|
alhamdulillah, sesuatu bgd yah....



hemm, mungkin judul ane di atas sudah ga asing lagi di telinga kita semua. yaa, kata2 yang dipopulerkan oleh syahrini ini bener2 menjadi bahan perbincangan dan yang ditirukan dalam beberapa waktu terkahir (sudah agak lama sie yaa, hehehe).
yaps, memang segala sesuatunya itu pasti adalah sesuatu. gda yang gag sesuatu di dunia ini. dan, apapun itu, nikmat sekecil, sepahit dan seindah apapun harus disyukuri. jangan hanya kalimat itu menjadi sebuah kata-kata yang tak berarti. apabila kita dapat mengamalkan kata "Alhamdulilah" dalam setiap hembusan nafas kita, insyaAlloh, bakal ada limpahan nikmat2 laen dariNya. sungguh dahsyat do'a orang-orang yang selalu berikhtiar dan istiqomah dijalannya. tidak hanya ada kenikamatan saja yang diraih, karena pada dasarnya, kenikmatan jg mengandung ujian, apakah kita sanggup dan amanah mendapat kenikmatan itu.
bersyukur, dapat dilakukan dengan banyak cara. salah satunya dengan membagi nikmat itu dengan orang-orang yang sangat membutuhkannya. termasuk yaitim piatu, orang-orang yang memang sangat mebutuhkan pertolongan. karena, sebagian dari pendapatan kita memang ada hak-hak untuk orang lain yang membutuhkannya. 

|

Akan ada masanya, kapankah itu???




Setiap pribadi pasti memiliki keinginan dan harapan akan pencapaian dalam hidupnya. Entah besar sedang ataupun kecil. Hasilnya? Jangan ditanya…. Mau besar sedang atau sedikit tergantung dari bagaimana kita dapat mengusahakannya, setuju?
Hidup, tidak akan mulus saja perjalannya, pasti akan banyak liku-liku yang akan memberikan pelajaran berharga buat kita. Nah, berharga atau gak nya, pasti tergantung dari kitanya juga nih dalam menarik kesimpulan dan mengambil hikmahnya. Kalau kita mau menelaah lebih jauh lalu menganalogikan dan menganalisis setiap perjalanan hidup kita, inshaAlloh, kesalahan yang sama atau bahkan lebih berat probabilitas kesalahannya pasti akan berkurang. Betul?
Saat ini, banyak sekali sarana yang disediakan untuk pengembangan diri, mulai dari buku, internet dan tentu saja tempat nyata untuk belajar. .. tinggal kita saja bijak2 untuk memanfaatkannya. Setuju?
Terkadang pernahkah terfikir, kenapa ga sekarang ajaa sie masanya? Saat aku sedang longgar, gda kegiatan, saat aku siap lair batin? Entah apapun itu. Iy khan? Tapi itulah sebatas pikiran sepihak kita. Kita boleh saja merencanakan apa saja yang akan kita lakukan, bahkan lebih baik kita kita bias sangat detail dalam mengatur waktu yang ada. Kenapa? Karena dengan begitu secara otomatis tubuh akan terdorong untuk melakukannya, dan lama-lama akan terbiasa. Kebiasaan baik haruslah dikembangkan dan diadakan sejak gini. Jangan lah pernah engkau menyesali apa-apa yang pernah terjadi, jadikan itu sebagai pembelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik, super, berwibawa, bijak dan hati-hati dalam bertindak.
Mengutip Sabda Rosulullah saw bersabda, "Apabila ada sesuatu menimpamu maka janganlah berkata: "Seandainya saja saya bertindak begini tentu hasilnya begini", tetapi katakanlah: "Allah telah mentakdirkan, dan apa saja yg dikehendaki pasti terjadi, karena 'seandainya' itu membuka pintu masuknya syetan"(HR.Muslim)

So, just wait the great time from The Lord. Dia akan menunjukkan jalanmu selangkah demi selangkah sesuai kemampuan dan kebutuhanmu.. (1
(1.  Dari do’a ibunda Merry Riana “Mimpi Sejuta Dolar”
(2.  Gambar dari: bebekkecil.blogspot.com

semarangnyo.....

