Showing posts with label motivation. Show all posts
Showing posts with label motivation. Show all posts

Good Things come in pairs

|
 
 
ketika kamu berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain
disana kamu akan belajar bagaimana MANDIRI, KESABARAN dan ARTI ORANG LAIN
(by, Mba Sri)

Kamu vs lingkunganmu

|


Kamu akan terbentuk sesuai dengan lingkunganmu

Itu statement yang saya temu dan saya amati atau mungkin yang saya jalani. Bagaimana sebuah lingkungan dapat memberikan pengaruh yang begitu mendalam bagi pembentukan kepribadian seseorang. Sebuah lingkungan yang baik, pastinya akan menularkan energy yang baik. Pun bagi lingkungan yang jelek pasti akan menularkan energy yang jelek.

Tak satupun yang tahu dari diri kita bagaimana kita akan dapat masuk dalam lingkungan yang baik ataupun buruk. Karena itu sesuatu yang pastinya sudah ditakdirkan oleh Alloh SWT. Akan tetapi, kita dapat memilih.

Kita diberikan kebebasan untuk memilih lingkungan seperti apa yang akan kita jalani, lingkungan apa yang akan kita mau, dan lingkungan apa yang akan membentuk pribadi kita.

Terlepas dari itu semua, pastilah kita mengetahui jika hidup sejatinya untuk dapat menjalankan sesuai dengan kehidupan. Bukan apa yang akan kita jalani kemudian tanpa tahu arah mana yang akan kita capai. Itu tidak akan membuat hidup kita baik-baik saja. Dengan perencanaan yang baik dan adanya pengelolaan yang baik pula bagi hidup, pastilah kita akan dapat damai hidup di bumi ini, bahkan nanti di alam yang kita tidak pernah tahu seperti apa wujudnya.

Nyata sekali jika lingkungan sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian seseorang. Lingkungan tidak hanya terbatas pada lingkungan keluarga, akan tetapi lingkungan non keluarga. Misalnya lingkungan sekolah, tempat les, tempat mengaji atau bahkan lingkungan dalam berorganisasi. Semua itu berperan penting dalam membentuk suatu kepribadian personal yang nyatanya akan membentuknya menjadi pribadi yang sekarang.

Saya jadi ingat akan suatu hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud, dimana:

“barangsiapa meniru-niru tingkah laku suatu kaum, maka dia tergolong dari mereka” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Bahkan dengan meniru-niru tingkah laku suatu kaum saja kita dapat digolongkan bahagian dari mereka.

Jadi, sudah jelas bukan ingin memilih lingkungan atau golongan yang mana dalam bergaul? Choose your choice.. ^^

 

Jakarta, 12.12.2013, 6.16 PM, Kost-an

What I am looking for?

|

 
Sejenak aku terpaku dengan pertanyaan diatas. Sesungguhnya, apa yang aku cari? Iya, apa yang aku cari? Atau mungkin dari semua pembaca ingin mengutaran apa yang kalian cari?

Sedikit ambigu memang pertanyaan ini. Banyak yang bisa kita cari dan akan kita jadikan alasan untuk sesuatu, bertahan akan keadaan misalnya.

Setiap dari kita pasti menginginkan sebuah goal atau suatu pencapaian yang diinginkan, misalnya pencapaian kebahagiaan. Level tertinggi dalam kehidupan seseorang yang ingin dicari apakah yang lebih berharga dari sebuah kebahagiaan?

Setiap orang tidak terkecuali saya pasti menginginkan kebahagiaan. Bukan hanya sebatas kebahagiaan semu yang bisa kita dapatkan sejenak. Tapi kebahagiaan yang sifatnya kekal dan mengikat. Bukankah begitu?

Lantas kebahagiaan apa yang sifatnya abadi?

Jika kita hanya berpikiran sebatas kehidupan dunia, kebahagiaan itu pastilah semu, kita akan selalu merasa kurang dan kurang dan untuk itu dianjurkannya kita untuk bersyukur. Agar apa-apa yang kita beroleh itu tidak hanya membuat kita cukup tapi juga bahagia. Tengoklah jika masih ada mimpi atau cita-cita yang ingin kau raih, kau pasti berupaya untuk bisa mewujudkannya bukan? Setelah terwujud, pastilah kau akan bahagia.

