
I called it “TRAFFIC SYNDROME”

Hanya mengontrak

Setiap yang bernafas, pasti akan kembali kepadaNya. Banyak yang tak sadar bahwa sebenarnya hidup di dunia ini kita hanyalah ngontrak?
Gag percaya?
Saat berusia 4 bulan dalam kandungan, ruh ditiupkan kepada anda. Saat itu pulalah, umur, rejeki, jodoh dsb ditetapkan untuk anda. Umur anda sudah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa, jadi lamanya anda hidup di dunia juga sudah ada ketetapannya. Ibaratanya mengontrak rumah, anda hanya kuat membayar dalam jangka waktu 5 tahun, yaa selama itu anda akan dapat menempati rumah tersebut. Jika anda ditarget untuk hidup selama 45tahun di dunia, selama itu juga anda mempunyai masa kontrak, untuk selebihnya kehidupan anda berada di alam lain yang tidak terbayangkan oleh saat ini. Yang ada kelak hanyalah : surga dan neraka.
Banyak yang bilang bahwa hidup di dunia hanya ”mampir minum”. Yah, benar sekali. Kita memang diciptakan hidup di dunia untuk dapat mencari bekal yang banyak yang akan dibawa saat kita telah meninggalkan dunia yang penuh kefanaan ini. Sudah sejauh mana anda siap membawa bekal anda ini? Semuanya tergantung pada diri sendiri. Ada orang yang memilih jalan hidupnya hanya untuk hura-hura, menghabiskan uang, melakukan kedhaliman disana sini, akan tetapi ada pula orang yang sangat khusyuk mempersipakan kehidupan mendatangnya. Semuanya itu pilihan, dan pilihan itu ada di tangan anda sendiri.
Allah memberi kita banyak nikmat yang tak terkira banyaknya. Bahkan pemberiannya yang tak dinyanapun sering kita abaikan, sering kita tidak pernah mensyukurinya. Badan yang sehat, gratisnya udara yang memberi penghidupan, bumi seisinya yang dapat diolah dan dijadikan tumpuan, langit dengan berbagai keindahannya....
”Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”(QS Ar-Rahman)
Sungguh, rugi besar bagi mereka yang tidak mau mengembangkan potensi yang dimiliki, dengan segala fasilitas yang tersedia ini???
dunia ibarat jembatan yang menghubungkan kehidupan manusia untuk mencari bekal ke kehidupan nyata di akhirat kelak. so, pergunakanlah dengan baik waktumu di dunia ini agar tidak salah arah dan tersesat, apalagi terbuang sia-sia. Wallohu A'lam....
Solo, 30 maret 2011, 22.46 PM
Saat stag mengerjakan skripsi.....
gambar from: berbagai sumber di internet
Untuk, Wahai Calon Imamku.....

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Untuk mu wahai calon imamku yang tertulis di " LAUHUL MAHFUDZ "...
Duhai Calon 'Imam''ku ...
Apa kabar engkau disana ?
siapapun engkau ...
Semoga ALLAH senantiasa memberikan kesehatan kepadamu dan semoga kekuatan iman dan taqwa selalu melekat di dalam hatimu ...
Calon "Imam"ku ...
Aku tau ALLAH menunda waktu kita tuk bersama ...
ALLAH hanya memberi jeda tuk kita bisa mempersiapkan segalanya saat tiba kita bersama nanti ...
Bersama dalam satu atap dalam satu hati ...
Mengertilah calon imamku ...
Aku mencintaimu ...
Aku membutuhkanmu ...
Mungkin aku tak dapat menyampaikan rasa cinta ini kepadamu secara langsung saat ini ...
Namun aku percaya ALLAH akan mencintaimu slalu dalam setiap rinai waktu yang kau jalani ...
Duhai Calon ''Imam''ku ...
Jika memang kita berjodoh ALLAH pasti akan memberikan cinta di dalam hati kita di dalam hatiku dan di dalam hatimu dan jika memang kita tidak berjodoh ... ALLAH pasti sedang merencanakan yg terbaik untuk kita karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan ...
ku serahkan rasa yg tiada sanggup dijadikan halal itu kepada Maha Yang Maha Memberi dan Memilikinya
biarkan Dia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya karena ku ingin menjaga cintaku hanya untuk yang halal ...