|
semarang, terhitung sudah 5 kali ini saya menginjakkan kaki di kota lunpia ini. kota yang panas (menurut saya, dibandingkan Solo, hehehe). banyak yang menarik di kota ini, terutama tata kota dan bangunan-bangunannya yang sangat artistik. hoho. 

kunjungan saya yang kelima ini adalah untuk mengikuti test rekruitment salah satu Bank BUMN, karena kebetulan saya mendaftarnya saat ada Jobfair di Undip, dan belum rejeki saya, hehe.

dengan mengendarai bus dan angkot, jalan2 ke kota ini. lumayan buat nambah2 pengalaman. amien....


I called it “TRAFFIC SYNDROME”

|




Sebenarnya, saya kurang tahu, istilah apa yang tepat untuk menggambarkan cerita dan pengalaman saya, yang mungkin sebagian dari kalian pernah atau sering mengalaminya. Yah, traffic syndrome. Why i call it like them?

Okey, ceritanya nieh. Saya termasuk anak perantauan yang jarang pulang kerumah. Disamping males kalau harus naik bus umum (karena, untuk menuju kampung halaman saya adanya bus umum-non AC red dan jasa travel), saya termasuk mahasiswa yang sibuk dengan dunia kampus, ceillee….(dulunya, saat awal2 semeester..hehehe). karena sekarang sudah menginjak usia senja di kampus alias tinggal menyelesaikan kewajiban untuk memperolah gelar ST (tinggal ngerjain skripsi maksudnya, ribet amat deh ah), so…saya malah sering pulang. Minimal sebulan sekali. Aje gille padahal dulu 3 bulan sekali dah mau pulang udah alhamdulillah banget, hehehe. Setelah saya pikir2, emang sie, mumpung masih bisa pulang2 n ketemu ma ibu abah, why not, mumpung masih kuat untuk bolak balik rumah, masih muda dan masih kuat bersusah payah. Oke, kembali lagi. Biasanya saya lebih memilih pulang dengan mengendarai motor, disamping irit, bisa sekalian wisata (liat hutan, waduk, bumi perkemahan, tempat wisata, dll), dan flexible. Kalau memang ada barengan untuk pulang alhamdulillah yah, tapi emang seringnya pulang sendirian. Nah, karena terkadang saya tidak enak bada, saya memilih moda angkutan umum dengan naik bus. Nah, masing2 moda ada traffic syndromenya sendiri2 nieh. Okee. Lets cheit it out:

Traffic syndrome number 1

Emang sie, enakan naik motor bila dibanding naik bus (bagi saya), disamping keuntungan di atas yang telah saya sebutkan, juga karena memang saya suka jalan-jalan sendirian terkadang nae motor, sebagai penghilang penat dikala pusing.hehehe. tapi bahayanya sie, terutama buat cewek kayak ane, kalo ada yang “mbarengin” tapi kita gak kenal, yaa istilahnya “stranger” lah nya. Duh, jantung rasanya berdetak 100kali lebih cepat. Yaa, memang, bolehlah su’udzon, apalagi di jaman yang udah semakin amburadul semacam ini. Iya kalau yang ngikutin orang baik, kalau orang jahat? Bisa berabe urusannya. Bisa-bisa kita diberhenetiin pas di tengah hutan, trus dirampok, apalagi kalau diperkosa? Hiiii, negri. Itu juga yang pernah saya rasakan saat pulang menjelang idul fitri 1433 H. saat itu, belum terlalu jauh saya meninggalakan Kota Solo (sekitarab daerah Gemolong). Di pagi nan dingin, tiba2 di sebelah ada motor lain dengan plat ibukota. Setelah dia buka helm, saya tahu n tebakannya saya (mudah2an 100% bener) adalah rantauan dari daerah. Membarengai saya dan ingin memberhentikan saya, sampai dengan jarak hampir 15 km. hemmmm, bisa membayangkan bagaimana persaan saya? Yap, takut, gelisah, merinding, jelas pastinya. Sampai-sampai saya punya pikiran untuk balik keSolo lagi, huhuhu. Karena dia tidak saya respon sama sekali, akhirnya dia minta nomer hape. Nekat bener ni orang. Saya lambaikan tangan, tanda tidak punya. Dia bilang, “ahh bo’ong..bo’ong”. dia tetep mebarengi saya. Dalam hati saya hanya bisa berdzikir, menyebut namanNya dan membaca surat-surat. Hampir menangis rasanya, pikiran beradu satu. Akhirnya. (mungkin) dia mulai jengah tidak saya respon. Akhirnya dia mendahului saya dengan mengacungkan jari tengahnya ke arah saya. Sudah jelas, maknanya “fuck you”. Dalam hati dalam menjawab, “justru kamu tu yang fusl. Astaghfirulloh”.

