Being single traveler on Makassar, why not? (Part 1)

|


Sabtu, 20 April 2013

     Pagi itu selepas menjelang Subuh, aku sudah siap dengan sebuah tas ransel di punggung dan satu tas selempang kecil. Kukeluarkan motor dan berangkat menuju stasiun gambir dengan diantar oleh teman satu kost, Nurul. Sesampai di gambir, kita bertanya dan mencari letak keberadaan pangkalan bus damri yang akan mengantarkanku di bandara. Mendekati tempat pangkalan, suara adzan subuh berkumandang. Langsung menuju musholla untuk melakukan ibadah solat subuh terlebih dahulu. Selepas solat, aku langsung menuju pangkalan damri. Nurul kembali pulang, karena dia juga ada acara ke nikahan rekan kerja yang ada di Bandung.

    Baru sebentar setelah aku naik, bus damrinya pun berangkat. Menjelajahi jalanan Jakarta di pagi hari yang masih tenang dan sejuk tentunya. Dengan ongkos sebesar Rp. 25.000,- aku bisa sampai di bandara dengan selamat, dan sayangnya aku hampir tidak boleh melakukan check in, mengingat CItilink melakukan penutupan check in 30 menit sebelum keberangkatan. Akan tetapi, melihat gelagatku yang mupeng banget ingin pergi kali yah, mbak2 nya tetap membolehkan aku check in, dan kertas yang aku print itu tidak begitu jelas kode bookingnya, tapi untungnya tetap bisa. Dan lebih senangnya, aku dapat tempat duduk disebalah jendela, 24F, yeay, me likey.

    Liburan ke Makassar ini memang dulu belum terpikirakan akan tetap aku jalani, mengingat di Makassar tidak ada teman dekat atau bahkan saudara, tapi pas ada promo citilink ke semua rute, yang aku beli pada Februari lalu, aku langsung memilih Makassar. Bayangan Makassar seperti apa juga belum tahu, apalagi memikirkan akan berangkat kesana, sendiri. Aku berhasil mendapatkan tiket dari sebuah birojasa travel sebesar Rp. 460.000,- PP. lumayan murah kan? Hehehe.

    Kenapa aku sempat berpikiran untuk tidak jadi berangkat ke Makassar? Awalnya, aku mempunyai kenalan, tepatnya temennya temenku si Umzy yaitu mba Ratri atau yang biasa dipanggil Mbak Binbon, yang tiba-tiba hadir di kepalaku setelah lebih dari seminggu tiket ke Makassar ada di tangan. Entah kenapa tetiba terfikir dan teringat kalau mba binbon kerja di Makassar. Aku langsung kontak umzy untuk meminta kontak mba binbon. Dan hasilnya oke, beliaunya bisa. Tapi, 3 hari sebelum keberangkatan beliau membritahu akalu ada acara gathering dikantornya dari tanggal 19-21 April 2013. Wah, padahal rencananya disana dari tanggal 20-22 April. Sempet akan mengurungkan niat untuk tidak berangkat, tapi setelah ditimbang-timbang, akhirnya aku tetap berangkat. Bismillah.

    Jam 06.40, semua penumpang beranjak maju menuju pesawat, dan ini kali pertama aku menaiki Citilink, :P. pemandangan pagi yang begitu cerah langsung membuatku untuk tak bisa membiarkan kamera diam begitu saja, hehe. I love the sky, I love the beautiful scene of that. And here, some pictures that I took on the airplane, sebelum, sesaat dan setelah bangun dari tidur, :P.


