Lebaran tiba, lebaran tiba……

|



pic: wal-jihad.blogspot.com

Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar, Laa illaha Illahuawohu Akbar…..
Subhanalloh, kita dipertemukan lagi dengan Ied Mubarok, 1433H. idul fitri merupakan perayaan setelah sebulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Suara takbir diserukan di seluruh penjuru negeri. Dan ini, merupakan mudik pertamaku dari perantauan yang lebih jauh lagi setelah kuliah di Solo. Bener2, ngerasain mudik deh sekarang. Xixixixi.
Hari raya Idul Fitri, sejatinya bukan hanya sekedar maaf memaafkan, tapi sebagai symbol dan gerbang perubahan. Perubahan dari diri kita yang baru, harapannya menjadi prinbadi muslim dan muslimah yang lebih baik dari yang lalu. Yang selalu lebih mendekatkan diri kepada Alloh, ibadahnya bertambah dan semuanya bertambah yang baik2. Adakah kalian merenunginya?
Maha Besar Alloh yang selalu memberikan kita kesempatan. Kesempatan untuk menjadi individu baru yang bersih dan suci. Dengan saling membukakan pintu maaf bagi saudara2 kita yang pernah tersakiti perasaannya karena ucapan kita, perbuatan kita dan prasangka kita. Adakah yang lebih indah daripada saling maaf memaafkan guys?
Yuks, mari buka pintu maaf sebesar-besarnya dan selebar-lebarnya.
Taqoballohu minna waminkum, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Blora, 1 syawal 1433 H

Dan, bulan itu akan segera pergi

|



Assalamualaikum guys,


Alhamdulillah yaaa, sekarang puasa sudah menginjak ke hari 28, which is 2 hari lagi kita akan kehilangan bulan penuh berkah ini. Huhuhu.
Berhubung ramadhan akan segera pergi, sudah sampai manakah amalan kita berjalan sobat? Sudah banyakkah ayat2 yang kalian baca atau lebih bagus lagi kalian sebarkan? Semoga sudah mendekati maksimal yaa, sesuai dengan kemampuan kita semua. Amien.
Sungguh, aku merasa bahwa bulan ini berlalu begitu cepat. Bagaimana dengan kalian? Hati sedih saat bulan ini pergi begitu saja, berganti dengan bulan baru yang tak kalah berharganya, Syawal.
Semoga, tahun depan kita dpaat berjumpa kembali… amiennnn….

Blora, 27 Ramdhan 1433 H

Karena silaturahmi itu indah

|



Assalamualaikum everyone,


Alhamdulillah, kita sudah memasuki hari puasa yang kedua. Bagaimana kabarnya? Masih tetap semangat dong pastinya. baru dua hari, masih ada sekitar 27 hari lagi yang harus kita tuntaskan untuk menjadi pemenang di Idul Fitri.

And well, Alhamdulillah, it is Sunday, but today, so many activities that I had done to do (sorry, english nya lagi ngaco). Gak nyangka juga, hari ini banyak sekali tamu yang berkunjung ke kost an.

Pagi hari, selesai sahur, saya tidak mengantuk sama sekali. Entahlah, padahal malam hari saya baru bisa tidur sekitar jam 1, trus jam 3 bangun untuk mempersiapkan sahur. Which is, jam stgh4 pagi, warung2 yang jual makanan sudah habis semuanya. Hadeh, untung masih ada satu yang buka meski ngantrinya. Hehehe. Setelah solat subuh, saya lanjut untuk menyetrika. Cucian seminggu belum ada yang dihalusin, hmmm, bisa2 gelagapan kalau sebelum masuk kantor harus nyetrika baju dulu. Really, it’s not me. :D.