Kebetulan, ada 2 jalur alternatif, satunya lewat waduk kedung ombo dan satunya lewat hutan. Karena dia belok lewat kedung ombo, saya meumutuskan untuk lurus melewati hutan. Pikir saya, saya bisa mencari tempat berhenti dan nantinya pasti sampai di kotanya lebih cepat dia dibanding saya. Alhamdulillah, perhitungan saya tepat. Saya berhenti di pom bensin di hutan tersebut, sambil melepas lelah dan menenagkan pikiran.
Yak, itulah jenis sindrom lalu lintas yang pertama. Pernah mengalaminya ladies? Be carefully yaa… lebih baik, bersama orang lain yang kita kenal kalau memang sedang tidak sanggup untuk sendiri.^^

Traffic syndrome number 2

Nih, penyakit yang selalu membuat saya malas naik bus. Saat bus penuh sesak, berbagai bau bercampur jadi satu (keringat, daging, sayur, solar, behhh…) ditambah lagi tidak mendapatkan tempat duduk. Sebenarnya saya buka tipikal orang yang mabuk dengan kendaraan (alhamdulillah). Hanya saja, saya tidak bisa melepaskan dari yang namanya pusing saat naik bus untuk pulang kampung. Hemmm, disamping waktunya yang jauh lebih lama apabila memilih naik motor (naik motor paling cepet 2,5 jam kalau bis bisa 5 jam baru nyampek rumah), juga karena keadaan-keadaan di atas. Ditambah dengan ulah pengamen yang (terkadang) kurang sopan. Lagi enak-enaknya tidur dibangunin, pas udah dikasih katanya kurang.hemmm, sabar. Belum lagi kalau dapet tempat duduk, nanti orang yang duduk di sebelah kita, (biasanya) tidur ga punya aturan, dikira bantal emangnya ni bahu..huhuhu… keramaian saat anak2 pulang sekolah, duh..duh..centil n cerewetnya gak ketulungan.

Tapi, disamping kelemahan-kelemahan saat naik bus, ada sisi baiknya juga. Saya merasa adanya kesamaan antara semua manusia. Mau dia kaya, miskin, tua, muda, saat naik bus umum, tidak terlihat. Karena memang kebanykan kalau sudah dapat tempat dudukl, ga mau tahu dan ga mau berbagi. Padahal ada orang-orang tua yang tentunya lebih membutuhkan tempat duduk dibanding ama yang muda-muda. Selain itu, saat yang paling saya senangi kalau naik bis adalah, sebelah saya adalah bapak-bapak atau ibu-ibu yang sudah berumur (jauh lebih tua beberapa tahun di atas saya) mengajak ngobrol dan bercerita tentang hidup. Hmmm, kuliah gratis, batin saya, hehe. Yah, memang sie, kebanyakan ada juga yang pamer, tapi dari ceritanya saya dapat mengambil pelajaran dan tentu saja mengakrabkan diri dengan lingkungan sekitar. Mereka yang lebih tua, pasti sudah tahu bagaimana kerasnya hidup untuk b berumahtangga, mengurusi anak dan sebagainya. Terimakasih bapak-bapak n ibuk2 yang saya kenal di bus.