Menilik tentang kebahagaiaan abadi. Kebahagiaan abadi bisa diperoleh di akhirat (bagi umat moslem tentu tau ini, jika ada dua kehidupan yaitu kehidupan dunia dan kehidupan akhirat). Kehidupan akhirat adalah sekekal-kekalnya kehidupan bagi kita. Semua makhluk yang diciptakan oleh Alloh SWT.

Tujuan kehidupan di dunia adalah untuk mencari bekal yang akan kita bawa ke akherat nantinya. Lantas bagaimana caranya? Kita hanya focus memikirkan akherat tanpa ada kemajuan dan kemauan untuk akherat?

Hmmm, jangan langsung merasa bahwa kita harus benar-benar focus untuk mengejar akherat lantas melupakan kewajiban yang kita emban di dunia. Caranya bagaimana?

Alloh sudah mengakomodir semua kebutuhan makhlukNya, bahkan untuk mengenai cara beribadah kepadanya. Seperti ini, kita bekerja, kalau kita kerja hanya sekedar tanpa value plus yang ingin ditambah, tentulah kerja kita hanya sebatas mendapat gaji, pengalaman, pikiran dan tenaga yang terkuras untuk bekerja.

Tapi, hal itu akan berbeda jika meniatkan “ibadah” dalam kerja kita. Iyaa, kita niatkan ibadah semata untuk mengharap ridho dari Alloh, agar apa-apa yang kita kerjakan mendapatkan pahala dariNya. Pernah saya curhat dengan seorang rekan saat saya bertanya “bagaimana caranya agar bisa istiqomah dalam meniatkan kerja untuk ibadah? Seperti apa sebenarnya bekerja untuk ibadah itu?”

Secara bijak beliau mencontohkan “bekerja untuk ibadah itu kita menomorduakan pekerjaan, seolah-olah kita bekerja itu untuk menunggu waktu beribadah selanjutnya, bukan kita solat disaat break pekerjaan”. Hmm, sebuah mindset yang bagus, perubahan mindset yang bisa dimulai dari diri kita sendiri, dimana menjadikan pekerjaan sebagai selingan untuk menunggu waktu beribadah kepada Alloh. Subhanalloh. Betapa baiknya Alloh kepada hambaNya.

Sehingga, menurut praktisnya, niatkan sesuatu untuk beribadah kepada Alloh, bukankah Alloh sendiri yang berfirman “..dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”. insyaAlloh, kita tidak hanya mendapatkan keuntungan secara ragawi tapi juga rohani. Wallohu A’lam.

Jadi, hanyalah kebahagian hakiki yang seharusnya kita cari, tidak kurang dan tidak lebih. Apalah artinya kita bahagia didunia dengan banyaknya harta yang melimpah jika memperolehnya dengan cara yang kurang tepat, dan apalah artinya semua kebahagian di dunia yang hanya semu dan sementara? Jika nantinya di akhirat kita tersiksa di neraka?

 

Jakarta, 3 Desember 2013, Kost-an

 

Seminar Pranikah “Suci Cinta, Raih bahagia”

|

Assalamualaikum wr wb,

Hello everybody, hello Sunday. Mau sharing nih tentang hari mingguannya aku (sok artis banget, hehehe). Di hari minggu ini, aku dan teman-teman menghadiri sebuah seminar yang mungkin sangat sensitive bagi wanita seusia aku (uhuk) dan memang sudah masa-masanya pengen kali yah, :P. yak, aku sama teman-teman kantor, mengikuti sebuah seminar pra nikah yang diadakan oleh APWA (arRahman Pre Wedding Academy), sebuah lembaga non formal yang memberikan semacam les-les untuk menuju rumah tangga dan mengurusi rumah tangga yang Islami. Siapa yang mau join? Seminar ini dilaksanakan di Smesco UKM.