~matahari menyapa dengan terang kan?~


                                                 ~samudera di atas awan (kayak di 5cm aja)


 -I don’t know what the island is?~



~the topography of Makassar city (actually, city near Sultan Hassanuddin Int. Airport) see on my airplane~

     Tepat pukul 10.05 WITA, pesawat mendarat dengan lancer dan halus di Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Oiya, saat di pesawat, kursi seberang dari tempat dudukku (kebeutlan, di dertan kursiku, cuman aku aja penumpangnya), ada keluarga kecil gitu, mereka mempunyai baby, dan babynya itu nangis 30 menit sebelum pesawat berhasil landing. Hemm, cup cup dek, kamu hampir sampai kok. Disini ada pelajaran yang bisa diambil. Apa? Kesabaran seorang ibu dalam menghadapi anaknya yang menangis meraung-raung tak terkendali. Dengan penuh cinta si Ibu tetap berusaha menenagkan anaknya, mungkin di satu sisi dia merasa tidak enak dengan penumpang-penumpang lain yang harus “terganggu” dengan tangisan anaknya, tapi disisi lain, dia hanyalah seorang ibu yang harus tetap menjaga anaknya.

Memasuki bangunan Bandara Sultan Hasanuddin, sangat luas, lapang dan rapi. Teratur dan banyak pemandangan yang “waw” ditambah adanya iringan music dari group music asli Makassar mungkin yaa, aku hanya memfoto sekilas:

Lanjut perjalanan, si perut sudah bernyanyi-nyanyi meminta hak nya untuk diisi sesegera mungkin. Bingung mau makan apa, padahal banyak pilihan. Dan yang beruntung aku pilih adalah.. tarraaaa…. CFC, -__-“


    Setelah puas terisi, aku lantas keluar bandara untuk menuju destinasi utamaku di Makassar, apalagi kalau bukan Taman Nasional Bantimurung. Fyi, bandara ini, jalan masuknya sangat jauh, sehingga apabila dari bandara ingin keluar juga jauh, tapi jangan khawatir, kalau ingin cepat bisa naik taksi, ojeg atau ada alternative murah berupa ngkutan damri gratis hingga ke depan bandara, akan tetapi untuk angkutan gratis tergolong lama, karena harus menunggu sampai penuh baru berangkat. So, mau pilih apa? Terserah anda.

    Oke, back to how to go to Bantimurung. Sebelum ke Makassar, sehari seblum aku sudah searching dan membaca-baca blog-blog yang menceritakan tentang caranya pergi ke Bantimurung. Karena aku ingin berhemat dan teantunya liburan ala backpack, aku memilih sara gtransportasi yang murah saja, yaitu pete –pete (angkot). Sebelum naik angkot harus keluar dari bandara dulu, aku memilih naik ojek, dengan ongkos Rp. 20.000,-. Selain dengan pete-pete, bisa dengan mobil sewaan atau taksi ya, terserah ingin kesananya bagaimana.

     Dari ojeg, saya diantar ke jalan Poros. Disini saya naik pete-pete yang tujuannya ke pasar sentral Maros. Sesampainya di pasar sentral, saya turun dan mencari lagi angkot yang jurusan ke Bantimurung. Alhamdulillah langsung dapet juga dan langsung berangkat juga. Jangan sungkan untuk bertanya, angkot jurusan dimana, karena ngkotnya tidak ada tulisan jurusan kemana, sehingga daripada nyasar, alangkah baiknya nanya-nanya dulu ya. Di angkot yang kedua, saya mengobrol edngan penduduk Bantimurung. Mereka kaget tahu saya datang sendiri, dan akan ke Bantimurung pula. 
“adek masih sekolah, ditugaskan kah disini? Jauh kali e sampe Bantimurung”

    Hahaha, I love that logat, and i miss them, all people on pete-pete . Disangkanya aku masih sekolah, makasih loh buk, hehehe.

    Mendekati TN, sudah ada plang pintu masuk bergambar kupu-kupu yang guuuueeeede dan ada patung, entah monyet atau apa yaa itu, tak kalah guueeeedenya. Angkot masuk sampai mendekati para penjual souvenir. Aku turun. Amazing, dengan Rp 30.000,- aku sudah sampai di Bantimurung. Lantas beli tiket masuk sebesar Rp 15.000,-. Sebelumnya di angkot sempat dikasih cerita, kalau Bantimurung sebenarnya tidak boleh diknujungi karena ada korban jiwa akibat dipatok ular. Hmmm, hampir aku balik, tapi sudah nanggung nyampai sini, lanjut dah, mari buktikan dan cari keterangan disana. :D.