Selesai setrika, niat mau tidur, tapi entah memang tidur setelah subuh tidak baik, dan mata saya tidak mengantuk, jadilah saya membuka laptop untuk nge-blog (niatnya), tapi berhubung ide belum ngalir, jadinya mbaca blog-blog orang-orang. Lumayan, nambah ilmu kan. Dan, sekitar jam stgh8 saya mengantar teman ke shelter bus, karena akan dinas ke luar Jawa, lanjut, teman saya dari Karanganyar datang, yaksss. Dia keterima kerja kayak aku. Sebenenrya dia temen test, kenal saat test awal, malah berlanjut mpe sekarang. Alhamdulillah.  Berniat mencari kost, ditemani pacarnya, dia mencari sendiri. Maaf yaa, gak bisa nemenin, saya harus kekantor untuk ngurus musholla, J

Sesampai di musholla, sudah lumayan, ada 5 personil yang datang. Berharap akan bertambah, tapi tetap saja. Yah, semoga tenaga yang ada dapat maksimal dan berjalan sesuai rencana. Xixixi. Bungkus korma untuk ta’jil, lalu menyelesaikan madding Musholla Al Hayaa yang membuatku harus lembur selama 3 malam di kantor. -__-“. Sampai sekitar jam stgh 5, pekerjaan itu clear, selesai. Sebelumnya, saya sempat pulang ke kost an dulu. (lagi-lagi) ada tamu yang hutuh bantuan. Nitip tas untuk mencari kost (again). Yaaa, padahal temen ane ini rumahnya di Cinere, tapi dia males kalo harus lembur trus pulang ke rumah. Bakal remuk badannya, katanya. Hehehe, pisss.



What I wore??? Hahaha
- Jersey MU, unbranded scraft, bandidas jeans-

Lanjut, saya pergi ke daerah yang banyak ta’jil nya, tepatnya dijalanan menuju warakas. (bukan berniat untuk memborong makanan loh), saya mau nyari vendor untuk ta’jil di Musholla Al-Hayya. Alhamdulillah lagi, dapet 2 vendor yang siap membuatkan pesanan.

Saat buka datang, saya menyusul teman-teman untuk berbuka bareng. Ada Indra Susilawati, Uut dan Rfika. Di tempat makan yang banyak nyamuk dan kucingnya. Hadeuh, kenapa tiba-tiba nyamuk bisa heboh menyerang gini yah, huhuhu.

Next, we’ll go to Masjid Astra. Untuk solat Maghrib, Isya’ dan Taraweh. Alhamdulillah, terlaksana dan nyaman sekali rasanya. Terimakasih Ustadz, atas wejangan-wejangannya.

Pulang ke kost, saya sudah tau akan ada tamu. Lagi? Iya. Lagi? Iya. Kali ini yang dataang adalah kakak sepupu saya yang dari Rembang, huaaa, its really long time not to see you Kakak. Dia dating sama ceweknya, saat kenalan. Namanya juga Novi. Hihihi, alhmadulillah, makasih ibu abah, atas nama yang snangat cantik ini, J.



Sampe dibawain hokben segala Mas Kumet ma Mba Novi, makasi yaaa, J


Ternyata, bertemu dengan sodara dan kawan-kawan itu sangat menyenangkan, dapat membantu mereka dengan sedikit atau bahkan maksimal yang kita punya juga sangat lebih menyengakan. Itulah indahnya ukhuwah, yang dibangun atas satu sadar, Ikhlas (InsyaAlloh). Yaaa, satu kata mujarab yang selalu saya gunakan untuk berbagai event, agar hidup lebih mudah dan lapang. Agar hati menjadi tenang dan ridho. But, I really still learn, so sometimes if I khilaf, yaaa maaappp… hehehe…

Jadi, tetep jaga ukhuwah yaa. Saya sadar, hari ini saya belum beristirahat maksimal, tapi saya senang. Terimakasih tamu-tamu ku dan kesibukanku hari ini, J J J



Jakarta, 2 Ramadhan 1433 H, 21.00-21.30 PM


Seberat itu melaksanakan puasa ramadhan?

|



Alhamdulillahirrobbila’lamiin…. Apa kabar semua? Bagaimana penyambutan ramadhan kali ini? Harus “lebih” yaa dibanding yang dulu2. Kan udah pasti tambah gedhe, tambah pinter dan pasti harus jadi tambah baik dari sebelumnya.

Syukur Alhamdulillah, bisa bertemu dan melaksanakan lagi puasa di bulan yang mulia ini. Bulan yang penuh ampunan dan berkah. Huoooo, siapa yang gak mau dapat nikmatnya? Pasti semuanya mau kan? Hehehe.