Calon "Imam"ku ...
Aku tak menuntut banyak darimu ...
Aku tak memaksamu tuk membalas cintku sekarang ...
Semua itu kuyakin akan tumbuh perlahan dalam hati tulusmu ...
Akan mekar layaknya bunga namun tetap terjaga dan takkan layu oleh panas matahari maupun oleh hujan yang setiap saat menerpa ...
Calon "Imam"ku ...
Mungkin kau tak mencintaiku dengan hatimu saat ini ...
Tapi janganlah kau pudarkan cintamu pada-NYA yang begitu mencintaimu ...
Yang memberikan nafas kehidupan ...
yang memberikan sempat padam tuk dapat berkarya ... yang menjadikan itu ibadahmu ...
Calon "Imam"ku ...
Aku terus menanti saat itu ...
Terus menanti saat kita bersanding dan mengucap janji suci walimatul’ursy ...
Janji suci yang lekat dengan tanggung jawab kepada ALLAH Subhanahu wata'ala ...
Saat kau merangkulku erat ...
Menuntunku menuju amanah ALLAH tuk mendampingmu ...
Menuntunku tuk selalu mencari surgaku melalui dirimu ...
Calon "Imam"ku ...
Hati ini akan selalu untukmu ...
Akan selalu kujaga untukmu ...
Kumohon jangan kau nodai ketulusan ini dengan sesuatu yang bisa kau buat sebagai alasan ...
Jangan kau hakimi hatiku dengan perasaan yang tak pasti
Calon "Imam"ku ...
Mungkin saat kau baca ini hatimu tak terketuk sama sekali
Mungkin kau menganggapku berlebihan dengan apa yang kurasakan ...
Sekali lagi maafkan aku calon makmumku ...
Ini hanya ungkapan hati yang aku miliki saat ini ...
Karena aku tak dapat berbicara langsung denganmu ...
Bagaimanapun itu ... aku hanya berharap ...
ALLAH senantiasa melindungmu ...
Senantiasa memelukmu ...
memudahkan langkahmu ...
Dan ALLAH akan membawamu padaku ...
saat kau telah siap menerimaku dengan apa adanya aku ...
Semoga ALLAH membuka jalan kemudahan itu calon makmumku ...
Jaga diri baik-baik calon Imamku ...
Aku merindukanmu ...
Akan kujaga baik-baik hati dan diriku hingga takdir mempertemukan kita kelak ...
Jadilah " BINTANG" halal buatku ...
" aku belum tentu menikah dengan orang yang aku cintai ... tapi aku akan mencintai siapapun yang menikah denganku karena dia adalah kekasih dunia akhirat "
Ya ALLAh ...
Bila Hamba menjadi pasangan seseorang
Izinkanlah diri hamba menjadi pelindung baginya
izinkanlah wajah hamba menjadi kesenangan baginya
izinkanlah mata hamba menjadi keteduhan baginya
izinkanlah pundak hamba menjadi tempat melepas keresahan baginya
izinkanlah setiap perkataan hamba menjadi kesejukan baginya ...
Ya ALLAH ...
Izinkanlah setiap pelukan menjadi jalan untuk lebih mendekat kepadaMu
izinkanlah setiap sentuhan menjadi perekat cinta kepadaMu
izinkanlah setiap pertemuan menjadikan kami bersyukur
kepadaMu
Aamiin Ya Rabbal 'alamin ...
Bunga-bunga cinta indah bersemi
diantara harap pinta padaNya
Ya ALLAH tautkanlah cinta di hati
berpadu indah dalam mihrab cinta
from page "Halalkan Aku Ayah".....dengan editan
gambar from: mohdnajmir.blogspot.com
Ternyata, masih rejeki ku…..
ಗಮ್ಬರ್:jogetmp3.ಕಂ
*inspired by my boardinghouse friend
Hari ini, merupakan hari yang ditunggu oleh semua mahasiswa terutama di UNS. Yakni: WISUDA. Sebuah prosesi pengukuhan yang sacral dan keramat (ceille, hehe). Belajar selama 4 tahun, dengan menempuh berbagai ujian dan halangan. Mampu menyelesaikan beban berat yang menjadi momok paling menakutkan bagi sebagian mahasiswa, yaitu SKRIPSI.