Academy ini digagas oleh seorang Ustadz yang sangat familiar, yaitu Ustadz Bactiar Natsir. Dan akademi digelar selama 3 bulan, setiap weekend, bagi yang berminat bisa langsung ke AQL (Arrohman Qur’an Learning centre, for more information).
Sekarang aku ingin membahas saja yah tentang apa yang aku dapat di seminar tadi,semoga bermanfaat dan syukur-syukur kalau ada yang menerapkan, . Di seminar ini terdapat 4 pembicara, mari kita bahas satu-satu:

  1. Shofwan Al Banna
Jujur saja, sebenarnya untuk 2 pembicara di awal (ustadz Al banna dan Bachtiar) aku tidak begitu menyimak karena aku setengah sadar, alias ngantuk berat coy, tetiba tertidur, hohoho, maaf yaa guys, jadi gak bisa share semuanya. Tapi aku nangkep intinya sih.

Jadi, untuk Ustadz Al Banna, penekanan lebih pada makna cinta yang hakiki, dan bagaimana cinta itu, serta nantinya cinta itu bermuara dimana agar tidak salah kaprah penggunaannya. #ihir,aku masih inget

Jadi, kenapa sekarang marak kasus remaja-remaja yang galau karena setelah patah hati atau gimana, itu karena mereka salah atau belum faham dimana harus menempatkan cinta itu.

Solusi yang ditawarkan untuk orang yang sedang dilanda cinta memang menikah, tapi tidak juga dengan hanya sekedar jatuh cinta kita lantas menikah, karena pernikahan menyangkut berbagai aspek yang sangat penting, untuk tercapainya keluarga yang samara (sakinah, mawaddah, warrohmah). Dan pemaknaan cinta yang hakiki ditujukan untuk Alloh.

Beliau juga menyebutkan bahwa, pernikahan itu sebagai proyek peradaban. Artinya? Yang penasaran boleh comment, atau diterka-terka dulu saja untuk diskusi yah.

Okee, ada penutup yang sangat bagus nih dari slide yang diberikan oleh beliau:
tak terlalu tinggi cita-citaku. Impianku kita punya rumah di atas gunung. Rumah yang sederhana seperti pondok. Hawanya bersih, sejuk dan pemandangannya indah. Kau tanam bunga-bunga dan aku menanam sayur sendiri. Aku kumpulkan muda mudi kudidik mereka menjadi patriot sejati”
(Surat Cinta Bung Tomo kepada Lies, istrinya).

  1. Bachtiar Natsir
Ustadz yang menggagas adanya APWA ini, sudah bisakah ditebak apa yang diampaikan oleh beliau? Hehe, ayo guys, apa? Nyerah? Okee deh, aku jabarin yaa, karena memang juga sembari ngantuk-ngantuk (efek belom sarapan juga kali yah, :P)

Si Ustadz menjelaskan tentang tahapan yang dilalui dalam pernikahan, apa saja?
Aku dulu pernah janji akan membahas yaa, tapi maaf guys belum sempat semuanya, jadi ini juga ak pending ya neranginnya, kalian mencari-cari saja dulu infonya dari yang lain. Okeee??? Biar lengkap saja nanti pembahasannya. Wait yaa ladies-ladies and guys-guys.

  1. Salim A Fillah
Ustadz Salim A fillah mengisi setelah makan siang, dank arena waktu siang yang lumayan lama (plus solat, dan aku sedang tidak solat), maka waktu setelah makan aku gunakan untuk tidur di kursi, 15 menit yang berkualitas, dan Alhamdulillah saat sesi setelah makan siang ini, aku gak ngantuk, :D, banyak menyimak dan semoga bermanfaat yaaa pastinya.

Okee, kalau aku melihat, memakan dan kemudia mencerna dari seorang Ustadz Salim A Fillah, beliau sangat-sangat puitis dan maybe romantic. Dan hari ini, saya melihat beliau secara langsung, biasanya hanya mengikuti kuliahnya di twitter (you can follow his @salimafillah).