Tapi, sedikit yang saya sesalkan adalah. Dari status lewat fb, twitter or bbm temen2, kenapa masih ada yang merasa berat yaa dengan datangnya ramadhan? Why? Kapan lagi bisa beribadah dengan banyak kelimpahan berkah selain ramadhan?

Puasa? Memang berat sie, tapi di artikel sebelumnya, aku udah bahas kan, bisa atuh dilaksanakan dulu, biar gak kagok pas mau tancep gas puasa full satu bulan. Jadi, kita bisa ancang-ancang dulu nieh, saat ramadhan datang, tinggal melakukan puasa dengan riangnya. Mau gak?

Nah, usahlah mengeluh, ini ibadah, yang ditujukan untuk umatNya, yang wajib dilakukan dan tidak hanya sekedar puasa dan taraweh. Banyak yang bisa kita lakukan disini. Banyak kenimatan yang bisa kita dapat kalau mau bersungguh-sungguh dalam menjalan ibadah di bulan ini. Bahkan, dalam bulan ramadhan, justru azzam kita semakin dikuatkan olehNya dan kelimpahan nikmat tentunya. Nabi Muhammad SAW, berperang dan menang juga saat ramadhan, kemenangan beliau tepat tanggal 17 Ramadhan. Subhanalloh.

So, gak mau kan hanya melakukan yang biasa di bulan ini? Lakukan seluarbiasa dirimu, dan lihatlah, kau harus bisa jadi orang yang lebih baik dari sekarang.
Wallohu a’lam bisshowab,


 jakarta, 1 Ramadhan 1433 H

Boardinghouse’s child aka bocah kost-kostan

|




Assalamualaikum guys,

Pernah gak jadi anak kost? Pasti sebagian dari kalian ada kan yah yang pernah atau sampai sekarang masih jadi anak kost (include me). Yaaa, selama kuliah di di UNS, aku ngekost di sebuah kost-kost an di belakang kampus, selama hampir 4 tahun. Kok ga pindah? Males. Hhehehe

Sebenarnya, apa sieh yang buat kita betah di kost? Dan apa aja sih lika liku jadi anak kost? Hmmm, lets me explains one by one yaa:

1.     Sudah klop sama kostnya
Ini nih, kalau uda cocok ama penghuni kost, biasanya malas untuk pindah kost. Which is, harus kenalan, sosialisasi lagi, mengakrabkan diri lagi, iyaa kan? Apalagi bagi pribadi yang pendiem, pasti akan sangat malas untuk memulai percakapan dengan penghuni baru.
Kalau aku sieh, bukan karena urusan orangnya. Susah cari kost an yang pas ama kantong, soalnya aku suka banget nieh buat belanja buku, so uangnya better if I use it to buy some book.
Disamping itu, sudah kena; baik dengan tetangga sekitar. Ini penting, apalagi untuk perantauam. Dengan mengenal lingkungan dengan baik kiya dapat dengan baik pula bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas.

2.    Males pindahan barang2 nya
Nah, ini aku nih, paling males mindahin barang-barang yang ternyata banyak juga yaa, jadi enak. Hehehehe.
Iyaaa, kalau gak ada acara mindahin barang-barang mungkin udah pindah-pindah kostan aku. Xixixixixi…
Yaaa, tapim tetep ajaa yang namanya mau pindah, barang juga harus ikutan pindah dong yaaa…..

3.    Awal bulan mukjizat, akhir bulan musibah
Yak, saat awal bulan, saat kiriman masih fresh-fresh nya… pasti aka nada yang namanya perabikan gizi untuk beberapa hari kedepan dan nantinya saat akhir bulan mulai irittt…hehehee. Mentok, telp orang rumah buat kirim lagi, uhug. Alhamdulillah, aku cuckup dalam hal ini, bisa makan apa yang ingin aku makan, bisa membeli apa yang ingin aku beli dan bisa menabung, sedikit demi sedikit. Hehehehe.
Saranku: kalau awal bulan (yang sistemnya uda dijatah ama ortunya) jangan langsung dihabisin yak, satu dua hari boleh lah khilaf makan yang mahal2, tapi inget, masih ada beberapa puluh hari kedepan yang perlu dilewati. Masak mau minta lagi? Malu donk, cara paling aman adalah cari uang tambahan sendiri, bisa wirausaha, ngasih les buat anak-anak sd smp or sma, jadi asisten, buka rental di kost an kalao perlu, hahahhaa.