Tepatnya, tanggal 7 Juni 2011, hari yang kunanti tiba. Hari yang akan menjadi kenangan semasa masih kuliah, hari dimana kita akan dilepas menjadi manusia liar untuk menantang kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan kerja. Banyak yang bilang bahwa, masih enakan apabila kuliah, soalnya masih bisa minta uang ke orang tua. Nah, kalau udah lulus, sarjana pula sekarang gelarnya, masa gak mau nyari duit sendiri. Sudah saatnya kita gentian untuk membahagiakan ortu, sanak family dan diri sendiri. Iya gak?
Oke, balik lagi ke prosesi wisuda. Di UNS terdapat 2 kali sesi wisuda. Yakni wisuda universitas dan wisuda fakultas. Sehingga dapat dibayangkan bagaimana repotnya hari ini. Berpakaian bak putri (Jawa, red) alias pakai kebaya, jarit, bertoga, berhighheels, ber- lain-lainnya. Dengan dua kali prosesi wisuda yang melelahkan. Akan tetapi, rasa senang dan bangga tetap menyeruak dari dalam dada. Tatkala, nama dipanggil maju, toga dipindahkan, menerima transkip nilai, vandle, dan berjabat dengan rector maupun dekan. Oh, sungguh sebuah kesempatan yang langka dan lama untuk menempuhnya. Ditambah lagi kehadiran orang-orang special, seperti bapak-ibu, adik-kakak, apalagi yang punya PW (pendamping wisuda). Duh..duh…senangnya. dan aku termasuk kategori ini. Bukan hanya sang PW yang ikut menemani, akan tetapi balon (bakal calon) mertua. Aihhhh, dunia serasa milik berdua (eh, berberapa ya? hehehe).
Selepas acara wisuda usai, lanjut sesi poto-poto. Baik dengan keluarga, rekan-rekan seperjuangan, rekan-rekan dalam organisasi, adik tingkat, dan semuanya. Karena sudah ditelpon oleh atasannya, cowokku buru-buru balik ke luar kota untuk meneruskan pekerjaannya yang ditinggal dengan alasan membeli computer untuk kantor (padahal dating wisuda). Makasih yaa beb..hahaha…. sebelumnya, pulang ke kost dulu untuk mengantarku. Nah, camerku tanpa terduga memberikan sebuah cincin. Ya, cincin 24 karat pula ternyata. Oh, terimakasih ibu. Katanya, ini cincin memang sengaja dibeli dari tanah suci, kembaran untuk semua mantu-mantunya (berarti aku dianggap mantunya, padahal rencana acara lamaranpun masih beberapa bulan lagi, amien).
Setelah semuanya pulang ke rumah masing-masing, aku beberes diri di kamar kost an. Packing barang-barang yang sudah tidak begitu dibutuhkan lagi untuk dibawa pulang. Mengingat jarak rumah yang tidak terlalu jauh dari Solo, aku memutuskan untuk membawa pulang barang-barangku sendiri, bertahap. Aku gak ingin merepotkan orang lain, terutama bapak ibu. Lalu sorenya, aku pergi mencari makan dengan membonceng temen. Niatnya setelah beli makan, mengambil motor yang tadi pagi kutinggal selepas dandan untuk wisuda. Sesampanya di pertigaan belokan meuju kost, aku membenarkan letak tas tenteng yang mobat mabit tertimpa angin sore yang lumayan kenceng. Saat itu pula aku sadar kalau cincin ku jatuh. Aku langsung panic, wajahkupun langsung pucat pasi, air mata langsung meleleh seketika. Tanpa memedulikan nyawaku sendiri, aku berhenti di tengah jalan. Kontan saja kendaraan dibelakangku langsung memencet klakson mereka masing-masing. Aku langsung menepi, memarkir motor, lalu berjalan lagi sambil menangis ke tengah jalan untuk mencari cincin itu. Tidak hanya mataku yang menangis, batinkupun malah menjerit. Ibu, maafkan aku. Belum sampai sehari pemberian ini. Mengapa harus hilang. Saat sudah pasrah dalam pencarian karena tidak menemukan barang yang kucari. Dengan lemas, aku menuju motorku. Dan pandanganku tertuju pada tas plastic hitam berisi makanan titipan anak-anak kost. Sebuah benda mungil berkilau bertengger dengan manisnya di sela-sela lipatan tas plastic. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, hanya itu yang dapat terucap berkali-kali dari bibirku. Alloh masih menyanyangiku, masih mempercayaiku untuk memiliki dan menjaga cincin ini, Alloh masih memberikan keagunganNya dan terlebih aku tidak habis piker, bagaimana bisa cincin itu nyelip disana. Seandainya saja tadi aku tidak mau dititipi makanan, mungkin cincin ini sudah hancur dilindas mobil dan motor yang melintas. Terimakasih Ya Alloh. Masih rejekiku dan sebagai peringatan untukku agar tidak ceroboh……^^
*cerita asli dari temen kost, maaph yaa… ga pa pa khan?hehehe. kalau mau protes langsung ke kamar saya sajah…,,hehehe
For the rest of my life

PictureBy: arilanskapers.blogspot.com
Hmmm, sepanjang hidup. Apa yang bakal kita lakukan sepanjang hidup? Hanya senang-senang? Foya-foya? Ataukah anda ingin melakukan hal-hal luar biasa yang dapat mengubah dunia? Yaa, dunia. Sebuah masa dimana kita diberikan kesempatan oleh Allah, untuk dapat membekali diri sebagai bekal ke kehidupan selanjutnya. Apa yang tak mungkin dapat saja terjadi di dunia ini, asal Allah sudah berujar “ Kun Fayakun”, yang jadi maka jadilah.
Mau kehidupan yang enak sampai akhir hayat? Hmmm, sebuah impian yang selalu menjadi keinginan setiap umat bukan?
Oke, pembahasan bukan masalah orang hebat ataukah hidup yang hebat. Tapi menjadi istri yang hebat. Caranya?
Kita, sebagai wanita ditakdirkan memang untuk patuh dan tunduk pada keinginan suami, selama keinginan itu tidak membawa kita pada kemudharatan dan hal-hal yang dapat membahayakan diri kita sendiri maupun hidup orang lain. Mau menjadi istri yang masuk surga?
Mengutip sebuah hadist yang yang dikatakan oleh Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ apabila wanita melakukan shalat lima waktu, berpuasa Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, dia akan masuk surge dari pintu manapun yang dia kehendaki”.
Di bawah ini, ada sebuah kisah yang mungkin sudah lazim dan sering dibaca. Akan tetapi, saya ingin mengulas untuk memberikan pengetahuan kepada yang belum mengetahui. Salah satu penyebab wanita masuk surga karena mentaati perintah suaminya.
Ada sebuah kisah seorang wanita yang hidup pada zaman Rasulullah. Wanita tersebut adalah orang patut mendapat hadiah berupa surge, kenapa? Karena ia orang yang sangat mematuhi suaminya. Alkisah, ibunda dari wanita tersebut sedang sakit keras. Ada kerabatnya yang dating untuk memberitahunya dan mengajaknya untuk menengok ibuknya. Dengan sesenggukan ia menjawab, “aku sangat ingin melihat ibuku, tapi sungguh aku tidak bisa pergi, aku belum mendapat izin dari suamiku dan dia belum pulang. Bagaimana aku bisa pergi tanpa seizing suamiku?”, lalu kerabat itupun pergi. Hari berikutnya, kerabt itu dating kembali dan memberitahukan bahwa ibunya sedang sekarat. Wanita itu masih saja mejawab dengan jawaban sama seperti kemaren. Esoknya kerabtanya dating lagi dan memberitahu bahwa ibunya meninggal. Ohh, “sungguh aku sangat ingin melihat wajah ibuku untuk yang terakhir kalinya, tapi aku tidak bisa pergi, suamiku belum pulang, aku tidak dapat pergi tanpa izinnya”, dengan menangis yang sudah menumpuk sejak 3hari wanita tersebut menjawab. Kerabatnya itupun maklum, lalu pulang. Wanita tersebut bahkan sudah di caci maki oleh tetangga-tetangganya dan juga kerabat karena sikapnya yang tidak mau menengok ibunya lantaran belum mendapatkan izin keluar dari suaminya.
