ingin membahasnya, disamping itu untuk mencari solusi, apabila dia
didesak untuk menjawab, ujung2nya adalah si pria tetap diam dan
mungkin sedikit tidak enak, nah disini, pasti si wanita merasa tidak
dihargai dan tidak dipercaya sebagai tempat curhat. Hmm, berabe kan
kalo udah gini?
Okee,
dari ustadz, solusinya, yaa kalian harus mempunyai, mencari dan
selalu belajar untuk mengenal dan menghadapi pasangan kalian
masing-masing, karena tidak semua orang dapat diperlakukan dengan
satu cara tertentu.
- Asma Nadia
Bunda yang satu ini,
aku sudah menjadi idolanya sejak lama. Buku-bukunya, usahanya, dan
visinya untuk membuat 100 rumah baca asma nadia, amat sangat membuat
lebih kagum kepada beliau. Muslimah yang sukses dengan segala
kesibukannya. Penulis, pengusaha, petualang, motivator dan lain lain.
Beliau pada seminar ini
menerangkan bagaimana “agar sakinah bersamamu”. Jadi bagaimana
trik dan trik apa saja yang dicari dari pasangan, agar bisa sakinah
bersama-sama.
Apakah hanya dengan
harta? Kecantikan? Kemapanan? Ketampanan?
Untuk
kemapanan, setiop orang mempunyai standar masing-masing, dan agar
dapat sakinah bersamamu, setiap pasangan harus mempunyai visi dan
misi yang sama untuk menuju syurga. Kucinya adalah “no excuse”.
Yaa, tidak ada alasan yang tidak bisa dilakukan untukmenuju
pernikahan yang dijalani. Setiap masalah, tanggapi dengan “no
excuse” karena, apabila terlalu banyak alasan, kita hanya akan
terpaku pada alasan-alasan dan kemungkinan-kemungkinan yang kadang
tidak sesuai dengan kehendak kita, atau memaksakan keinginan yang
sesuai dengan kehendak kita saja, tanpa memperhatikan perasaan atau
dampak yang akan timbul dengan pemaksaan kehendak kita.
Kesimpulan dari isi
seminar bunda asma nadia adalah “mencari istri atau suami tidak
hanya sekedar cinta, atau bahkan harta, akan tetapi bagaimana caranya
untuk sama-sama mempunyai visi
yang sama agar bisa sakinah sampai ke syurga”
Kemudian setelah
keempat pembiacara selesai menyampaikan semua materinya, giliran
acara do’a dan penutupan. Do’a dipimpin oleh Ustadz Bachtiar
Natsir langsung, dan penutupan diisi dengan semua panitia maju ke
depan podium. Alhamdulillah.
Okee ladies and guys,
berhubung sudah malam dan besok adalah senin, aku cukupkan yaa
sharingnya. insyaAlloh, next time kita sambung lagi. Fyi, no photos, -__-".
Jakarta,
14 April 2013, 20.00 PM
[late post] Pengajian Minggu di Istiqlal
Assalamualaikum
guys,
How
about your Sunday friends? I hope that it will be nice yah. Dan well,
it’s the second Sunday of this November, so it’s time to go to
Istiqlal. Yeahhh, ada pengajian bok dari Ustadz Abdullah Gymnastiar
alias Aa’ Gym dan duet dengan Yusuf Mansyur.
Aku
dan teman-teman datang terlambat, jam 10.30 baru sampek, alhasil
hanya menyimak sedikit dari kajian yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf
Mansyur. Yah, sedikit banyak nangkap lah ya, hehehe.
Next,
gentian Aa Gym yang ngisi nieh. Kalau aku ringkas dari isi kajiannya,
mereka membahas tentang bertawakal kepada Alloh.
Apa
itu tawakkal? Tawakkal artinya berserah diri. Yaa, kita selayaknya
berserah diri dan menyerahkan diri kepada Alloh. Biarkanlah Alloh
yang memutuskan, kita hanya wajib utnuk meyakini. Siapa lagi pemilik
kehidupan kkita kalo bukan Alloh? Masih mau mendustakannya? Enggak
kan.
Manusia
wajib berdo’a dan berikhtiar untuk setiap usaha ataupun kegiatan
yang kita lakukan. Untuk hasil akhir, Alloh Yang Maha Menetukan.