4.    Nyunye
Sebenarnya bukannya saya tidak mau atau tidak mampu ke laundry. Bahkan sampai sekarangpun, saat udah kerja (Alhamdulillah udah berpenghasilan sendiri) saya tetep nyuci dan nyetrika baju sendiri. Entahlah, saya merasa kalau ini merupakan kegiatan selingan yang pas sekaligus untuk olahraga tangan. Kalau nyetrika agak ((terpaksa) si yaaa, lebih capek. Untuk nyuci,memang saya lebih suka nyuci sendiri, lebih percaya dengan kekuatan tangan senidri.
Prinsip saya si ya, selama masih bisa melakukannya, yaa lakukan saya, toh tidak membuang banayak waktu untuk mencuci. Lebih tau letak kotornya dimana, lebih tau mana baju yang harus dicuci dengan kekuatan ekstra atau yang tinggal peres abies rendem, wkwkwk.
So, it’s one of the main activities that make me so helath, haiyah…xixixixi

5.    Beberes kamar sendiri
Kamar kost, meskipun kita sewa, tetep donk harus diberesin sendiri, masak mau temen sebelah kamar yang beresin.. hmmmm. Ini sebenernya melatih sikap mandiri kita. Kebersihan dan kerapian kamar kost merupakan cerminan kita sehari-hari loh, gak mau kan, di cap sebagai anak yang jorok, yang gak pernah bersih-bersih kamar.

6.    Tugas bersih2 kost an (biasanya giliran lah yaaa)
Bersih kost-kost an, bagi kost annya yang tanpa ibuk2 tukang bersih-bersih, hehehe. Ini bisa jadi ajang untuk menunjukkan kekompakan loh ternyata, dengan bersih bareng-bareng pasti akan terasa tuh gotong royongnya, dan pasti akan sangat puas saat udah bener2 bersih tuh kost an.
Jadi inget sebuah hikmah:
Annadhofatul minal iman รจ kebersihan adalah sebagian dari iman

7.    Nonton filem bareng
Ini nieh yang seru, apalagi kalau filmnya horror, bakal jerit rame-rame, sok sok an pula pintu kamar ditutup dan lampu kamar dimatiin. Bahkan, dulu saya sempet denger jeritan kost depan. Lalu tersenyum sambil batin “ pasti lagi nonton pilm horror”. Hahaaaa
Lalu, kalo film nya sedih, pasti akan nangis bareng-bareng juga. Biasanya sie, berdasar pengalaman, yang paling sering bikin nangis adalah drama dan film Korean. Huhuuu
Ngakak bareng, siapa sie yang mau ketawa-keatawa bareng, dengan nonton film komedi, pasti akan ngakak, itu naluri guys, gak bisa dibantah atau disingkirkan, hehehe.
Film romantic sieh, biasanya akan saling senyum senyum sendiri gak jelas, trus bilang “duhh, so sweet yaa”

Itulah, sedikit cerita saya tentang anak kost an. Tepatnya saat saya masih berstatus mahasiswa. J

Bagaimana dengan ceritamu????

Jakarta, 15 Juli 2012, 10.00 PM, saat mati lampu

Karena perhatian orang tua itu penting, J J J

|



pic: crop by this original film, hehehe


Kenapa harus orang tua? Terutama ibu? Yaa, ibulah tempat anak belajar, berkembang dan bertumbuh. Tidak ada tempat lain sebagus dan selengkap ibu dalam mendidik anaknya.

Sebenernya, ini aku mau cerita tentang sebuah film. Tepatnya genre apa ya, pendidikan lebih pas sieh menurutku. Judulnya “ I not stupid too”. Entah ini filem buatan china atau apa, tapi menurutku ini film Singapura, CMIIW yaa bagi yang udah tau dan pernah nonton. Hampir 3 kali aku nonton film ini dan tidak bosan, seriously. Disamping bisa ngakak (ups, dikamar sendiri-sendiri yaa), juga bisa dapat pelajaran.