(lagi-lagi) ditanya “sendirian mbak?” kali ini oleh penjaga pintu gerbang masuk. Dan memang, rata-rata yang datang kesana, minimal membawa pasangan mereka, paling banyak meang rombongan keluarga atau komunitas gitu. Hemmm, pada heran kali yaa ada bocah nyasar sendirian di Bantimurung. Never mind, gak usah dipeduliin, yang penting jalang-jalang (kalau kata orang sini).

Memasuki Bantimurung, suara meriah dan khas hutan mulai terdengar, yang paling gedhe adalah suara air terjun yang ternyata airnya sedang deras sekali arusnya, walhasil aku tidak bisa bermain-main disana, oke rencana buat mandi di bawah air terjun gagal, tapi tidak apa-apa, setidaknya aku bisa melanjutkan perjalan lagi. 


    Menaiki tangga, ada penunjuk arah menuju danau.. dan goa Batu. Di pinggiran danau itu, apabila sedang musim kemarau, kupu-kupunya banyak, sayangnya aku kesini bukan saat kemarau, jadi hanya ada satu dua kupu-kupu yang terbang.

    Subhanalloh, melihat pemandangan yang masih asri dan segar seperti ini, membuatku betah berlama-berlama untuk mengabadikan gambar dan melanjutkan perjalanan. 

    Setelah meleawati danau, melewati tanjakan dan turunan, ada tanjakan lagi, dan ternyata untuk masuk ke Goa. Ada mas-mas yang mengikutiku dan pasangan di depanku, tapi pasangan didepanku tidak ingin melanjutkan masuk goa. dan mungkin memang seperti ini yah kalau kesini? :P



    Aku tentu saja mau, meski awalnya sempat takut jika harus sendirian, tapi dipikir-pikir rugi sekali sudah sampai disni tidak dil;anjut dengan caving sekalian. Okeh, saya tidak punya sandal gunung, dan dipinjami oleh masnya akhirnya. Oke, untuk caving ini, cukup menyewa senter sebesar Rp 10.000,- dan ongkos sukarela untuk guide nya, baik banget yak, jadi terharu aku.

  Dia dengan senang hati menerangkan detail dan sejarah dari goa ini, jadi goa ini merupakan beberapa bagian dari tempat bertapa raja, persembunyian, ada tempat solat dan wudhu nya raja juga. Subhanalloh. pengen tahu? masuk saja dan nikmati sendiri yah pemandangan di dalemnya, biar seru, kalau aku share semua fotonya nanti enggak jadi kejutan dong, :).



~ Go ahaed to finished my 1st caving, ~

    Setalah puas berjalan-jalan melihat goa dan puas mengobrol dengan masnya tentang Bantimurung dan isu yang sempat menerpa, yang ternyata memang hanya sebuah isu, mas nya pamitan hanya bisa mengantar sampai di dekat danau. Dan aku kembali sendiri menikmati Bantimurung.

   Aku melanjutkan untuk memasuki museum dan penangkaran kupu-kupu. Disini, ada sebuah keluarga yang menyewa satu guide, insting backpack bekerja, mari ikutan nimbrung, biar irit ongkos guide yang menerangkan, hehehe. Dan ini  foto yang ada di museum dan penangkaran kupu-kupu.






    Then, the journey on Bantimurung had been done. Apa yang aku baca dari sebuah buku di perpustakaan sewaktu di SD itu, dan kini aku berhasil menginjakkan kaki disini. Di tempat surganya kupu-kupu (The Kingdon of Butterflies, julukan para Belanda), meski tidak bisa melihat secara lagsung kupu-kupu beterbangan secara bebas dan banyak disini. Memang benar, bila sedang musim kemarau, air terjun dan sumber-sumber air lain yang lain yang ada disini akan berwarna biru muda, dan apabila hujan turun, akan membentuk seperti salju yang turun. Dan apabila musim setelah hujan (sebelum kemarau) biasanya airnya berwarna hijau. Subhanalloh, dan nikmatNya manakah yang akan kau ingkari? Terimakasih buku di SD ku yang sudah member gambaran, jauh sebelum akhirnya aku bisa kesini. Kenangan masa lalu itu hadir kembali di edaran kepala, .


