Hari itu, panas, hujan dan mendung bertemu. Banyak yang mereka perbincangkan. Salah satunya yang menjadi perbincangan adalah mendung. Panas dan hujan merasa bahwa mendung hanyalah sebuah keadaan yang aneh, tanpa taste dan kurang berkesan.
”Mendung itu akan segera berlalu, dan aku akan segera turun untuk membasahi bumi. Banyak orang disana yang membutuhkanku” kata hujan dengan congkaknya.
”ahhh, disana juga butuh aku, banyak orang yang membutuhkan cahaya dan sinar panasku untuk dapat mengeringkan pakaian, menjemur hasil panen, proses metamorfosis tumbuhan” kata panas tak kalah sombongnya.
”eh kau, apa yang kau lakukan? Apa untungmu bagi mereka, sudahlah pergi saja sekarang” kata hujan. Dan panas mengiyakan.
Mendung hanya tersenyum simpul, lalu dengan tenang ia menjawab:
”bukannya aku tidak jelas, hanya saja itu yang aku punya, mendung punya masanya sendiri, begitupun kamu, aku hanya ingin menghiasi bumi ini agar dapat indah dan selalu terlihat indah, kalaupun Yang Kuasa tak menginginkanku hadir disini, mungkin itu pertanda, aku harus rehat sebentar, aku hanya tidak mau mengambil hak lainnya.”
”aku hanya ingin memberi tahu pertanda. Pertanda tentang kebahagiaan. Banyak yang meminta kebahagiaan panas dan banyak pula yang meminta kebahagiaan hujan. Aku hanya ingin memberi sinyal kepada semuanya bahwa kalian akan datang, hanya itu”
”ingat, tak selamanya yang tak jelas itu buruk. Banyak penafsiran akan itu, pahamilah sesama agar kau mengerti bagaimana memperlakukan mereka, bagaimana cara berhubungan dengan mereka, bagaimana kalian dapat menjawab apa yang tidak dijawab”
”lantas, apa lagi yang kau lakukan setelah itu?” panas betanya dengan penuh selidik.
”tahukah kalian, kita semuanya yang diciptakan olehNya, suatu saat akan kembali kepadaNya. Untuk itu, setelah aku bertugas, aku punya tugas lain. Beribadah, bersimpuh dan bersujud kepada Yang Pemberi Hidup”
Panas dan hujan ber-O-O-O..........
”Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk menyembah kepadaKu”
0 comments:
Post a Comment