Okee, back to topic, menurutku, apa yang beliau terangin lebih ke psikologis dalam menghadapi perbedaan antara suami dan istri saat nanti berumah tanga. Karena memang suami dan istri kan berbeda yaa, pria dan wanita gitu loh, dan pasti wataknya pun berbeda, perlakuan kepada masing-masingnya juga berbeda, dan mereka mempunyai cara yang berbeda-beda untuk mengungkapkan amarah, uneg-uneg, kesenangan, keromantisan dalam hubungannya dengan pasangannya. Bukan begitu?

Karena memang struktur otak pria dan wanita yang berbeda, jadi terdapat perbedaan dalam menyampaiakan, sperti yang aku apparin di atas. Contohnya nih, wanita itu jika ada masalah, memang sudah menjdai wataknya, dia membutuhkan tempat untuk mencurahkan persoalannya, baik itu nantinya ada solusi atau tidak, akan tetapi wanita jika ada amsalah pasti akan lega jika sudah membicarakannya. Berbeda dengan pria, terkadang jika ada masalah mereka cenderung diam, kenapa? Karena memang mereka tidak ingin membahasnya, disamping itu untuk mencari solusi, apabila dia didesak untuk menjawab, ujung2nya adalah si pria tetap diam dan mungkin sedikit tidak enak, nah disini, pasti si wanita merasa tidak dihargai dan tidak dipercaya sebagai tempat curhat. Hmm, berabe kan kalo udah gini?

Okee, dari ustadz, solusinya, yaa kalian harus mempunyai, mencari dan selalu belajar untuk mengenal dan menghadapi pasangan kalian masing-masing, karena tidak semua orang dapat diperlakukan dengan satu cara tertentu.

  1. Asma Nadia
Bunda yang satu ini, aku sudah menjadi idolanya sejak lama. Buku-bukunya, usahanya, dan visinya untuk membuat 100 rumah baca asma nadia, amat sangat membuat lebih kagum kepada beliau. Muslimah yang sukses dengan segala kesibukannya. Penulis, pengusaha, petualang, motivator dan lain lain.

Beliau pada seminar ini menerangkan bagaimana “agar sakinah bersamamu”. Jadi bagaimana trik dan trik apa saja yang dicari dari pasangan, agar bisa sakinah bersama-sama.

Apakah hanya dengan harta? Kecantikan? Kemapanan? Ketampanan?
Untuk kemapanan, setiop orang mempunyai standar masing-masing, dan agar dapat sakinah bersamamu, setiap pasangan harus mempunyai visi dan misi yang sama untuk menuju syurga. Kucinya adalah “no excuse”. Yaa, tidak ada alasan yang tidak bisa dilakukan untukmenuju pernikahan yang dijalani. Setiap masalah, tanggapi dengan “no excuse” karena, apabila terlalu banyak alasan, kita hanya akan terpaku pada alasan-alasan dan kemungkinan-kemungkinan yang kadang tidak sesuai dengan kehendak kita, atau memaksakan keinginan yang sesuai dengan kehendak kita saja, tanpa memperhatikan perasaan atau dampak yang akan timbul dengan pemaksaan kehendak kita.

Kesimpulan dari isi seminar bunda asma nadia adalah “mencari istri atau suami tidak hanya sekedar cinta, atau bahkan harta, akan tetapi bagaimana caranya untuk sama-sama mempunyai visi yang sama agar bisa sakinah sampai ke syurga

Kemudian setelah keempat pembiacara selesai menyampaikan semua materinya, giliran acara do’a dan penutupan. Do’a dipimpin oleh Ustadz Bachtiar Natsir langsung, dan penutupan diisi dengan semua panitia maju ke depan podium. Alhamdulillah.


Okee ladies and guys, berhubung sudah malam dan besok adalah senin, aku cukupkan yaa sharingnya. insyaAlloh, next time kita sambung lagi. Fyi, no photos, -__-".

Jakarta, 14 April 2013, 20.00 PM

[late post] Pengajian Minggu di Istiqlal

|

Assalamualaikum guys,

How about your Sunday friends? I hope that it will be nice yah. Dan well, it’s the second Sunday of this November, so it’s time to go to Istiqlal. Yeahhh, ada pengajian bok dari Ustadz Abdullah Gymnastiar alias Aa’ Gym dan duet dengan Yusuf Mansyur.