Kalian tahu balasan apa yang Allah berikan untuk ibu wanita tersebut? Surga, yaa. Allah sudah menyediakan tempat untuk wanita tersebut dan ibu yang melahirkan wanita tersebut. Subhanallah… betapa mulianya ganjaran wanita yang menjaga, menaati dan mengikuti perintah suaminya.
Membangun kehidupan bahtera rumah tangga, memang tidak mudah. Harus ada kesiapan mental dan diri yang kuat untuk membangunnya. Selain itu dibangunnya cinta kasih antar suami istri perlu dibangun, dengan cara dan hal yang sehat tentunya. Karena dengan mahabbah (cinta kasih) yang sehat maka untuk kehidupan setelah menikah akan dapat berubah menjadi perasaan mawaddah dan rahmah antarsuami-istri.**
Inginkah anda menjadi wanita terbaik dan dirindukan surga? Mengutip kata-kata Abu Darda ketika berbicara kepada istrinya, Ummu Darda, “ jika kamu melihatku sedang marah, relakanlah aku. Jika aku melihatmu sedang marah, aku akan merelaknmu. Jika tidak, kita tidak akan pernah berteman (bersatu)”.**
Wanita salehah adalah wanita yang membuat senang suaminya ketika memandangnya, taat jika diperintah melakukan apa saja yang baik, menjaga diri dan harta suaminya ketika ditinggal bepergian atau yang lain. Wanita yang salehah adalah wanita yang membantu kehidupan dunia suaminya dan akhiratnya.**
Siap menjadi wanita solehah? For the rest of my life, I’ll be with you, I’ll still by your side, honest and thru, ‘till the end of my time, I’ll be loving you, loving you……
*for the rest of my life, Maher Zain
**(disadur dengan sedikit perubahan dari buku 50 Nasihat Rasulullah untuk kaum wanita, Majid Sayyid Ibrahim).
surat Cinta Noura untuk Fahri

Gambar dari berbagai sumber di internet
Kepada
Fahri bin Abdillah, seorang mahasiswa dari Indonesia yang lembut hatinya dan berbudi mulia
Assalamu’alaikum warahmatullah wa barakatuh.
Kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni surga. Salam yang harumnya melebihi kesturi, sejuknya melebihi embun pagi. Salam hangat sehangat sinar mentari waktu dhuha.
Salam suci sesuci air telaga Kautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selama-lamanya. Salam penghormatan, kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan berubah dalam segala musim dan peristiwa.
Wahai orang yang lembut hatinya, Entah dari mana aku mulai dan menyusun kata-kata untuk mengungkapkan segala sedu sedan dan perasaan yang ada di dalam dada. Saat kau baca suratku ini anggaplah aku ada dihadapanmu dan menangis sambil mencium telapak kakimu karena rasa terima kasihku padamu yang tiada taranya.
Wahai orang yang lembut hatinya, Sejak aku kehilangan rasa aman dan kasih sayang serta merasa sendirian tiada memiliki siapa-siapa kecuali Allah di dalam dada, kaulah orang yang pertama datang memberikan rasa simpatimu dan kasih sayangmu. Aku tahu kau telah menitikkan air mata untukku ketika orang-orang tidak menitikkan air mata untukku.
Wahai orang yang lembut hatinya, Ketika orang-orang di sekitarku nyaris hilang kepekaan mereka dan masa bodoh dengan apa yang menimpa pada diriku karena mereka diselimuti rasa bosan dan jengkel atas kejadian yang sering berulang menimpa diriku,
kau tidak hilang rasa pedulimu. Aku tidak memintamu untuk mengakui hal itu.
Karena orang ikhlas tidak akan pernah mau mengingat kebajikan yang telah dilakukannya.
Aku hanya ingin mengungkapkan apa yang saat ini kudera dalam relung jiwa.