   Setelah puas dengan TN Bantimurung, aku langsung berjalan ke depan, ke tempat angkot yang akan membawaku ke kota Makassar, yaa aku meilih berjalan, ingin lebih meniikmati perjalanan disini. Sebenarnya, selain TN Bantimurung, ada objek wisata lain, yaitu Leang-Leang, katanya semacam gunung kapur gitu, tapi aku tidak mampir. Mungkin ada dari teman-teman yang ingin kesana? Share cerita yaa.

    Masih dengan pete-pete, aku duduk di depan, dan ternyata pete-pete nya menuju arah Dayak. Sebenernya untuk ke kota Makassar bisa dengan pete-pete yang arah Dayak ini, nanti turun di perbatasan, lanjut dengan pete-pete lainnya. Karena macet, sebelum perbatasan aku meminta turun kepada abang pete-pete yang baik hati, aku melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taksi. hahaha. 

   Daerah yang aku tuju yaitu kost mba binbon di pettarani. Dan ternyata, taksi disini naiknya kenceng bok, ngebut banget, -__-“. Alhamdulillah sampai dikost dengan selamat. Tapi ternyata, teman mba binbon, yaitu mba nonot yang dititipin kunci sedang nonton di MP (Mall Panakkukang). Akhirnya aku nyusul kesana dengan menggunakan bentor. Yaa, mari mencicipi mall yang ada di Makassar, hehehe.

    Akhirnya ketemu dengan mba nonot dan mas gun suaminya. Diajakin makan dulu di mie titi. Mie khas Makassar loh, yang mie nya kering dan disiram dengan kuah kental dengan berbagai macam isi, ada sayuran, daing ayam, baso dan udang. Nice, I’m full.


Lantas, lanjut ke kost, istirahat. 

    Alhamdulillah, jam 11 malem, mba ratri pulang, gatehringnya dipercepat. Sehingga hari kedua di Makassar, aku ada temannya maen. Yeay.

Oke, untuk hari ini aku cukupkan dulu ya. Hari keduanya, next post. 


Happy travelling all.



FYI, not allowed to copy the content of this blog and photos without permittion. Thx.


Jakarta, 22 April 2013. 19.00 -20.15 PM


Seminar Pranikah “Suci Cinta, Raih bahagia”

|

Assalamualaikum wr wb,

Hello everybody, hello Sunday. Mau sharing nih tentang hari mingguannya aku (sok artis banget, hehehe). Di hari minggu ini, aku dan teman-teman menghadiri sebuah seminar yang mungkin sangat sensitive bagi wanita seusia aku (uhuk) dan memang sudah masa-masanya pengen kali yah, :P. yak, aku sama teman-teman kantor, mengikuti sebuah seminar pra nikah yang diadakan oleh APWA (arRahman Pre Wedding Academy), sebuah lembaga non formal yang memberikan semacam les-les untuk menuju rumah tangga dan mengurusi rumah tangga yang Islami. Siapa yang mau join? Seminar ini dilaksanakan di Smesco UKM.

Academy ini digagas oleh seorang Ustadz yang sangat familiar, yaitu Ustadz Bactiar Natsir. Dan akademi digelar selama 3 bulan, setiap weekend, bagi yang berminat bisa langsung ke AQL (Arrohman Qur’an Learning centre, for more information).
Sekarang aku ingin membahas saja yah tentang apa yang aku dapat di seminar tadi,semoga bermanfaat dan syukur-syukur kalau ada yang menerapkan, . Di seminar ini terdapat 4 pembicara, mari kita bahas satu-satu:

  1. Shofwan Al Banna
Jujur saja, sebenarnya untuk 2 pembicara di awal (ustadz Al banna dan Bachtiar) aku tidak begitu menyimak karena aku setengah sadar, alias ngantuk berat coy, tetiba tertidur, hohoho, maaf yaa guys, jadi gak bisa share semuanya. Tapi aku nangkep intinya sih.