Banyak banget pembejaran yang aku ambil darisini, lets we part one by one yaa:

1.     Guru dalam mengajar
Guru atau tepatnya sekolah adalah tempat belajar kedua anak setelah rumah. Disini, mereka dikenalkan kepada dunia yang “sebenarnya”. Dimana mereka harus berinteraksi dengan teman baru mereka, guru dan perangkat lain yang ada di sekolah. Dari sini, bisa dikembangkan juga bakat dan minat anak dalam berbagai hal.
Oke, back to this film, disini ada salah seorang guru yang mengajarnya boleh dibilang “kolot”. Dia mengajar dengan berprioritas pada hasil bukan proses yang menjadi bagian penting pemahaman siswa akan sesuatu.
Setiap siswa yang nilainya jelek, akan dicaci maki dan tidak dihargai kerja kerasnya. Ada peningkatan apapun, hargai. (ini harusnya masuk ke point 4 yah, hehehe).
Ada dua kelas yang diperlihatkan disini, yang satunya diajar oleh guru yang lebih “fresh”. Metode belajarnya baru dan selalu membuat anak didiknya betah di kelas.
So, bagi para guru, temukan formula yang pas untuk mengajar anak didikmu ya, ingat, mereka adalah asset bangsa yang harus dididik sebaik dan sehebat mungkin. Kenali dan gabunglah dengan dunia mereka.
*ehem, jadi ceramah buat guru nih

2.    Perhatian orang tua
Menurutku, ini bagian yang paling penting dari filem ini.
“Anak bisa menjadi apa, tergantung didikan orangtuanya”.
Yak, ada 2 orangtua disini yang (mungkin) salah dalam mendidik anaknya. Mereka berbeda, satunya memang dari keluarga kaya raya, satunya dari keluarga yang sangat pas-pas an.

a.    Orangtua Tom dan Jerry
Mereka ini workaholic banget. Keduanya sama-sama sibuk bekerja dan mengejar target. Sampai lupa bahwa ada kewajiban yang mereka penuhi untuk anaknya, yaitu bercengkerama dengan mereka.
Bahkan, untuk komunikasi dua arah, mereka menggunakan pintu kulkas yang ditempel dengan tulisan-tulisan seperti “Pa, bisakah kau datang ke pertunjukanku”
Lalu, ada kertas balasan di sebelahnya yang isinya “Papa sibuk, lain kali saja”
What a home? Mereka serumah, bahkan untuk saling bercakap-cakapa face to face saja susahnya minta ampun.
Lalu, ada satu scene yang paling aku ingat dan menempel darisini, yaitu saat sarapan, papa nya menerima telpon bahwa aka nada kontrak kerja. Dia bilang “ lihatlah, papa dibayar 500 dolar untuk sejam ngomong, hebat bukan”
Lalu, jerry ingin agar kedua orangtuanya pergi nonton pertunjukkan dramanya di sekolah. Saking sibuknya orangtuanya dan tidak pernah ngomong, jerry nekat mencuri, dan ketauan oleh CCTV koperasi sekolahnya.
Saat ortunya pulang, dia langsung marah-marah dan memukul jerry. Menanyakan, buat apa uang yang dikasih, masih kurang, kenapa sampai mencuri, blab la bla.
Jerry sudah ketakutan dan sambil menangis dia menjawab “aku ingin membeli waktumu satu jam saja untuk pergi ke pertunjukanku”.
Hiks, disini akupun menangis, T.T.

b.    Orangtua (duh lupa namanya, susah sie nama2 mandarin, hehehe)
Dia adalah mantan napi, yang kakinya pincang karena sering berkelahi dan istrinya sudah meninggal. So he is a single parent for his boy.
Anaknya, suka dengan beladiri. Dia pernah memarahi anaknya habis-habisan karena melihat di tas anaknya ada cd bruce lee. Dia menganggap kalau beladiri itu tidak bermanfaat dan hanya buang-buang waktu.
Tapi, itulah hoby nya.
Dia juga ayah yang tak tau bagaimana mengungkapkan rasa sayangnya kepada anaknya. Jadi anaknya menganggap kalao rumahnya adalah neraka, bukan tempat untuk berlindung dan bermanja.
Tapi, ayahnya sangat ingin agar anaknya pintar disekolah, agar tidak menjadi seperti dirinya yang bodoh dan mantan napi. Ada satu scene yang mengharu, dimana si bapak membelikan tas untuk anaknya, tas yang dibelikan adalah tas punngung bergambar pahlawan di kartun-kartun yang cocoknya untuk anak TK. Tapi, melihat perjuangan bapaknya untuk membelikan tas, aku jadi nangis lagi. What a father???? T.T