Aku dan teman-teman datang terlambat, jam 10.30 baru sampek, alhasil hanya menyimak sedikit dari kajian yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Mansyur. Yah, sedikit banyak nangkap lah ya, hehehe.
Next, gentian Aa Gym yang ngisi nieh. Kalau aku ringkas dari isi kajiannya, mereka membahas tentang bertawakal kepada Alloh.

Apa itu tawakkal? Tawakkal artinya berserah diri. Yaa, kita selayaknya berserah diri dan menyerahkan diri kepada Alloh. Biarkanlah Alloh yang memutuskan, kita hanya wajib utnuk meyakini. Siapa lagi pemilik kehidupan kkita kalo bukan Alloh? Masih mau mendustakannya? Enggak kan.

Manusia wajib berdo’a dan berikhtiar untuk setiap usaha ataupun kegiatan yang kita lakukan. Untuk hasil akhir, Alloh Yang Maha Menetukan. Betul tidak? Hehhee

Dan, ada satu do’a dari Aa’ yang saya ingat, dan sebaiknya kalian juga mengingatnya yaa. Beliau berujar apabila kita berdo;a ini setiap kali keluar rumah, setan akan takut mendekat (intinya kita pasrah kepada Alloh). Karena saya bukan orang pelit (gak pelit ko bilang-bilang, hehehe), saya akan share do’anya., mudah diingat kok, dan semoga bisa istiqomah yah,

Allohumma tawakkaltu illalloh, laa khaula wala quwwata illa billah”

That it, mudah dan simple kan? Selamat mencoba yah.
Dan, sesi terakhir yang membuat saya merinding adalah, ada 2 orang yang masuk Islam. Subhanalloh, keislamannya disaksikan oleh seluruh jama’ah yang hadir di masjid hari itu. satu cewek dan satu cowok. Saat ditanya oleh Aa’, apa alasan terkuat anda masuk Islam, dia menjawa “berdasar satu ayat yang ada di Al=Qur’an yaitu bahwa tuhan itu tidak beranaka dan diperanakkan’. Yesss, Qul huwallohu ahad. Tuhan itu Esa. Dan ternyata, dia melakukan pencarian akan pembenaran Islam selama 8 tahun. Hmmm, dan hari ini dia berhasil mengucapkan dua kalimat syahadat dengan ratusan orang sebagai saksi. Barokallohu.
Oyaaa, tadi sebelum masuk masjid, sempetin dlu lah narsis di depan dan di dalem masjid. Hehehe


~outdoor~


~indoor~



Apa yang aku kenakan gak ada yang bermerk loh itu, tapi yang bikin special, long dress nya itu desain dari sauadaraku, thx mba pungky, :*, tapi setidaknya nyaman bangettttt….. :p


Wassalamualaikum wr wb


Jakarta, 11-11-12


You’ll be great, sure!!!!

|


pic: original design by me

Seringkali, terkadang atau bahkan jarang, apa yang menjadi keinginan kita susah sekali terwujud. Bagaimana tidak? Banyaknya kebutuhan dan keinginan yang ingin kitra capai, kadang tidak sebanding dengan usaha yang kita lakukan. Setuju?

Misalnya nih, kita pengennya dapat nilai yang bagus. Tapi, usaha yang dilakukannya hanya tidur, nonton tivi. Belum ada perkembangan dan pengembangan diri dalam hal peningkatan kualitas belajarnya. Sehingga apa yang didapat, yaa sesuai dengan apa yang diusahakannya.

Saat melakukan sesuatu, Tuntaskan. Apabila itu tujuanmu, jangan patahkan arangmu di sela-sela kegalagalan-kegagalan kecil yang menghimpit. Semuanya ada tujuan dan hilmahnya. Jarang sekali ada orang yang sukses dengan satu langkah, pasti dia mencoba dan menerapkan system “trial and error” yang memang dibutuhkan. Bisa juga, itu adalah ujian yang memang dipersiapakn untuk menjadi orang hebat.