Cukupkan? Saya rasa penjelasan mengenai istilah yang baru saya buat cukup jelas, hehe (ko PD!!!). jkalau ada yangmenambahi, silahkan!!!.

Solo, 8 Oktober 2011 07.00 PM.
gambar from: blog.djarumbeasiswaplus.org

Hanya mengontrak

|



Setiap yang bernafas, pasti akan kembali kepadaNya. Banyak yang tak sadar bahwa sebenarnya hidup di dunia ini kita hanyalah ngontrak?
Gag percaya?
Saat berusia 4 bulan dalam kandungan, ruh ditiupkan kepada anda. Saat itu pulalah, umur, rejeki, jodoh dsb ditetapkan untuk anda. Umur anda sudah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa, jadi lamanya anda hidup di dunia juga sudah ada ketetapannya. Ibaratanya mengontrak rumah, anda hanya kuat membayar dalam jangka waktu 5 tahun, yaa selama itu anda akan dapat menempati rumah tersebut. Jika anda ditarget untuk hidup selama 45tahun di dunia, selama itu juga anda mempunyai masa kontrak, untuk selebihnya kehidupan anda berada di alam lain yang tidak terbayangkan oleh saat ini. Yang ada kelak hanyalah : surga dan neraka.
Banyak yang bilang bahwa hidup di dunia hanya ”mampir minum”. Yah, benar sekali. Kita memang diciptakan hidup di dunia untuk dapat mencari bekal yang banyak yang akan dibawa saat kita telah meninggalkan dunia yang penuh kefanaan ini. Sudah sejauh mana anda siap membawa bekal anda ini? Semuanya tergantung pada diri sendiri. Ada orang yang memilih jalan hidupnya hanya untuk hura-hura, menghabiskan uang, melakukan kedhaliman disana sini, akan tetapi ada pula orang yang sangat khusyuk mempersipakan kehidupan mendatangnya. Semuanya itu pilihan, dan pilihan itu ada di tangan anda sendiri.
Allah memberi kita banyak nikmat yang tak terkira banyaknya. Bahkan pemberiannya yang tak dinyanapun sering kita abaikan, sering kita tidak pernah mensyukurinya. Badan yang sehat, gratisnya udara yang memberi penghidupan, bumi seisinya yang dapat diolah dan dijadikan tumpuan, langit dengan berbagai keindahannya....
”Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”(QS Ar-Rahman)
Sungguh, rugi besar bagi mereka yang tidak mau mengembangkan potensi yang dimiliki, dengan segala fasilitas yang tersedia ini???

dunia ibarat jembatan yang menghubungkan kehidupan manusia untuk mencari bekal ke kehidupan nyata di akhirat kelak. so, pergunakanlah dengan baik waktumu di dunia ini agar tidak salah arah dan tersesat, apalagi terbuang sia-sia. Wallohu A'lam....

Solo, 30 maret 2011, 22.46 PM
Saat stag mengerjakan skripsi.....
gambar from: berbagai sumber di internet

Kissin' U (Miranda Kosgrov)

|
Sparks fly its like electricity
I might die when I forget how to breathe
You get closer and there’s no where in this world id rather be
Time stops like everything around me is frozen
And nothing matters but these few moments when you opened my mind to things I never seen

Cuz when I’m kissing u my senses come alive
Almost like the puzzle piece I’ve been trying to find
Falls right into place your all that it takes my doubts fade away when I’m kissing u
When I’m kissing u it all starts making sense
And all the questions I’ve been asking in my head
Like are you the one should I really trust
Crystal clarity comes when I’m kissing u

Past loves they never got very far
Walls up make sure I guarded my heart
And I promised I wouldn’t do this till I knew it was right for me
But no one no guy that I’ve met before
Can make me feel so right and secure
And have u noticed I loose my focus
And the world around me disappears

Cuz when I’m kissing u my senses come alive
Almost like the puzzle piece I’ve been trying to find
Falls right into place your all that it takes my doubts fade away when I’m kissing u
When I’m kissing u it all starts making sense
And all the questions I’ve been asking in my head
Like are you the one should I really trust
Crystal clarity comes when I’m kissing u