3.    Kembangkan bakat anak
Bakat anak, perlu dikembangkan sejak dini. Kalau dari kecil sudah terlihat, apalagi untuk bakat yang postif, dukung dan kembangkan. Jangan malah dipatahkan semangatnya. Dia akan menjadi anak yang minder dan tidak mau maju. Betul tidak?
Disini, Tom mempunyai bakat dalam menulis blog, bahkan mendapat penghargaan. Akan tetapi, orangtuanya tidak peduli, bagi mereka yang terpenting adalah pelajaran sekolah, bukan yang lain. Padahal, di satu sisi, bakat yang lain patut untuk dikembangkan bukan?
Nah, adeknya, si Jerry, suka dengan dunia teater, itulah mengapa dia terpilih menjadi pemeran utama dalam pertunjukan sekolahnya. Disinipun, orangtuanya awalnya tidak mendukung, malah mencaci. Hmmmm.
Yang ketiga, yang aku lupa namanya, dia juga jago beladiri, tapi ayahnya melarang perkelahian. Saat ayahnya meninggal, dia diijinkan lagi untuk bersekolah oleh kepala sekolahnya (sebelumnya dia sempat dikeluarkan karena menghajar gurunya), dan menjadi juara di turnamen beladiri.

4.    Beri reward atas prestasi anak
Anak berprestasi, dalam hal sekecil apapun, pasti ingin reward bukan? Tidak mesti dengan membelikan mereka barang atau apa. Cukup pujian dan harapan. Yaaa. Ini sangat ampuh (dalam film ini, nayatanya, I think so, hehehe).
Dengan dipuji, anak akan merasa hasil kerja kerasnya dihargai dan dengan harapan, anak akan berusaha lebih keras lagi untuk mencapai apa yang menjadi harapan orangtuanya.

Kalau aku tulis semuanya, gak asik donk, masih banayak pelajaran lain yang mengejutkan. Tapi, lebih afdholnya kalau liat sendiri yah, gak bakalan nyesel deh, aku jamin. J

jakarta, 15 July 2012, 09.00 am

Kenapa surga itu ada di telapak kaki ibu?

|


pic: my own

Sarah namanya, setiap pagi, wanita itu datang ke kost, lalu menyapu dari lantai paling atas (lantai 3) alias lantai kamarku dan balkon depan. Semua sisi rumah kost ku ini disapu dan dipel. Exclude kamar-kamar kost an yah. Hehhee. Mbak sarah termasuk baru di kost ini, meskipun aku baru juga (maret 2012an lah), tapi pas aku awal masuk sih, mbak atik yang bersih-bersih kost an. Karena kata ibu kost mbak atik kerjanya kurang bagus, jadilah dia  dikirim ke kampong halamannya lagi di karawang.

Mbak sarah, biasa aku menyapanya. Punya dua orang putra dan putrid, yakni Udin dan Putri. Yang sering ikut Mbak sarah saat bersih-bersih adalah si Putri, disamping belum sekolah pasti wajar kalau anak cewek suka ikutan untuk bersih-bersih (Alhamdulillah. Ehem ehem…).  Si udin sudah duduk di kelas 5 SD. Eniwei, untuk pekerjaan suaminya mba Sarah, aku gak gitu ngeh ya. Yang kutahu, rumah mba Sarah, beda 2 rumah kekiri dari kost ku. Dan yang ku tau lagi adalah, mba sarah masih merawat ibunya, alias nenek dari si Udin dan Putri. Sapaan yang sering dilontarkan kala aku lewat depan rumahnya dala, si nenek akan nanya, “mau berangkat kerja ya neng??”. Hemmm, aku tersenyum masygul. Mau aku nyari makan, pergi jalan atau apapun, selalu pertanyaannya itu. lalu aku pasti tersenyum dan menjawab, “iya nek, mau pergi”

Mbak sarah memang supel dan ramah. Saat bersih-bersih depan kamar, kebetulan pintu kamarku terbuka, aku pasti keluar sekedar untuk menyapanya. Dan yang ada setelah itu, pasti ngobrol. Dia suka cerita. Yaa, sedikit banyak aku jadi tau lingkungan sekitar kost an. Yang memang benar, so egois, tapi disini, masih lumayanlah yaa, sama tetangga masih saling kenal.hehehehe.