Jadi, untuk Ustadz Al Banna, penekanan lebih pada makna cinta yang hakiki, dan bagaimana cinta itu, serta nantinya cinta itu bermuara dimana agar tidak salah kaprah penggunaannya. #ihir,aku masih inget

Jadi, kenapa sekarang marak kasus remaja-remaja yang galau karena setelah patah hati atau gimana, itu karena mereka salah atau belum faham dimana harus menempatkan cinta itu.

Solusi yang ditawarkan untuk orang yang sedang dilanda cinta memang menikah, tapi tidak juga dengan hanya sekedar jatuh cinta kita lantas menikah, karena pernikahan menyangkut berbagai aspek yang sangat penting, untuk tercapainya keluarga yang samara (sakinah, mawaddah, warrohmah). Dan pemaknaan cinta yang hakiki ditujukan untuk Alloh.

Beliau juga menyebutkan bahwa, pernikahan itu sebagai proyek peradaban. Artinya? Yang penasaran boleh comment, atau diterka-terka dulu saja untuk diskusi yah.

Okee, ada penutup yang sangat bagus nih dari slide yang diberikan oleh beliau:
tak terlalu tinggi cita-citaku. Impianku kita punya rumah di atas gunung. Rumah yang sederhana seperti pondok. Hawanya bersih, sejuk dan pemandangannya indah. Kau tanam bunga-bunga dan aku menanam sayur sendiri. Aku kumpulkan muda mudi kudidik mereka menjadi patriot sejati”
(Surat Cinta Bung Tomo kepada Lies, istrinya).

  1. Bachtiar Natsir
Ustadz yang menggagas adanya APWA ini, sudah bisakah ditebak apa yang diampaikan oleh beliau? Hehe, ayo guys, apa? Nyerah? Okee deh, aku jabarin yaa, karena memang juga sembari ngantuk-ngantuk (efek belom sarapan juga kali yah, :P)

Si Ustadz menjelaskan tentang tahapan yang dilalui dalam pernikahan, apa saja?
Aku dulu pernah janji akan membahas yaa, tapi maaf guys belum sempat semuanya, jadi ini juga ak pending ya neranginnya, kalian mencari-cari saja dulu infonya dari yang lain. Okeee??? Biar lengkap saja nanti pembahasannya. Wait yaa ladies-ladies and guys-guys.

  1. Salim A Fillah
Ustadz Salim A fillah mengisi setelah makan siang, dank arena waktu siang yang lumayan lama (plus solat, dan aku sedang tidak solat), maka waktu setelah makan aku gunakan untuk tidur di kursi, 15 menit yang berkualitas, dan Alhamdulillah saat sesi setelah makan siang ini, aku gak ngantuk, :D, banyak menyimak dan semoga bermanfaat yaaa pastinya.

Okee, kalau aku melihat, memakan dan kemudia mencerna dari seorang Ustadz Salim A Fillah, beliau sangat-sangat puitis dan maybe romantic. Dan hari ini, saya melihat beliau secara langsung, biasanya hanya mengikuti kuliahnya di twitter (you can follow his @salimafillah).

Okee, back to topic, menurutku, apa yang beliau terangin lebih ke psikologis dalam menghadapi perbedaan antara suami dan istri saat nanti berumah tanga. Karena memang suami dan istri kan berbeda yaa, pria dan wanita gitu loh, dan pasti wataknya pun berbeda, perlakuan kepada masing-masingnya juga berbeda, dan mereka mempunyai cara yang berbeda-beda untuk mengungkapkan amarah, uneg-uneg, kesenangan, keromantisan dalam hubungannya dengan pasangannya. Bukan begitu?

Karena memang struktur otak pria dan wanita yang berbeda, jadi terdapat perbedaan dalam menyampaiakan, sperti yang aku apparin di atas. Contohnya nih, wanita itu jika ada masalah, memang sudah menjdai wataknya, dia membutuhkan tempat untuk mencurahkan persoalannya, baik itu nantinya ada solusi atau tidak, akan tetapi wanita jika ada amsalah pasti akan lega jika sudah membicarakannya. Berbeda dengan pria, terkadang jika ada masalah mereka cenderung diam, kenapa? Karena memang mereka tidak ingin membahasnya, disamping itu untuk mencari solusi, apabila dia didesak untuk menjawab, ujung2nya adalah si pria tetap diam dan mungkin sedikit tidak enak, nah disini, pasti si wanita merasa tidak dihargai dan tidak dipercaya sebagai tempat curhat. Hmm, berabe kan kalo udah gini?