Betul tidak? Hehhee
Dan,
ada satu do’a dari Aa’ yang saya ingat, dan sebaiknya kalian juga
mengingatnya yaa. Beliau berujar apabila kita berdo;a ini setiap kali
keluar rumah, setan akan takut mendekat (intinya kita pasrah kepada
Alloh). Karena saya bukan orang pelit (gak pelit ko bilang-bilang,
hehehe), saya akan share do’anya., mudah diingat kok, dan semoga
bisa istiqomah yah,
“Allohumma
tawakkaltu illalloh, laa khaula wala quwwata illa billah”
That
it, mudah dan simple kan? Selamat mencoba yah.
Dan,
sesi terakhir yang membuat saya merinding adalah, ada 2 orang yang
masuk Islam. Subhanalloh, keislamannya disaksikan oleh seluruh
jama’ah yang hadir di masjid hari itu. satu cewek dan satu cowok.
Saat ditanya oleh Aa’, apa alasan terkuat anda masuk Islam, dia
menjawa “berdasar satu ayat yang ada di Al=Qur’an yaitu bahwa
tuhan itu tidak beranaka dan diperanakkan’. Yesss, Qul huwallohu
ahad. Tuhan itu Esa. Dan ternyata, dia melakukan pencarian akan
pembenaran Islam selama 8 tahun. Hmmm, dan hari ini dia berhasil
mengucapkan dua kalimat syahadat dengan ratusan orang sebagai saksi.
Barokallohu.
Oyaaa,
tadi sebelum masuk masjid, sempetin dlu lah narsis di depan dan di dalem masjid. Hehehe
~outdoor~
~indoor~
Apa
yang aku kenakan gak ada yang bermerk loh itu, tapi yang bikin special, long dress nya itu desain dari sauadaraku, thx mba pungky, :*, tapi setidaknya nyaman bangettttt….. :p
Wassalamualaikum
wr wb
Jakarta,
11-11-12
Attended Wedding's Party
Assalamualaikum,
hey hey hey.... how about your sunday guys? I hope that your good with your day. And i'll share you about my Sunday.
I attended 2 of my friends wedding party, luar biasa yah.
Yang pertama adalah teman kantor dan yang kedua adalah teman saat kost di temat lama. Untungnya waktu pestanya beda-beda, sehingga saya bisa menghadiri kedua acara tersebut.
Di pernikahan yang pertama, saya dateng sebelum pengantin pria nya datang (memang sengaja ingin melihat ijabnya), dan saya masuk di tempat rias nye pengantin. And, wow.. she's so beautiful.., tak lupa langsung jeprat jepret, hehehe. Tapi sebelum jeprat jepret ada yang lagi benerin hijabnya gitu, trus jadilah saya hijab stylish dadakan disana, xixixixi.
Here we are~
~cantiknya pengantennya~
kemudian acara di ijabnya pun berlangsung, diawali dengan pembacaan surat, tausyiah, sambutan dan langsung ke acara inti, ijab qabul. Selalu deh, saat liat ijab qabul, pasti langsung netes, hiks..hiks.. terharu and.... envy, :P.
The groom and the bride.
Kemudian acara selanjutnya adalah, acara khas Sunda yang kocak dan sakral sekali menurut saya. Semacam ada pemberian nasehat-nasehat penganten dengan menggunakan guyonan khas Sunda. Hmm, abdi mah moar..
prosesi injak telur dilanjutkan dengan pembasuhan kaki istri ke suami, sebagai tanda bakti.
sebar sawer (semacam lempar bunga yah, tapi lebih seru ini loh, heboh dan ceria banget, :D)
kemudian lanjut ke atas pelaminan, ada acara lagi yaitu rebutan ayam, lalu makan ayam bareng dan sungkeman.
And then, waktu yang ditunggu datang juga, makan makan, hahaha.
Disini cuman sempet apdet poto dikit ladies, maaf yaaa.. :P
outfit:
scraft : unbranded scraft
top: unbranded
flowery skrit: muslimah fashion store
bags: elizabeth
flat shoes: the sandals
Subscribe to:
Posts (Atom)
