Saat kau melakukan pekerjaan setengah-setengah, hasil yang didapat juga setengah-setengah. Gak mau kan? Maunya sempurna. Sesuatu memiliki kadar sempurnanya masing-masing. So, jangan kuatir kalau terkadang, apa yang kalian raih masih jauh dianggap kurang sempurna. Tapi, kalian akan merasa sempurna dan berhasil kalau melakukannya dengan keringat kalian sendiri, tanpa embel-embel perbuatan yang tidak terpuji.

Sobat, ayo bangkit. Pengen apa sih? Kalian pasti bisa. Apapun itu, dengan tekad dan usaha yang hebat. Mau jadi orang hebatpun, pasti bisa. Gak ada yang gak mungkin di dunia ini. Jangan lupa, tetep do’a dan usaha yaaaa.

Kamu akan menjadi apa yang kamu pikirkan dan bayangkan!!!!!

Jakarta, 12 July 2012, 8.30 PM

Ramadhan, aku siap menjemputmu :)

|



                                            pic by: thesandy.wordpress.com

Assalamualaikum.wr.wb

Ini bulan apa ya? July? Iyaa, july, selain itu? emmmm…… sya’ban sodara-sodara. Iyaaa, Sya’ban dalam kalender Hijriah, itu berarti, sebentar lagi kita akan bertemu dengan bulan yang suci, bulan penuh berkah, ampunan dan limpahan pahala. RAMADHAN. Siapa yang gak suka kalo ramadhan datang? Angkat tangan, hehehe.

Biasanya nie, sebelum Ramadhan, apa ajaa sie yang mesti kudu harus dan wajib disiapin? Baju baru? Mukena baru? Sajadah baru? Sarung baru? Hmmmm, bisa sie bisa, dengan niatan, semoga memakai yang “baru-baru” itu kita bisa lebih khusyuk beribadah, lebih dekat dengan Alloh dan yang pasti bisa menjadi manusia unggul setelah ramadhan. Siapa yang mau?

Oke, sebenarnya. Selain yang “baru-baru” itu yang harus dipersiapkan, kenapa sie, kita tidak melihat lagi ke dalam diri kita secara lebih mendalam dulu. Sudah siapkah saya, kamu, mereka dan kita tatkala ramadhan datang? Siap secara lahir dan batin ya tentunya, J. Mari kita liat dan telisik lebih jauh.

Persiapan lahir

Emmm, tentunya, melaksanakan kewajiban puasa selama sebulan penuh sudah menjadi “rutinitas” tahunan tiap muslim dan muslimah di segala penjuru dunia. Yaa, bulan itu ada dan datang tiap tahunnya. Berat? Tergantung dari pribadi masing-masing menyikapi dan menjalaninya. Fitrohnya, kita harus senang dan menyambut dengan baik datangnya bulan ramadhan ini. Untuk itu, diperlukan persiapan lahir. Yaaa, saya menyebutnya seperti itu. apa saja yang bisa kita persiapkan untuk menyambut ini dan tidak “kaget” jika kita tiba2 puasa sebulan penuh (kecuali yang berhalangan) dan melakukan ibadah-ibadah yang (mungkin) sebelumnya tidak maksimal pelaksanaannya, seperti saat ramadhan datang. Betul gak? Ayoo ngaku yang biasanya gitu. Hehehe.

Eniwei, sebenernya kita perlu untuk menyiapkan “persiapan lahir” ini jauh-jauh hari sebelum ramadhan datang. Mau tau caranya?

1.     Puasa sunnah
Puasa sunnah, pasti sebagian besar kita pernah atau malah seing melakukannya kan. Disamping untuk “amunisi” menjelang ramadhan, pastinya pahala pada mau kan. Tapi itu tergantung dengan keihlasan dan kesungguhan kita dalam menjalankannya.
Puasa sunnah, ada bermacam-macam, antara lain (sok resmi, :P) :
a.    Puasa senin – kemis
b.    Puasa daud (sehari puasa dan sehari tidak)
c.    Puasa pada tanggal 13, 14 dan 15 tiap bulan Hijriah
d.    Puasa Sya’ban
e.    puasa syawal (jelas dilaksanakan setelh Idul Fitri)
f.    dll, CMIIIW yaa reader, ditambahi juga boleh, J