Okee, dari ustadz, solusinya, yaa kalian harus mempunyai, mencari dan selalu belajar untuk mengenal dan menghadapi pasangan kalian masing-masing, karena tidak semua orang dapat diperlakukan dengan satu cara tertentu.

  1. Asma Nadia
Bunda yang satu ini, aku sudah menjadi idolanya sejak lama. Buku-bukunya, usahanya, dan visinya untuk membuat 100 rumah baca asma nadia, amat sangat membuat lebih kagum kepada beliau. Muslimah yang sukses dengan segala kesibukannya. Penulis, pengusaha, petualang, motivator dan lain lain.

Beliau pada seminar ini menerangkan bagaimana “agar sakinah bersamamu”. Jadi bagaimana trik dan trik apa saja yang dicari dari pasangan, agar bisa sakinah bersama-sama.

Apakah hanya dengan harta? Kecantikan? Kemapanan? Ketampanan?
Untuk kemapanan, setiop orang mempunyai standar masing-masing, dan agar dapat sakinah bersamamu, setiap pasangan harus mempunyai visi dan misi yang sama untuk menuju syurga. Kucinya adalah “no excuse”. Yaa, tidak ada alasan yang tidak bisa dilakukan untukmenuju pernikahan yang dijalani. Setiap masalah, tanggapi dengan “no excuse” karena, apabila terlalu banyak alasan, kita hanya akan terpaku pada alasan-alasan dan kemungkinan-kemungkinan yang kadang tidak sesuai dengan kehendak kita, atau memaksakan keinginan yang sesuai dengan kehendak kita saja, tanpa memperhatikan perasaan atau dampak yang akan timbul dengan pemaksaan kehendak kita.

Kesimpulan dari isi seminar bunda asma nadia adalah “mencari istri atau suami tidak hanya sekedar cinta, atau bahkan harta, akan tetapi bagaimana caranya untuk sama-sama mempunyai visi yang sama agar bisa sakinah sampai ke syurga

Kemudian setelah keempat pembiacara selesai menyampaikan semua materinya, giliran acara do’a dan penutupan. Do’a dipimpin oleh Ustadz Bachtiar Natsir langsung, dan penutupan diisi dengan semua panitia maju ke depan podium. Alhamdulillah.


Okee ladies and guys, berhubung sudah malam dan besok adalah senin, aku cukupkan yaa sharingnya. insyaAlloh, next time kita sambung lagi. Fyi, no photos, -__-".

Jakarta, 14 April 2013, 20.00 PM

[late post] Pengajian Minggu di Istiqlal

|

Assalamualaikum guys,

How about your Sunday friends? I hope that it will be nice yah. Dan well, it’s the second Sunday of this November, so it’s time to go to Istiqlal. Yeahhh, ada pengajian bok dari Ustadz Abdullah Gymnastiar alias Aa’ Gym dan duet dengan Yusuf Mansyur.

Aku dan teman-teman datang terlambat, jam 10.30 baru sampek, alhasil hanya menyimak sedikit dari kajian yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Mansyur. Yah, sedikit banyak nangkap lah ya, hehehe.
Next, gentian Aa Gym yang ngisi nieh. Kalau aku ringkas dari isi kajiannya, mereka membahas tentang bertawakal kepada Alloh.

Apa itu tawakkal? Tawakkal artinya berserah diri. Yaa, kita selayaknya berserah diri dan menyerahkan diri kepada Alloh. Biarkanlah Alloh yang memutuskan, kita hanya wajib utnuk meyakini. Siapa lagi pemilik kehidupan kkita kalo bukan Alloh? Masih mau mendustakannya? Enggak kan.