I’ve never felt nothing like this
You’re making me open up
No point even trying to fight this
It kinda feels like its love

Cuz when I’m kissing u my senses come alive
Almost like the puzzle piece I’ve been trying to find
Falls right into place your all that it takes my doubts fade away when I’m kissing u
When I’m kissing u it all starts making sense
And all the questions I’ve been asking in my head
Like are you the one should I really trust
Crystal clarity comes when I’m kissing u

Holland's Tipology

|
Banyak teori-teori yang berkaitan dengan konseling, banyak juga orang-orang yang telah berjasa mengemukakan teori yang berkaitan dengan konseling. Yang paling banyak dipakai adalah teori yang dikemukakan oleh John Holland. Teori Holland mengemukakan enam lingkungan okupasional tipe kepribadian.
Kepribadian seseorang menurut Holland merupakan hasil dari keturunan dan pengaruh lingkungan (Opisow, 1983:84). Kemudian Winkel dan Hastuti (2005;634-635) menjelaskan bahwa pandangan Holland mencakup tiga ide dasar yaitu:
1. Semua orang dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh mereka mendekati salah satu dari enam tipe kepribadian, yaitu: Tipe realistic, tipe peneliti/pengusut, tipe seniman, tipe social, tipe pengusaha dan tipe orang rutin. Semakin mirip tingkah laku seseorang dengan salah satu diantara enam tipe itu, maka semakin terlihat ciri dan corak perilaku yang khas dari orang tersebut untuk tipe yang bersangkutan.
2. Beberapa lingkungan yang terdapat orang-orang yang hidup dan bekerja, dapat digolongkan menurut sebuah patokan sampai seberapa jauh suatu lingkungan tertentu dapat mendekati salah satu tipe/model lingkungan (a model environment) yaitu: lingkungan realistic, lingkungan penelitian/pengusutan, lingkungan kesenian, lingkungan pengusaha, lingkungan pelayanan social dan lingkungan bersuasana kegiatan rutin. Dari tiap-tiap lingkungan hidup memberikan kesempatan tertentu dan menimbulkan tantangan yang tertentu pula.
3. Perpaduan antara tipe kepribadian tertentu dan model lingkungan yang sesuai menghasilkan keselarasan dan kecocokan okupasional, sehingga seseorang dapat mengembangkan diri dalam lingkungan okupasi tertentu dan merasa puas. Begitupun sebaliknya, orang yang memasuki lingkungan okupasi yang jauh dari tipe kepribadian yang paling khas atau sesuai baginya akan mengalami konflik dan tidak akan merasa puas, sehingga cenderung untuk meninggalkan lingkungan okupasi itu dan mencari lingkungan lain yang lebih sesuai baginya.
Manrihu (1992:70) berpendapat bahwa ada empat asumsi yang merupakan jantung teori Holland, yaitu:
1. Sebagian besar orang dapat dikategorikan sebagai salah satu dari enam tipe: Realistik, Investigatif, Artistik, Sosial, Giat (suka berusaha) dan Konvensional.
2. Ada enam jenis lingkungan: realistic, investigative, artistic, social, giat (suka berusaha) dan konvensional.
3. Orang menyelidiki lingkungan-lingkungan yang akan membiarkan atau memungkinkan melatih ketrampilan-ketrampilan dan kemampuan-kemampuannya, mengekspresikan sikap-sikap dan nilai-nilainya dan menerima masalah-masalah serta peranan-peranan yang sesuai dengannya.
4. Perilaku seseorang ditentukan oleh interaksi antara kepribadiannya dan ciri-ciri lingkungannya.
Perkembangan tipe-tipe kepribadian adalah hasil dari interaksi-interaksi faktor-faktor bawaan dan lingkungan, selanjutnya inetraksi-inetraksi ini membawa kepada preferensi-preferensi untuk jenis-jenis aktifitas-aktifitas khusus yang nantinya mengerahkan individu kepada tipe-tipe perilaku tertentu sebagai berikut (Manrihu, 1992: 71-73):