2.    Solat sunnah
Solat sunnah banyak dan bisa dilakukan sepanjang hari. Dan jumlah roakaatnya pun anjurannya berbeda-beda. Ini nih macem2 solat sunnah yang sering dilakukan.
a.    Solat Rowatib (solat sunnah yang mengiringi solat wajib, ada yang sebelum, setelah dan sebelum-setelah)
b.    Solat Dhuha (solat yang dilaksanakan waktu dhuha, kira-kira jam 7 am – 11 am). Baiknya minimal 4 rokaat, bisa 12 rokaat lebih bagus. J
c.    Solat tahajjud (solat ini paling baik dilakukan di sepertiga malam). Boleh min 2 rokaat. Mau lebih yoo monggo.
d.    Solat Tobat (dapat dilakukan saat solat tahajud sekalian)
e.    Solat Hajat
f.    Solat witir
g.    Dll, tambahin

Sebenarnya, masih banyak solat-solat sunnah lainnya, akan tetapi, kalau kita bisa melaksanakan beberapa macam solat sunnah di atas, menurut saya sudah good, J

3.    Tilawatil Qur’an
Ini nih, kadang yang susah dan males ngelakuin. Baca AlQur’an. Padahal, dengan baca ini, bisa membuat hati nyaman, tenteram, apalagi dengan pemahaman akan artinya dari terjemahan. Lebih baik lagi kalau mengamalkan apa yang ada di Alqur’an dalam kehidupan sehari-hari. Wanna? Let’s do it.
Baca Alqur’an harus dilakukan tiap hari, meski hanya beberapa ayat, dengan membacanya tiap hari, kita akan tetap terjaga dan “tidak lupa” dengan tata cara bacaan AlQur’an. Coba saja seminggu tanpa baca AlQur’an, saya rasa, saat membacanya lagi, pasti akan kagok dan ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat baca.
Betewe, alangkah baiknya, kalo dibaca tiap hari yah. Amiiinnnn.

4.    Baca buku
Sebenernyaa, ini berdasar pada hobby saya yang notabene suka baca dan nulis. Hehehehe. Jadi, ga ada salahnya menjelang ramadhan kita persipakan dengan membaca. Tidak harus buku sih, jaman uda canggih gini. Hehehe. So, bacalah buku atau artikel atau berita apapun yang bermanfaat. Okeee????
5.    ………………………………
6.    ………………………………
7.    ………………………………
Tiap orang punya persipaan lahir masing-masing, so silahkan isi sendiri yaa.

Next, lanjut ke persiapan berikutnya, yaitu persiapan batin.

Persiapan ini, sebenarnya gak jauh-jauh ama yang namanya badan. Iyaaa. Persiapan ini juga perlu. Kalau stamina gak fit, pasti saat puasa juga tambah loyo, bawaanyya males-malesan. Padahal, lebih baik diisi dengan hal-hal yang menumbuhkan kreatifitas, bakat dan produktifitas diri. So, supaya tetap sehat selama puasa, berikut tips nya:
1.     Olahraga
2.    Jangan tidur lagi setelah menunaikan solat subuh, atau sahur. Tidur dapat dilakukan after dhuhur bagi yang free yaa, hehehe :P.
3.    Makan makanan yang bergizi, seperti sayuran, buah, lauk pauk yang cukup plus susu
4.    Satu yang paling penting. Bersihkan hati dari sifat-sifat yang dapat merusak kebersihan hati, seperti: sombong, iri, hasut. Dll.
5.    ………………..
6.    ……………………..

You can answer it by yourself, J

Saya rasa, tulisan saya sudah cukup untuk malam ini. Kapan waktu kita sambung lagi, sudah malem coy, besok harus masuk kerja. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semuanya dalam persiapan sambut ramadhan, bulan suci yang selalu saya dan kita semua nanti-nantikan. sudah siapkah kalian??? Happy Sya’ban Month everybody. Keep helath, spririt, handsome and beautiful,,, ;)

Wassalamualaikum.wr.wb

Jakarta, 8 July 2012, 21.00 PM