Workshop Jilbab

|

Workshop jilbab
“cantik dengan jilbab yang menghiasimu”

Assalamualaikum muslimah, apa kabar anda semua di hari nan barokah ini? Semoga kelimpahan nikmatNya tak pernah kita lalaikan.
Yak, gue mau cerita tentang hari ini nieh, dimana salah satu organisasi di kantor gue divisi Keputrian mengadakan sebuah acara yang gak biasa-biasanya diadain, workshop jilbab atau gampangnya Hijab Class. Dan beruntungnya gue terpilih sebagai PIC.
Awalnya, pemilihan PIC ini agak aneh dan emang asal tunjuk sie. Sang ketua keputrian mba nia, menunjuk gue, karena  dinilai yang paling modis kalau pake Jilbab. Hemmmm, yaaa memang sie, gue suka berkreasi. Hehehe.
Lanjut, aku confirm untuk pengisi acaranya, yaitu Mba Ellen maretha, beliau ini orang HR di kantor, dan dia emang modis juga (kalah modis gue, hehehe). Yah, jujur, emang dia cantik banget, dan halus banget, cocok lah sebagai wanita, gak kayak gue yang asal cablak aja, astaghfirulloh. Agak sulit menghubungi beliau, karena memang banyak kerjaan sie yaa (kayak gue enggak aja, piss mba Ellen). Akhirnya ditetapkan tanggal 9 November 2012 sebagai tanggalnya.
            Dan, mampus, gue cuman punya waktu kurang dari 2 minggu untuk nyiapin segala sesuatunya. Hemmm. Mulai ancang-ancang buat acaranya biar menarik dan yang hadir gak bosen.
Rencana awal mau bikin panitia kecil, tapi yang ad ague sendirian ajaa kerjanya, panitia kecil yang gue bentuk gak sepenuhnya berlangsung. Bukannya mereka gakl kerja, gue nya terlalu nafsu buat ngerancang sedniri (egois yah). Oke, alasannya, gue males ngumpulin orang, karena pasti ribet dan waktu gak ada, disamping itu gue sibuk juga ama kerjaan gue. Bisa mikir setealh jam kerja, itupun masih harus nunggu selesai kerjaan dlu baru bisa mulai.
Walhasil, gue berhasil ngerancang konsep sesuai dengan keinginan gue dan ma Ellen tentunya sebagai pengisi acara.
Nah, setelah ngantongin ijin ruangan, mulai buat poster. Poster berhasil gue buat dan gue publish di milis dank e bagian GA biar di pasang di papan informasi. Dan, satu masalah yang hampir buat gue down, poster gue dikritk abis-abis an ama petinggi (lebay sie, gak abis-abis an banget). Cuman agak kesel aja, bayangin yah, uda luangin waktu, lagi “dapet” pula, poster ditolak. Padahal uda ditempel. So, dicopot lagi. Xixixiixix.
Dan hari H pun datang. Gue udah optimis, poster sehari ditempel aja quota pasti udah penuh, dan dugaan gue bener banget, mpe gak enak nolakin orang satu-satu. Hahahaha.
Hari H, gue masih tugas loh pemirsah, jadi MC......


Dan, semuanya berjalan dengan lancer sesuai rencana, meski agak molor, maaf yaa. Semuanya puas dan minta diadain acara kayak gini lagi.

Disela-sela acara workshop:





Actually, makasih untuk semua pihak yang berhasil mensukseskan acara ini. Bantuannya kalian semua, tanpa kalian gue hanyalah butiran debu… (malah nyanyi).
Pelajarannya: jangan jadi orang egois yah, kita makhluk social yang pasti butuh bantuan orang lain kok, okeee??? J
WassalamualaikumWrWb
|

Happy Iedul Adha 1433 H

assalamualaikumwrwb,
Alhamdulillahirobbil a’lamin
Ada yang lebih indah dalam hidup kecuali selalu bersyukur kawan? Tidakkah Alloh sudah memberikan apa yang kita minta, bahkan apa yang tidak atau belum kita pinta dan pikirkan, sudah secara otomatis diberikan olehnya. Apa lagi yang akan kamu dustakan selain berucap syukur banyak-banyak untukNya?
Dan sekarang, kita tepatnya saya (masih) dipertemukan dengan bulan yang penuh dengan kebahagiaan, yaitu Dzulhijjah. Dimana, ini merupakan termasuk hari perayaan besar untuk umat Islam. Banyak ibadah nan mulia yang dilakukan pada bulan ini, antara lain: haji, berkurban dan ikatan sakral antara dua insan yaitu menikah.
Hmmmm, sebenarnya byk ibadah pengiring yang bisa dilakukan selain ketiga itu yaa, mengingat tiga ibadah yang saya sebutkan termasuk ibadah yang tidak atau belum semua sanggup untuk melaksanakannya, disamping kesiapan mental dan tentunya uang. Karena, tidak semua orang bisa menikmati itu, lagi-lagi Alloh memberikan ibadah lain yang sekiranya bisa kita jalankan bagi yang belum mampu memeunuhi panggilan-panggilanNya dengan berpuasa. Puasa tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) dan puasa arofah (tanggal 9 Dzulhijjah). Dan disebutkan, jika kita berpuasa pada hari arofah, akan dihapus dosa setahun yang lalu dan dosa satu tahun yang akan dtang. Subhanlloh. Masih tidak mau bersyukur?
Well, mari kita bahas satu-satu yaa masalah 3 ibadah yang saya sempat sebutkan di atas tadi. Cekidot.