Wahai orang yang lembut hatinya, Malam itu aku mengira aku akan jadi gelandangan dan tidak memiliki siapa-siapa. Aku nyaris putus asa. Aku nyaris mau mengetuk pintu neraka dan
menjual segala kehormatan diriku karena aku tiada kuat lagi menahan derita.
Ketika setan nyaris membalik keteguhan imanku, datanglah Maria menghibur dengan segala kelembutan hatinya. Ia datang bagaikan malaikat Jibril menurunkan hujan pada ladang-ladang yang sedang sekarat menanti kematian. Di kamar Maria aku terharu akan ketulusan hatinya dan keberaniannya.
Aku ingin mencium telapak kakinya atas elusan lembut tangannya pada punggungku yang sakit tiada tara. Namun apa yang terjadi Fahri?
Maria malah menangis dan memelukku erat-erat. Dengan jujur ia menceritakan semuanya. Ia sama sekali tidak berani turun dan tidak berniat turun malam itu. Ia telah menutup kedua telinganya dengan segala keributan yang ditimbulkan oleh ayahku yang kejam itu. Dan datanglah permintaanmu melalui sms kepada Maria agar berkenan turun menyeka air mata dukaku. Maria tidak mau. Kau terus memaksanya. Maria tetap tidak mau.
Kau mengatakan pada Maria: “Kumohon tuturlah dan usaplah air mata. Aku menangis jika ada perempuan menangis. Aku tidak tahan. Kumohon. Andaikan aku halal baginya tentu aku akan turun mengusap air matanya dan membawanya ke tempat yang jauh dari linangan air mata selama-lamanya. Maria tetap tidak mau.”
Dia menjawab: “Untuk yang ini jangan paksa aku, Fahri! Aku tidak bisa.” Kemudian dengan nama Isa Al Masih kau memaksa Maria, kau katakan, “Kumohon, demi rasa cintamu pada Al Masih.”
Lalu Maria turun dan kau mengawasi dari jendela. Aku tahu semua karena Maria membeberkan semua.
Ia memperlihatkan semua kata-katamu yang masih tersimpan dalam handphone-nya. Maria tidak mau aku cium kakinya. Sebab menurut dia sebenarnya yang pantas aku cium kakinya dan
kubasahi dengan air mata haruku atas kemuliaan hatinya adalah kau. Sejak itu aku tidak lagi merasa sendiri. Aku merasa ada orang yang menyayangiku. Aku tidak sendirian di muka bumi ini.
Wahai orang yang lembut hatinya, Anggaplah saat ini aku sedang mencium kedua telapak kakimu dengan air mata haruku. Kalau kau berkenan dan Tuhan mengizinkan aku ingin jadi abdi dan budakmu dengan penuh rasa cinta. Menjadi abdi dan budak bagi orang shaleh yang takut kepada Allah tiada jauh berbeda rasanya dengan menjadi puteri di istana raja. Orang shaleh selalu memanusiakan manusia dan tidak akan menzhaliminya. Saat ini aku masih dirundung kecemasan dan ketakutan jika ayahku mencariku dan akhirnya menemukanku. Aku takut dijadikan santapan serigala.
Wahai orang yang lembut hatinya, Sebenarnya aku merasa tiada pantas sedikit pun menuliskan ini semua. Tapi rasa hormat dan cintaku padamu yang tiap detik semakin membesar di dalam dada terus memaksanya dan aku tiada mampu menahannya. Aku sebenarnya merasa tiada pantas mencintaimu tapi apa yang bisa dibuat oleh makhluk dhaif seperti diriku.
Wahai orang yang lembut hatinya, Dalam hatiku, keinginanku sekarang ini adalah aku ingin halal bagimu. Islam memang telah menghapus perbudakan, tapi demi rasa cintaku padamu yang tiada terkira dalamnya terhunjam di dada aku ingin menjadi budakmu. Budak yang halal bagimu, yang bisa kau seka air matanya, kau belai rambutnya dan kau kecup keningnya. Aku tiada berani berharap lebih dari itu. Sangat tidak pantas bagi gadis miskin yang nista seperti diriku berharap menjadi isterimu. Aku merasa dengan itu aku akan menemukan hidup baru yang jauh dari cambukan, makian, kecemasan, ketakutan dan kehinaan. Yang ada dalam benakku adalah meninggalkan Mesir. Aku sangat mencintai Mesir tanah kelahiranku. Tapi aku merasa tidak bisa hidup tenang dalam satu bumi dengan orang-orang yang sangat membenciku dan selalu menginginkan kesengsaraan, kehancuran dan kehinaan diriku. Meskipun saat ini aku berada di tempat yang tenang dan aman di tengah keluarga Syaikh Ahmad, jauh dari ayah dan dua kakakku yang kejam, tapi aku masih merasa selalu diintai bahaya. Aku takut mereka akan menemukan diriku.