Manusia wajib berdo’a dan berikhtiar untuk setiap usaha ataupun kegiatan yang kita lakukan. Untuk hasil akhir, Alloh Yang Maha Menetukan. Betul tidak? Hehhee

Dan, ada satu do’a dari Aa’ yang saya ingat, dan sebaiknya kalian juga mengingatnya yaa. Beliau berujar apabila kita berdo;a ini setiap kali keluar rumah, setan akan takut mendekat (intinya kita pasrah kepada Alloh). Karena saya bukan orang pelit (gak pelit ko bilang-bilang, hehehe), saya akan share do’anya., mudah diingat kok, dan semoga bisa istiqomah yah,

Allohumma tawakkaltu illalloh, laa khaula wala quwwata illa billah”

That it, mudah dan simple kan? Selamat mencoba yah.
Dan, sesi terakhir yang membuat saya merinding adalah, ada 2 orang yang masuk Islam. Subhanalloh, keislamannya disaksikan oleh seluruh jama’ah yang hadir di masjid hari itu. satu cewek dan satu cowok. Saat ditanya oleh Aa’, apa alasan terkuat anda masuk Islam, dia menjawa “berdasar satu ayat yang ada di Al=Qur’an yaitu bahwa tuhan itu tidak beranaka dan diperanakkan’. Yesss, Qul huwallohu ahad. Tuhan itu Esa. Dan ternyata, dia melakukan pencarian akan pembenaran Islam selama 8 tahun. Hmmm, dan hari ini dia berhasil mengucapkan dua kalimat syahadat dengan ratusan orang sebagai saksi. Barokallohu.
Oyaaa, tadi sebelum masuk masjid, sempetin dlu lah narsis di depan dan di dalem masjid. Hehehe


~outdoor~


~indoor~



Apa yang aku kenakan gak ada yang bermerk loh itu, tapi yang bikin special, long dress nya itu desain dari sauadaraku, thx mba pungky, :*, tapi setidaknya nyaman bangettttt….. :p


Wassalamualaikum wr wb


Jakarta, 11-11-12


Attended Wedding's Party

|

Assalamualaikum,

hey hey hey.... how about your sunday guys? I hope that your good with your day. And i'll share you about my Sunday.

I attended 2 of my friends wedding party, luar biasa yah.

Yang pertama adalah teman kantor dan yang kedua adalah teman saat kost di temat lama. Untungnya waktu pestanya beda-beda, sehingga saya bisa menghadiri kedua acara tersebut.

Di pernikahan yang pertama, saya dateng sebelum pengantin pria nya datang (memang sengaja ingin melihat ijabnya), dan saya masuk di tempat rias nye pengantin. And, wow.. she's so beautiful.., tak lupa langsung jeprat jepret, hehehe. Tapi sebelum jeprat jepret ada yang lagi benerin hijabnya gitu, trus jadilah saya hijab stylish dadakan disana, xixixixi.

Here we are~


~cantiknya pengantennya~


kemudian acara di ijabnya pun berlangsung, diawali dengan pembacaan surat, tausyiah, sambutan dan langsung ke acara inti, ijab qabul. Selalu deh, saat liat ijab qabul, pasti langsung netes, hiks..hiks.. terharu and.... envy, :P.


The groom and the bride.

Kemudian acara selanjutnya adalah, acara khas Sunda yang kocak dan sakral sekali menurut saya. Semacam ada pemberian nasehat-nasehat penganten dengan menggunakan guyonan khas Sunda. Hmm, abdi mah moar..





prosesi injak telur dilanjutkan dengan pembasuhan kaki istri ke suami, sebagai tanda bakti.




sebar sawer (semacam lempar bunga yah, tapi lebih seru ini loh, heboh dan ceria banget, :D)



kemudian lanjut ke atas pelaminan, ada acara lagi yaitu rebutan ayam, lalu makan ayam bareng dan sungkeman.



And then, waktu yang ditunggu datang juga, makan makan, hahaha.



Disini cuman sempet apdet poto dikit ladies, maaf yaaa.. :P




outfit:
scraft : unbranded scraft
top: unbranded
flowery skrit: muslimah fashion store
bags: elizabeth
flat shoes: the sandals