Menunaikan ibadah haji
Sebagian besar umat Islam di seluruh belahan dunia, pasti mempunyai cita-cita untuk dapat pergi melaksanakan ibadah yang satu ini. Bahkan sampai ada yang rela menabung bertahun-tahun agar dapat menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Sampai seorang Asma Nadia membuat sebuah cerita dengan judul “Emak ingin Naik haji” yang membuat kita akan terenyuh dan larut dalam pengorbanan seorang hamba Alloh yang sangat ingin melihat dan beribadah di tanah suci.
Ibadah ini memang sangat istimewa, rangkaian kegiatannya sangat mendetail dan sangat mengena di hati para hamaNya. Setiap orang yang pernah menginjakkan kakinya di tanah suci, pasti akan ingin kembali dan kembali lagi ke Baitulloh. Survey ini say lakukan dan saya tanyakan kepada setiap kenalan saya yang sudah pernah menginjakkan kaki disana. Dan saya, tentu saja ingin juga bisa menginjakkan kaki saya disana. Tidak hanya sebatas untuk umroh, tapi haji. Bismillah.
Meskipun banyak tantangan dan pantangan dalam pelaksanaan ibadah haji, yang kadang tidak masuk di akal, ingatlah. Semuanya itu datang dari Alloh, dan sesuatu yang datang dari Nya, tidak akan mendatangkan kemudhorotan, justru keberkahan.
Sempat banyak mendengar cerita mengenai kejadian-kejadian unik dari para orang yang pergi untuk menunaikan ibadahah haji maupun umroh. Yang katanya, tindak tanduk kita selama hidup, akan dpat terlihat saat kita melakukan dua ibadah itu. Wallohu a’lam.
Ayo, bersemangatlah untuk bisa meraih ibadah mulia di bulan yang mulia ini.

Berkurban
Ibadah ini, juga sangat istimewa dimana kita harus berkurban. Nah loh, berkurban kok ibadah, korban apa ini? Hmmm, jangan salah, bukan korban perasaan loh ya ini, hehehe.
Analoginya, apabila kita mencintai sesuatu kita akan melalukan dan mengorbankan apapun untuk memperoleh nya bukan? Karena kita adalah makhlukNya, maka kita harus mengorbankan untik dapat ridhoNya, cintaNya, kasih sayangNya dan insyaAlloh mengharapkan syurgaNya. Siapa coba yang gak mau?
Dalam memperoleh itu semua, apa yang bisa lakukan? Menghajatkan pengorbanan. Yaaa, kamu bisa berkorban apapun sesuai dengan yang kamu miliki dan kamu mampu. Karena ini masih kental dengan suasana idul adha, saya gak mau melenceng jauh-jauh yaa dari kurban yang biasanya dilakukan di bulan ini. Apabila ada yang menanyakan untuk membahas “kurban” yang lain, bisa dilakukan di luar forum ini yaa, .
Untuk sejarah dari ibadah ini, pasti gak asing yaa, dimana nabi Ibrahim mendapat mimpi untuk menyembelih anaknya sendiri, bayangkan. Seorang bapak “dipaksa” untuk menyembelih darah dagingnya sendiri. Dan itu juga dilakukan oleh Nabi ibrahim, setelah mendapat ridho dari anak yang juga mulia yaitu nabi Ismail. Tapi, dengan kuasa Alloh, saat Nabi akan memotong kepala anaknya, dia berubah menjadi hewan yang mirip dengan domba. Mulai saat itulah ibadah ini dimulai. Subhanalloh, sungguh kuasaMu sangat mulia.
Dalam pelaksanaannya, ibadah kurban ini banyak mendapat antusias, dan memang sedikit merupakan keharusan bagi yang mampu dan harus dijadikan “goal” keharusan untuk berkurban. Ada hadist yang menyebutkan, bahwa dalam tiap bulu hewan yang dikurbankan ada pahalanya. Hmmmm, baru bulunya, bagaimana yang lain? Kamu gak akan bisa menghitungnya, .
Semisal tahun ini kita menargetkan untuk berkurban kambng, berani donk tahun depan berkurban sapi? Meskipu masih bisa tungan bertujuh, nat itu bersihan dan ikhtiarkan untuk hal-hal ang baik yah gak ada yang gak mungkin kok. Imposble is nothing kok.
Betewe, ini sebagian capture saat jadi panitia kurban di kantor:



- akhirnya berani berpose sama sapi, :p -



- sapinyaaa, :( kasiaannnn -


Fenomena walimahan saat Dzulhijjah
Nah, yang terkahir nih yang ditunggu-tunggu. Iya gak? Hehehhe. Menikah. Siapa yang gak mau menikah? Klaau tidak mau nmenikah, berarti tidak mau menggenapkan separuh dien-nya dan tidak mau mengikuti sunnah Rasul donk. Mau?
Ada yang menyebut, nikah itu enaknya cuman 1%. Nah loh, yang 99% nya apaan donk? Yang 99% adalah “uenakkkk bangetttt” hehehehe.
Sebelum membahas ke jauh-jauh tentang fenomena nikahan di bulan Dzulhijjah, saya ingin membahas konsep nikah dulu yaa secara Islam.
Islam, tidak mengajarkan umatNya untuk berpacaran. Tidak ada konsep pacaran Islam. Yang ada hanyalah pacaran setelah menikah. Dan sebenarnya, dengan konsep seperti itu membuat kita lebih nyaman bukan? Tapi, tidak semudah itu dapat menerapkan prinsip ini.
Dalam Islam, terdapat beberapa tahapan dalam menuju proses sebelum menikah. Mau tahu? Simak baik-baik yaa untuk my next post... xixixixi.
Biar pada penasaran dan bertanya-tanya dulu.

Wassalamualaikumwrwb.


jakarta, 26 Oktober 2012

Sendiri.....

|

Sendiri,
Entah sampai kapan aku berteman dengan kesendirian
Di atas loteng kamar yang bertaburkan cahaya bintang
Ditemani suara alam yang saling sahut bersahutan bergantian
Tapi,
Apalah artinya sendiri?
Saat tak ada orang lain yang menemani
Yang bisa diajak bercerita dan berbagi
Yang bisa sedikit melegakan luka di hati
Sendiri,
Kenapa kini kau menemani?
Dengan segala yang kau punya
Kau mengoyak-oyak semuanya
Membenamkan perasaan yang semestinya terpancar
Yang semestinya selalu membuncah tanpa perlu dipecah
Yang semestinya berlalu, malah hadir selalu
Sendiri,
Berapa lama kau akan singgah?
Bisakah datang saat aku bersamaNya?
Benar-benar hanya untuk bersamaNya?
Agar aku tak bisa berdusta, atas apa yang kurasa
Sendiri,
Membuatku mengerti apa artinya bersama
bersamaNya, yang selalu setia memberi
yang selali setia mengampuni
yang selalu setia mengasihi
dan yang selalu setia menemani

Andai bisa diulang

|


Waktu,
Kau datang dan pergi mengikuti arusmu
Saat arus mendesak, seolah-olah kau berjalan begitu lambat
Saat arus melonggar, seolah-olah kau berjalan begitu cepat
Padahal,
Semuanya sama, berjumlah sebanyak 24 jam dalam sehari
Apa yang beda?
Kau tetap berjalan tanpa mengenal lelah
Memberengus semua harapan, asa dan cita-cita yang terukir
Tapi,
Adakah kau sadar?
Dia datang dan pergi, sesuai dengan kita
Pengendalian dari dalam diri kita
Sebanyak apa kita dapat memanfaatkan waktu yang ada
Sebanyak apa kita dapat berkontribusi untuk orang lain
Sebanyak apa kita menghabiskan waktu untuk bersamaNya?
Sebanyak apa kita membuang waktu yang tersedia
Semuanya,
Hanya bisa berlalu
Berlalu dengan cepat dengan hasil yang maksimal
Atau berlalu dengan cepat tanpa ada hasil apa-apa
Atau juga berlalu dengan lambat dan tanpa ada hasil apa-apa
Kau,
termasuk yang mana?
Masih adakah waktumu kau buang dengan sia-sia?
Terlalu indah dan sayang kalau kau hanya membuangnya sia-sia
Banyak hal dan banyak harapan yang bisa kau tanam
Dan kelak, suatu saat
Kau akan dapat merasakan hasilnya
Hasil dari apa yang sudah kau tanam dan kau pupuk setiap hari
Dan akhirnya,
Andai bisa diulang, kau tak kan pernah belajar
Andai bisa diulang, tak kan ada yang namanya penyesalan
Andai bisa diulang, tak kan ada yang namanya kesempatan
Dan andai bisa diulang, tak kan ada namanya kesalahan
Tak kan ada namanya penyesalan
Dan tak ada namanya pembelajaran

Jakarta, 3 Agustus 2012 13.50 PM