Kau tentu tahu di Mesir ini angin dan tembok bisa berbicara.
Wahai orang yang lembut hatinya, Apakah aku salah menulis ini semua? Segala yang saat ini menderu di dalam dada dan jiwa. Sudah lama aku selalu menanggung nestapa. Hatiku selalu kelam oleh penderitaan. Aku merasa kau datang dengan seberkas cahaya kasih sayang.
Belum pernah aku merasakan rasa cinta pada seseorang sekuat rasa cintaku pada dirimu.
Aku tidak ingin mengganggu dirimu dengan kenistaan kata-kataku yang tertoreh dalam lembaran kertas ini. Jika ada yang bernuansa dosa semoga Allah mengampuninya. Aku sudah siap seandainya aku harus terbakar oleh panasnya api cinta yang pernah membakar Laila dan Majnun. Biarlah aku jadi Laila yang mati karena kobaran cintanya, namun aku tidak berharap kau jadi Majnun.
Kau orang baik, orang baik selalu disertai Allah.
Doakan Allah mengampuni diriku. Maafkan atas kelancanganku.
Wassalamu’alaikum,
Yang dirundung nestapa,
Noura
Sesaat habis menonton ulang film “Ayat-ayat Cinta”…..xixixixixi
Diambil dari buku ayat-ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy
Euforia selebriti instan
Hi guys, sekarang ini marak sekali “bisnis” mempopulerkan selebriti instan. Dengan semakin canggihnya teknologi yang ada, semakin mudah saja cara orang-orang yang ber”ambisi” atau sekedar hobby untuk melampiaskan keinginannya dan mempertontonkannya di hadapan publik. Baik memang berniat agar dapat terkenal dan dikenal, ataupun hanya sekedar menyalurkan hobby yang dimiliki. Ohh, memang dunia cyber cepat sekali memberi pengaruh kepada masyarakatnya. Baik itu positif ataupun negatif. Semua itu tergantung masyarakat kita dalam menyikapinya. Akan tetapi, menurut pendapat saya, sikap orang Indonesia terkesan agak ”lebay” dan selalu membesarkan-besarkan hal yang semestinya bukan menjadi bagiannya. Banyak yang seharusnya dibahas, selain membahas maraknya selebriti instan yang ada saat ini. Oke, saya akan membahas para selebriti instan menurut versi saya, yang dapat mewakilinya...........
Si ”keong racun” Shinta – Jojo
Dua mahasiswi asal Bandung ini, dapat ngetop lewat video yang mereka unggah dalam sebuah situs dengan lagu keong racun. Lagu yang mungkin sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan dapat ngetop, malah menjadi booming dan sangat popular di segala lapisan masyarakat. Yaaa, dengan gayanya yang polos dan sangat menghibur bagi sebagian orang yang melihatnya, tentu akan terhibur dan merasa asyik menikmatinya.
Dunia hiburan seakan berpaling roda, mereka mengincar selebriti instan yang sangat diburu dan diperbincangkan oleh masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa, ”ahh, lebay. Biasa ajaa kali, ga usah heboh ngeksposnya”. Setelah itu, banyak artis atau musisi yang coba mengajak mereka untuk bekerja sama dan membuat sebuah hubungan kerja dengan dua mahasiswi tersebut. Selain ketenaran dan (tentunya) aliran rejeki yang melimpah, pihak instanti tempat dimana Jojo kuliah juga memberikan bonus tersendiri berupa beasiswa pendidikan sampai lulus. Waa, fantastis, dari iseng menjadi hoki tersendiri untuk keduanya.