Terakhir ketemu mbak Sarah adalah kemaren, saat aku akan berangkat ke kantor. Aku masih di lantai 1, sedikit membenarkan jilbab, karena di lantai 1 ada cermin 3 yang besar-besar. So, biar lebih afdhol kalo finishing, hahahaa. Nah, tumbenan nie si Udin dan putrid lengkap ikut umminya ke kost. Langsung ambil sapu dan naek untuk mulai menyapu. Mbak sarah hanya senyum, lalu sperti biasa juga “Eh, mbak Nopi, udah mau berangkat mbak?”. Tetep dengan aksennya memangil namaku, “Mbak Nopi”. Kujawab aj, “iyaa mbak”.

Muliailah dia cerita. Ternyata si Udin jualan mercon sodara-soadara. Yaa, baru dua mingguan ini sih katanya. Mbak sarah senengnya bukan main, saat anak pertamanya itu ternyata diem-diem membantu menambah keunagan Negara perumahannya. Dia bangga dengan anak lelakinya. Dari raut wajahnya, aku bisa tau kalau dia senang yang bukan dibuat-buat. Senang yang tulus sebagai seorang itu saat menceritakan kehebatan anaknya, kehebatan anaknya memulai berwirausaha kecil-kecil an. Dari situ, aku sedikit berkaca-kaca. Karena sudah hampir jam 7, aku lantas meng cut cerita mba Sarah, aku harus segera berangkat. Aku pamit dan menyungging senyum. sebenernya aku masih ingin berlama-lama denganmu. aku jadi teringat dan sangat merindukan sosok itu. ibu, yaa ibuku. What a mother? Your so beautifull, so strong and brave.



Yaaa, itulah ibu, yang selalu membuat kita kuat, selalu menghiasi hari-hari kita dengan kasih sayang dan selalu berusaha memberikan apapun yang terbaik untuk kita. Kalau dia tidak mampu, do’a yang akan selalu mengirinya. Sungguh, do;a yang keluar dari ibu, memang sakti. Dia tidak akan medo’akan kita untuk hal-hal yang jelek. Setiap yang keluar dari mulutnya adalah petuah yang sangat berharga.

Kapan terakhir kali engkau bercengkerama dengan ibumu guys? Sudahkah engkau meneleponnya hari ini? Menanyakan kabar dan kesehatannya hari ini? Bagi yang merantau, cukup mendengar suara ibu, pasti sudah lega dan ingin berlama-lama meneleponnya. Betulkah? Bagi yang sekarang sedang bersama ibumu, sudahkah kau sapa dia pagi ini dengan senyuman? Kau ringankan kerjaan rumahnya? Sudahkah kau doakan sebait do’a yang indah untuk wanita yang mempunyai surge di telapak kakinya? Sudahkah kau membuatnya tersenyum hari ini? Sudahkah kau buatkan the manis untuknya? Atau bahkan sudahkah kau pijit punggung dan kakinya?

Guys, it’s really your mother. Save and love her like she spend all of her time to washing your body, clothes, to loving you and to safe you, everytime, everywhere, were you a baby.

Mengutip sedikit nasyid yang bagus, “your mother” by Yusuf Islam
Who should I give my love to?
My respect and my honor to
Who should I pay good mind to?
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Masih mau memarahi ibumu? Masih masih engkau melukai hati wanita nomer satumu? Masih maukah engkau membuatnya marah karena ulahmu? Masihkah engkau mau mencampakkan wanita yang selama Sembilan bulan mengandungmu, membesarkanmu sampai saat ini dan yang mengenalkanmu pada dunia?

Pergi, temui ibumu, ucapkan bahwa kau sangat mencintainya. Jangan tunda dan jangan kau urungkan. Itulah ibumu, wanita nomer satumu. Yang punya surge untukmu di telapak kakinya.


Jakarta, 14 July 2012, 11.15 am, when I miss my mom so much, T.T