|

Happy Iedul Adha 1433 H

assalamualaikumwrwb,
Alhamdulillahirobbil a’lamin
Ada yang lebih indah dalam hidup kecuali selalu bersyukur kawan? Tidakkah Alloh sudah memberikan apa yang kita minta, bahkan apa yang tidak atau belum kita pinta dan pikirkan, sudah secara otomatis diberikan olehnya. Apa lagi yang akan kamu dustakan selain berucap syukur banyak-banyak untukNya?
Dan sekarang, kita tepatnya saya (masih) dipertemukan dengan bulan yang penuh dengan kebahagiaan, yaitu Dzulhijjah. Dimana, ini merupakan termasuk hari perayaan besar untuk umat Islam. Banyak ibadah nan mulia yang dilakukan pada bulan ini, antara lain: haji, berkurban dan ikatan sakral antara dua insan yaitu menikah.
Hmmmm, sebenarnya byk ibadah pengiring yang bisa dilakukan selain ketiga itu yaa, mengingat tiga ibadah yang saya sebutkan termasuk ibadah yang tidak atau belum semua sanggup untuk melaksanakannya, disamping kesiapan mental dan tentunya uang. Karena, tidak semua orang bisa menikmati itu, lagi-lagi Alloh memberikan ibadah lain yang sekiranya bisa kita jalankan bagi yang belum mampu memeunuhi panggilan-panggilanNya dengan berpuasa. Puasa tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) dan puasa arofah (tanggal 9 Dzulhijjah). Dan disebutkan, jika kita berpuasa pada hari arofah, akan dihapus dosa setahun yang lalu dan dosa satu tahun yang akan dtang. Subhanlloh. Masih tidak mau bersyukur?
Well, mari kita bahas satu-satu yaa masalah 3 ibadah yang saya sempat sebutkan di atas tadi. Cekidot.

Menunaikan ibadah haji
Sebagian besar umat Islam di seluruh belahan dunia, pasti mempunyai cita-cita untuk dapat pergi melaksanakan ibadah yang satu ini. Bahkan sampai ada yang rela menabung bertahun-tahun agar dapat menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Sampai seorang Asma Nadia membuat sebuah cerita dengan judul “Emak ingin Naik haji” yang membuat kita akan terenyuh dan larut dalam pengorbanan seorang hamba Alloh yang sangat ingin melihat dan beribadah di tanah suci.
Ibadah ini memang sangat istimewa, rangkaian kegiatannya sangat mendetail dan sangat mengena di hati para hamaNya. Setiap orang yang pernah menginjakkan kakinya di tanah suci, pasti akan ingin kembali dan kembali lagi ke Baitulloh. Survey ini say lakukan dan saya tanyakan kepada setiap kenalan saya yang sudah pernah menginjakkan kaki disana. Dan saya, tentu saja ingin juga bisa menginjakkan kaki saya disana. Tidak hanya sebatas untuk umroh, tapi haji. Bismillah.
Meskipun banyak tantangan dan pantangan dalam pelaksanaan ibadah haji, yang kadang tidak masuk di akal, ingatlah. Semuanya itu datang dari Alloh, dan sesuatu yang datang dari Nya, tidak akan mendatangkan kemudhorotan, justru keberkahan.
Sempat banyak mendengar cerita mengenai kejadian-kejadian unik dari para orang yang pergi untuk menunaikan ibadahah haji maupun umroh. Yang katanya, tindak tanduk kita selama hidup, akan dpat terlihat saat kita melakukan dua ibadah itu. Wallohu a’lam.
Ayo, bersemangatlah untuk bisa meraih ibadah mulia di bulan yang mulia ini.

Berkurban
Ibadah ini, juga sangat istimewa dimana kita harus berkurban. Nah loh, berkurban kok ibadah, korban apa ini? Hmmm, jangan salah, bukan korban perasaan loh ya ini, hehehe.
Analoginya, apabila kita mencintai sesuatu kita akan melalukan dan mengorbankan apapun untuk memperoleh nya bukan? Karena kita adalah makhlukNya, maka kita harus mengorbankan untik dapat ridhoNya, cintaNya, kasih sayangNya dan insyaAlloh mengharapkan syurgaNya. Siapa coba yang gak mau?
Dalam memperoleh itu semua, apa yang bisa lakukan? Menghajatkan pengorbanan. Yaaa, kamu bisa berkorban apapun sesuai dengan yang kamu miliki dan kamu mampu. Karena ini masih kental dengan suasana idul adha, saya gak mau melenceng jauh-jauh yaa dari kurban yang biasanya dilakukan di bulan ini. Apabila ada yang menanyakan untuk membahas “kurban” yang lain, bisa dilakukan di luar forum ini yaa, .
Untuk sejarah dari ibadah ini, pasti gak asing yaa, dimana nabi Ibrahim mendapat mimpi untuk menyembelih anaknya sendiri, bayangkan. Seorang bapak “dipaksa” untuk menyembelih darah dagingnya sendiri. Dan itu juga dilakukan oleh Nabi ibrahim, setelah mendapat ridho dari anak yang juga mulia yaitu nabi Ismail. Tapi, dengan kuasa Alloh, saat Nabi akan memotong kepala anaknya, dia berubah menjadi hewan yang mirip dengan domba. Mulai saat itulah ibadah ini dimulai. Subhanalloh, sungguh kuasaMu sangat mulia.
Dalam pelaksanaannya, ibadah kurban ini banyak mendapat antusias, dan memang sedikit merupakan keharusan bagi yang mampu dan harus dijadikan “goal” keharusan untuk berkurban. Ada hadist yang menyebutkan, bahwa dalam tiap bulu hewan yang dikurbankan ada pahalanya. Hmmmm, baru bulunya, bagaimana yang lain? Kamu gak akan bisa menghitungnya, .
Semisal tahun ini kita menargetkan untuk berkurban kambng, berani donk tahun depan berkurban sapi? Meskipu masih bisa tungan bertujuh, nat itu bersihan dan ikhtiarkan untuk hal-hal ang baik yah gak ada yang gak mungkin kok. Imposble is nothing kok.
Betewe, ini sebagian capture saat jadi panitia kurban di kantor:



- akhirnya berani berpose sama sapi, :p -



- sapinyaaa, :( kasiaannnn -


Fenomena walimahan saat Dzulhijjah
Nah, yang terkahir nih yang ditunggu-tunggu. Iya gak? Hehehhe. Menikah. Siapa yang gak mau menikah? Klaau tidak mau nmenikah, berarti tidak mau menggenapkan separuh dien-nya dan tidak mau mengikuti sunnah Rasul donk. Mau?
Ada yang menyebut, nikah itu enaknya cuman 1%. Nah loh, yang 99% nya apaan donk? Yang 99% adalah “uenakkkk bangetttt” hehehehe.
Sebelum membahas ke jauh-jauh tentang fenomena nikahan di bulan Dzulhijjah, saya ingin membahas konsep nikah dulu yaa secara Islam.
Islam, tidak mengajarkan umatNya untuk berpacaran. Tidak ada konsep pacaran Islam. Yang ada hanyalah pacaran setelah menikah. Dan sebenarnya, dengan konsep seperti itu membuat kita lebih nyaman bukan? Tapi, tidak semudah itu dapat menerapkan prinsip ini.
Dalam Islam, terdapat beberapa tahapan dalam menuju proses sebelum menikah. Mau tahu? Simak baik-baik yaa untuk my next post... xixixixi.
Biar pada penasaran dan bertanya-tanya dulu.

Wassalamualaikumwrwb.


jakarta, 26 Oktober 2012

0 comments:

Post a Comment