Si ”Udin Se-dunia” Soaludin
Udin yang suka bertanya namanya Soaludin, Udin yang suka di jalan namanya Jalaludin, Udin yang sukanya di kamar namanya Kamarudin, dan masih banyak udin-udin lainnya yang dibuat lirik lagu oleh seorang bernama Soaludin. Ya, karena keisengannya menulis lirik lagu dengan berlatarbelakang nama udin, lalu mengunggahnya ke sebuah situs, jadinya Udin sedunia dikenal seantero jagad negeri ini.
Awalnya dia hanyalah seorang pengamen jalanan, akan tetapi sekarang satus sosialnya berubah menjadi selebriti. Hummmmm, sebuah status yang mungkin dari kebanyakan orang sangat ingin mempunyainya. Termasuk andakah? Hehehe...... di layar kaca, kita akan sering melihat dia muncul di acara infotainment ataupun talkshow2. Yaaa, euforia selebriti instan sedang marak.
Si “Chaiyya-chaiyya” Briptu Norman
Anggota brimob yang ngetop dan menjadi perbincangan bahkan menjadi tamu di beberapa acara dalam televisi swasta nasional dalam 2 minggu terakhir ini, ngetop lantaran video yang direkamnya saat bertugas dengan tingkah kocak dan sangat ekspresif ini dalam menirukan gaya actor Bollywood terkenal Shah Rukh Khan yang berjudul Chaiyya-chaiyya. Yaaa, dengan gayanya yang polos dan sangat luwes menirukan gaya penyanyi aslinya, ditambah lagi dengan hafalnya lirik lagunya, menambah kesan bahwa memang dia sangat hobby dan maniak dengan India. Memang benar, ulahnya sangat menghibur dan menyegarkan bagi siapa saja yang melihatnya. Seorang anggota Brimob, yang masih berpakaian lengkap bergaya ala aktor India ngetop. Siapa yang bakalan tidak terhibur??? Hehehe...
Dengan profesi barunya sebagai selebriti, tentu banyak tawaran dari sana-sini untuk mengisi acara yang ada di berbagai stasiun televisi swasta di negeri ini. Kehidupannya pun berubah dari seorang anggota Brimob, yang berprofesi lain yaitu selebritis. Bhkan, sekarang, RBT (ringbacktone) untuk nada sambung ponselnya pun sudah marak dipromosikan. Wuiihhh, hebat, canggihnya internet. Dalam sekejap dapat merubah kehidupan seseorang.
Berminatkah anda?????
Let’s see.......Siaran televisi heboh memberitakan para selebriti instan tersebut untuk menarik minat penonton. Ini yang menjadi perhatian. Sebenarnya terjalin hubungan simbiosis mutualisme diantara kedua belah pihak, akan tetapi di sisi lain akan muncul selentingan pertanyaan. Pentingkah mengekspos terlalu jauh kehidupan seseorang? Pentingkah mengetahui apa yang sebenarnya tidak perlu diketahui oleh banyak khalayak?.
Sebenarnya, dengan maraknya euphoria selebriti instan tersebut, tentu merupakan point plus tersendiri dimana dapat dengan mudah mengindikasikan banyaknya orang berbakat yang ada di Indonesia saat ini. Akan tetapi di satu sisi, sangat miris memang, di saat banyak sekali orang-orang yang membutuhkan perhatian lebih, kenapa hanya selebriti instan yang malah ramai diberitakan?. Bahkan banyak dari mereka yang langsung mendapat penghargaan dari instansi terkait. Boleh saja euphoria itu berkembang, tapi kita harus tetap bijak menyikapinya. Ingat, masih banyak yang harus diperbaiki dalam negeri ini. Tidak hanya fenomena selebriti instan yang sedang merajai jagad hiburan, akan tetapi fenomena di masyarakat sekitar banyak yang lebih harus diperhatikan. Masih banyak masalah-masalah di negeri ini yang harus diselesaikan dan harusnya menjadi sorotan publik agar mata dan mata hati dapat terbuka lebar. So, jadilah pemirsa yang bijak dalam menyikapi segala sesuatunya.
Kamis, 14 April 2011, ba’dha maghrib