1. Tipe realistik yang preferensinya pada aktifitas-aktifitas yang memerlukan manipulasi eksplisit, teratur atau sistematik terhadap obyek-obyek, alat-alat, mesin-mesin, dan binatang-binatang. Tidak menyukai kegiatan pemberian bantuan dan pendidikan. Preferensinya membawa pengembangan kompetensi-kompetensi yang berhubungan dengan benda, alat, teknik dan mengabaikan kompetensi yang berhubungan dengan bantuan dan pendidikan. Ciri-ciri khususnya adalah praktikalitas, stabilitas, konformitas.
2. Tipe investigative memiliki preferensi untuk aktiviatas-aktivitas yang memerlukan penyelidikan observasional, simbolik, sistematik, dan kreatif terhadap fenomena fisik, biologis, dan cultural agar dapat memahami dan mengontrol fenomena tersebut, dan tidak menyukai aktivitas-aktivitas persuasive, social dan repetitive.
3. Tipe artistic lebih menyukai aktivitas yang ambigu, bebas dan tidak tersistematisasi untuk menciptakan produk-produk artistic seperti lukisan, drama, karangan. Tidak menyukai kegiatan yang sistematis, rutin dan teratur. Memandang diri sebagai seorang yang ekspresif, murni, independen dan memiliki kemampuan-kemampuan artistic.
4. Tipe social lebih menyukai kegiatan yang melibatkan orang lain dengan penekanan pada membantu, mengajar atau menyediakan bantuan. Tidak menyukai kegiatan yang sistematis dan rutin yang melibatkan obyek-obyek dan materi-materi. Kompetensi social dikembangkan dan hal-hal yang bersifat manual dan teknik diabaikan. Menganggap diri sebagai seorang yang kompeten dalam membantu dan mengajar orang lain serta menilai tinggi aktivitas hubungan-hubungan social. Ciri khususnya adalah kerja sama, bersahabat, persuasive dan bijaksana.
5. Tipe enterprising lebih menyukai kegiatan yang melibatkan manipulasi terhadap orang lain untuk perolehan akademik atau tujuan-tujuan organisasi. Tidak menyukai kegiatan yang sistematis, abstrak dan ilmiah. Lebih berkompeten terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan, persuasive dan supervisi. Sedangkan hal-hal yang bersifat ilmiah diabaikan. Ciri khasnya adalah ambisi, dominasi, optimis dan sosiabilitas.
6. Tipe konvensional lebih menyukai kegiatan yang memerlukan manipulasi data yang eksplisit, teratur dan sistematik guna memberikan kontribusi kepada tujuan-tujuan organisasi. Tidak tertarik dengan kegiatan yang tidak pasti, bebas dan tidak sistematik. Kompetensi-kompetensi dikembangkan dalam bidang-bidang klerikal, komputasional dan system usaha. Kegiatan yang bersifat artistic dan semacamnya diabaikan. Ciri khasnya adalah efisiensi, keteraturan, praktikalitas, dan control diri.

Holland (Manrihu, 1992:77-78) juga menambah tiga asumsi tentang orang-orang dan lingkungannya, yaitu:
1. Konsistensi, pada diri seseorang atau lingkungan, beberapa pasangan tipe lebih dekat hubungannya daripada yang lainnya.
2. Diferensiasi, beberapa orang atau lingkungan lebih dibatasi secara jelas daripada yang lainnya.
3. Kongruensi, berbagai tipe memerlukan berbagai lingkungan.



DAFTAR PUSTAKA
1. Manrihu, Muhammad Thayeb . 1992 . Pengantar Bimbingan dan Konseling Karier . Jakarta . Bumi Aksara
2. Osipow Samuel H . 1983 . Theories of Career Development . New Jersey . Prentice Hall, Inc . Englewood Cliffs
3. Winkel, W.S & Sri Hastuti . 2005. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan . Jakarta: PT. Grasindo
4. Ifdil. 2005. Teori Karier Holland. [online accessed: 2 April 2010]
URL: www.kumpulblogger.com


tugas Perancangan Organisasi Semester 6, semoga bermanfaat, yang mau nanya2 silahkan^^